SPMB Santri Baru Boarding School Al Fatih Rimbo Panjang Kampar link daftar klik banner šŸ‘‡

Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Paduka Raja Air Tiris Sambut Raja Perak Malaysia

forumriau.com 27.11.22


Paduka Raja Air Tiris Sambut Raja Perak Malaysia 

PEKANBARU - FORUMRIAU.COM : Pada Ahad, 27 November 2022, Paduka Raja Duli Yang Mulia HM Yunus.A.R. Alhaj, menerima kunjungan kemuliaan dari tamu kehormatan dzuriat Radja Kampar dari negeri Perak Malaysia YM Saiyid Sahidi beserta rombongan di istana darul Rahmat Diraja Air Tiris Melayu Kampar. 

Tamu kehormatan dzuriat Radja Kampar dari kerajaan Perak, Malaysia itu adalah Yang Mulia RS Shahidi B. Ibrahim, Dato Seri Laksmana Ferdaus bin Mohamad, En. Mior Abdul Rahman bin Mior Adlan, En. Mohd Shaib bin Md Yusof, En. Ahmad Kamal bin Saharuddin, En. Nurman Shah bin Zulkarnain Shah, En. Fadzil Arsady bin Mohd Yaacob, Puan Norhayati bt Sulaiman, En. Saat bin Karim, Puan Lailatussaadiah Binti Mohammed Sulaiman, En. Ahmad Nabil bin Mohd Huzaimi, En. Mohd Faizal bin Zainal, En. Muhamad Nazrin bin Ramli, Cik Noor Atiqah bt Abd Aziz, En. Muhamad Fauzi Husni bin Ahmad Puat, Cik Salina bt Kulul, Cik Norita bt Saari, En. Subky Latiff bin Abdul Jalil, En. Mohd Shahril bin Borhanudin.

Mereka didampingi pengiring dari kerajaan Siak YM Tengku Firdaus. Kunjungan mereka menjenguk istana Siak Seri Indrapura, lanjut ke Air Tiris, salah satunya masjid Jamik Air Tiris, Candi Muara Takus dan hingga ke Pagaruyung, Sumatera Barat. 

Dalam sambutannya, Paduka Raja Duli Yang Mulia HM Yunus A.R. Alhaj, menyampaikan, bahwasanya kunjungan kemuliaan ini merupakan kunjungan balik kampung bagi Kerajaan Perak. Karena, dzuriat YM Saiyid Sahidi merupakan orang Kampar. Sehingga, pertemuan ini dinilai sebagai pertemuan keluarga yang telah lama terbenam untuk dijalin kembali.***




Fajar Lase: Produk Kesenian Sekolah Harus Dilindungi Agar Tidak Dicontek Pihak Lain

forumriau.com 20.10.22



FORUMRIQU.COM - PEKANBARU -Staf Khusus Menkumham Bidang Transformasi Digital Fajar BS Lase kembali menyambangi 3 sekolah di Pekanbaru, Rabu (19/10/2022). 

Fajar Lase kembali mensosialisasikan hak kekayaan intelektual kepada siswa SMAN 2 Pekanbaru, SMA Dharma Yudha Pekanbaru dan SMK Metta Maitreya Pekanbaru.

Kegiatan Fajar Lase diawali dengan menyambangi SMAN 2 Pekanbaru. Di Sekolah Sadar Hukum ini, Fajar Lase disambut langsung oleh Kepala Sekolah Drs. Kasim.

Dihadapan ratusan siswa, Fajar menyebutkan, dunia digital memberikan kesempatan tanpa batas bagi generasi masa kini untuk bisa berinovasi.

"Contoh saja dengan membagikan pengetahuan kita melalui kanal YouTube, kita bisa mendapatkan manfaat ekonomi, hal seperti ini tidak memungkinkan di masa lalu, saat teknologi komunikasi masih belum berkembang seperti sekarang," ungkapnya.

Fajar Lase juga menjelaskan berbagai kategori Hak Kekayaan Intelektual dengan memberikan contoh bagi masing-masing jenis Kekayaan Intelektual, seperti paten, merek, hak cipta, desain industri dan lainnya.

"Ada banyak teknologi paten dan hak cipta yang akan menjadi sektor utama dalam interaksi sosial di masa depan, hal itu semua akan terjadi karena perkembangan teknologi," imbuhnya.

Untuk itu, dia mengajak generasi muda untuk menggunakan smartphone dan teknologi untuk hal yang positif.

"Gunakan smart phone dan teknologi yang ada untuk mencari tahu masa depan akan seperti apa, setidaknya kita harus bisa mengetahui gambaran masa depan seperti apa dan bisa mengantisipasi segala disrupsi yang terjadi karena adanya perubahan teknologi yang cepat," imbuhnya.

SMA Darma Yudha

Sedangkan di SMA Darma Yudha, kehadiran Fajar Lase disambut dengan penampilan dari para siswa berupa kesenian tari dan musik. Hadir juga dalam kesempatan itu Managing Director Christian Pamudana.

Di sekolah yang siswanya banyak berpartisipasi dalam kegiatan olimpiade sains internasional, Fajar Lase menjelaskan, tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk mengetahui apa kekayaan intelektual itu, memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, serta mendaftarkan kekayaan intelektual karena akan ada keuntungan ekonomi yang akan didapatkan dari pendaftarab kekayaan intelektual tersebut.

"Seperti hasil seni yang ditampilkan tadi, itu adalah hasil karya dari SMA Darma Yudha, produk-produk kesenian dari ide dan gagasan yang dimiliki sekolah memiliki potensi kekayaan intelektual yang harus dilindungi agar tidak dicuri pihak lain. Jangan sampai nanti ada sekolah lain yang mencontek tarian atau seni musik tadi dan mengklaim nya sebagai miliknya," tegasnya.

Sosialisasi dilakukan secara interaktif, para siswa berpartisipasi secara aktif dan antusias. Kegiatan sosialisasi ini juga ditutup dengan perlombaan penciptaan jingle untuk contoh produk dodol kedondong.
Dengan berani dan percaya diri, para siswa secara kreatif menciptakan berbagai contoh jingle yang bisa dijadikan sebagai merek suara dari suatu produk.

SMK Metta Maitreya

Di sekolah Kejuruan Teknik Komputer Jaringan dan Akuntasi ini, sebanyak 161 siswa yang mengikuti sosialisasi. Di SMK Metta Maitreya ini juga, Fajar Lase disuguhkan penampilan kesenian musik dari peserta sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual. Hadir juga
Kepala Sekolah Herni Lestari.

Di sekolah ini, Fajar Lase mengapresiasi inovasi dari tenaga pendidik dan staf sekolah tersebut sehingga siswa terus semangat di saat Pandemi.

"Ada banyak inovasi pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidikan dan staf sekolah agar dapat terus menyemangati para siswa disaat kondisi pandemi kemarin, beberapa inovasi ini sebetulnya adalah potensi kekayaan intelektual yang harus dilindungi, karenanya penting untuk mendaftarkan dan mencatatkan inovasi tersebut," tambahnya.

Riau Global Music International Festival 2022.Cerita dari Pagelaran hari ke-3

forumriau.com 26.8.22



FORUMRIAU.COM - PEKANBARU - Memasuki pelaksanaan hari ketiga pagelaran Riau Global Music Festival 2022, antusiasme masyarakat Pekanbaru semakin tinggi.

"Kami dari Yayasan Global Musik Konservatori, awalnya merasa bimbang, karena 3 hari pelaksanaan Riau Global Music Internasional Festival 2022 adalah pada saat weekdays. Ada sedikit ketakutan, pada hari kerja ini maka kegiatan akan sepi penonton. Kami tidak menyangka, antusiasme masyarakat Pekanbaru cukup tinggi, untuk menyaksikan pagelaran global musik yang kental dengan musik tradisi", ungkap Rino Deza Paty selaku Ketua Yayasan Global Musik Konservatori.

Malam ketiga pelaksanaan Riau Global Music Internasional Festival 2022  dimeriahkan dengan penampilan dari Rumah Seni Balai Proco dari  Kabupaten Rokan Hulu, Bathin Galang dari Kabupaten  Kepulauan Meranti dan Pura Mahligai dari Kota Dumai.

"Ketiga group ini, adalah group musik yang telah lolos kurasi. Mereka dipilih karena telah memiliki banyak karya yang dapat diperhitungkan dan telah mengikuti berbagai ajang musik bahkan telah memenangi berbagai perlombaan", ujar Rino yang juga merupakan bagian dari Tim Kurator Riau Global Music Internasional Festival 2022.

"Dinas Pariwisata melalui bidang ekraf, akan selalu mendukung pada musisi yang merupakan bagian dari sub sektor ekraf. Melalui Tim Kurasi, kami berharap ini menjadi cambuk bagi para musisi untuk terpicu menghasilkan karya-karya musik yang bagus. Harapannya ditahun depan dapat bermunculan group musik baru yang menjadi bagian dari gendre world music, sehingga musik tradisi kita yang sangat beragam ini dapat diangkat pada ajang-ajang yang lebih besar", ujar Amry Setiawan, Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

Riau Global Music Internasional Festival 2022  masih akan di gelar hingga hari Sabtu (27/8) dimana pada hari ini (Jum'at, 26/8) akan mengahadirkan Geliga dari Provinsi Riau, Balimbuk dari Kabupaten  Rokan Hilir, Omok dari Kabupaten Siak dan Orkes Taman Bunga dari Provinsi Sumatera Barat.**

Ayo Ramaikan Riau Global Music International Festival 2022

forumriau.com 26.8.22



FORUMRIAU.COM - PEKANBARU -Tentang World Music, pertama kali dipakai pada tahun 1987 dan 1992. Ajang penghargaan musik dunia, grammy award pertama kali memberikan penghargaan pada musisi yang mengusung world music.

Dalam perkembangan, ditahun 2020, penyelenggara Grammy award melakukan diskusi dengan seniman, etnomusikolog, dan ahli bahasa dari seluruh dunia yang memutuskan, ada peluang untuk memperbarui kategori album world music menuju istilah lebih relevan, modern, dan inklusif. Dari sinilah nama Global Music dipakai untuk menggantikan world music.

Di Riau sendiri, dengan memakai semangat world music pada era tahun 2000-an melaksanakan kegiatan Riau Hitam Putih Internasional yang mengangkat genre world music, hingga pelaksanaan terakhir di tahun 2015.

Fakumnya Riau Hitam Putih dan dengan pergantian nama genre menjadi world music, maka Yayasan Global Musik Konservatori melaksankan ajang Pekanbaru Global Musik Festival 2021 secara mandiri dengan support dari pelaku ekraf di Pekanbaru.

Semangat ini, ditangkap  langsung oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, sehingga tahun ini dilaksanakan Riau Global Music International Festival 2022.

Sajian Global Music International Festival 2022 menampilkan beberapa group musik  dimulai dari 23-27 Agustus 2022 dengan jadwal sebagai berikut: 

Tanggal 23 Agustus 2022

1. Riau Rhythm  : Provinsi Riau 
2. Cenglu : USA - Solo
3.  WS Trio : Inhu
4. Limuno : Kuansing

 Tanggal 24 Agustus 2022

1. The Syndicate : inhil
2. Blacan Aromatic : Bengkalis
3. Djangat Indonesia : Pekanbaru 

Tanggal 25 Agustus 2022

1. Rumah Seni Balai Proco : Rohul
2. Batin Galang : Kep. Meranti
3. Pura Mahligai : Dumak

Tanggal 26 Agustus 2022

1. Geliga : Provinsi Riau 
2. Balimbuk : Rohil
3. Omok : Siak 
4. Taman Bunga : Provinsi Sumatera Barat

 Tanggal 27 Agustus 2022

1. Kober : Pelalawan
2. Sendayung : Kampar
3. De Tradisi : Prov. Sumatera Utara
4. Shaziva : Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)

18 penampil di Riau Global Music International Festival 2022, telah di kurasi secara ketat oleh 3 orang kurator yaitu Shindu Alpito, Rino Deza Paty dan Reizky Habibullah, serta menghadirkan Pengamat World Music, Loni Jaya Putra.

Ayo masyarakat Riau dan sekitarnya, mari ramaikan Riau Global Music International Festival 2022, bertempat Badar Serai Raja Ali Haji Anjungan Seni Indrus Tintin Pekanbaru.**

Pagelaran Wayang Kulit, Kapolri: Pelestarian Budaya Hingga Dekat dengan Masyarakat

forumriau.com 3.7.22


FORUMRIAU.COM - JAKARTA - Mabes Polri menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit bertajuk 'Semar M'bangun Kahyangan' di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Sabtu 2 Juli 2022 malam. Acara ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan elemen bangsa. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, kegiatan wayang kulit satu layar tiga dalang yang masih satu rangkaian dalam momentum Hari Bhayangkara ke-76 ini, juga wujud dari komitmen Polri untuk terus bisa dekat dan melebur bersama dengan masyarakat Indonesia.

"Dan yang paling penting adalah kegiatan kali ini menjadi bagian ikhtiar kita melaksanakan ulang tahun bersama-sama dengan masyarakat, dengan menonton wayang kulit lakonnya Semar m'bangun khayangan," kata Sigit. 

Tak hanya itu, Sigit menekankan, pentas pewayangan ini merupakan salah satu warisan budaya dari sekian banyak yang ada  di Indonesia yang harus terus dilestarikan. Karena didalamnya, banyak nasihat dan pesan-pesan positif yang disampaikan. 

"Dimana kegiatan wayang kulit ini kita selenggarakan sebagai bagian dari upaya institusi Polri untuk terus mendorong kebudayaan-kebudayaan khususnya wayang kulit. Dan tentunya kita juga tetap mendorong kebudayaan lainnya yang ada di seluruh Indonesia," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut. 

Sigit menekankan, kegiatan pelestarian budaya juga diharapkan semakin meningkatkan sinergitas dan soliditas antara, Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat dalam menghadapi segala bentuk tantangan, permasalahan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. 

Mengingat, dikatakan Sigit, untuk saat ini, seluruh negara maupun Indonesia sedang menghadapi situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Untuk di tingkat dunia, permasalahan yang dihadapi oleh seluruh negara yakni, mulai dari Pandemi Covid-19 hingga konflik Rusia dan Ukraina.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, sinergitas dan soliditas lintas elemen juga dibutuhkan untuk menghadapi agenda di tingkat nasional, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Menurut Sigit, untuk menghadapi semua hal tersebut diperlukan kerjasama dari seluruh elemen. Tujuannya, agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta dapat melakukan perbaikan dari pengalaman yang sudah ada sebelumnya. 

"Karena kita ingin bisa melewati situasi sulit ini dengan baik dan itu butuh soliditas, sinergitas antara Pemerintah, TNI, Polri dan seluruh masyarakat. Pada saat kita bersatu, maka kita bisa melalui seluruh masalah-masalah tersebut. Dan harapan kita, bisa menuju masyarakat yang unggul, ekonomi tumbuh dan kita terus menyongsong menuju visi Indonesia Emas 2045," ujar eks Kapolda Banten ini. 

Disisi lain, Sigit menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang selama ini telah berjuang bersama-sama di garis terdepan dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan di Indonesia. Ia berharap, kedepannya sinergitas dan soliditas yang sudah terbangun akan terus dioptimalkan. 

"Sehingga semuanya bisa kita lalui dan Indonesia menjadi lebih baik, masyarakatnya sejahtera. Persatuan dan kesatuan kita jaga sebagai bagian dari kekayaan kita, menjaga keberagaman yang ada di Indonesia menjadi satu kekuatan. Dan itu adalah modal kita untuk bisa melompat maju bersama-sama menghadapi kompetisi kita dengan negara-negara lain," tutup Sigit.

Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke 76, Polres Kuansing Mengirimkan Team (10 org) untuk mengikuti *Lomba Tari Kreasi Kearifan Lokal yang di Taja Polda Riau

forumriau.com 30.6.22



FORUMRIAU.COM - TELUK KUANTAN -  Polres Kuantan Singingi mengikuti giat lomba tari kreasi kearifan lokal dalam rangka Hari Bhayangkara ke 76 tahun 2022, yang Diselenggarakan oleh Polda Riau di ruang Tribrata lantai 5 Polda Riau, kamis (30/06/2022) pukul 08.30 WIB.

Kegiatan lomba tari kreasi kearifan lokal di buka oleh Waka Polda Riau Brigjen. Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si dan di hadiri oleh PJU Polda Riau, adapun perwakilan Polres Kuansing terdiri dari Kaurbin Ops Binmas Iptu Said Muh Ali Hanafiah sebagai pendamping, Bripka Ricky Fahrinaldi sebagai pendamping dan 10 orang penari kreasi kearifan lokal.

Kepada wartawan Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata,S.Ik M.Si melalui Kaur Bin Ops Binmas Iptu Said M.Ali Hanafiah, sebagai pendamping Tim Penari,  dalam keterangan resminya menyampaikan "Kegiatan berlangsung sampai pukul 11.30 wib dengan hasil Juara 1 Pelalawan, Juara 2 kota Dumai dan Juara 3 Rokan hulu. Selama kegiatan berjalan tertib dan lancar sesuai rencana", ujar Iptu Said.

Tim penari kita saat ini sudah termasuk bagus kreasinya, namun belum.berhasil meraih juara, akan tetapi kita tetap bangga karena sudah bisa ikut menampilkan karya tari dari kuansing dan lomba tari kreasi kearifan lokal tersebut, dan para penari kita tetap bersemangat," tutup Said M.Ali

Sumber : Humas Polres Kuansing

Kapolda Riau Jamu Pemenang Pertama Lomba Film ‘Sogok’ Sampaikan Rasa Bangga Raihan Prestasi

forumriau.com 25.6.22



FORUMRIAU.COM - PEKANBARU - Perwakilan dari Riau berhasil menyabet juara I kategori film pendek, dalam ajang penghargaan Lomba Kreasi Setapak Perubahan Polri. Film berjudul 'Sogok' ini, disutradarai oleh Putera Indragiri Hilir Bayu Candra. 

Beberapa pemainnya, yakni Ipda Pantun Siagian merupakan anggota Polres Inhil dan dua orang pemain Muflih Ariadi serta Suryansyah, mendapat kesempatan langsung untuk hadir menerima piala serta penghargaan di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (22/6) malam.

Jumat (24/6), sutradara dan para pemain tiba kembali di Pekanbaru, langsung disambut hangat Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal. Mereka dijamu Kapolda di ruang kerjanya di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru. Dalam kesempatan itu, Irjen Iqbal sempat mengutarakan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih. 

Karena para pemain berasal dari Inhil yang identik menggunakan bahasa Banjar, Irjen Iqbal sempat mengungkapkan perasaannya menggunakan bahasa Banjar.

"Pilem yang diulah harat banar (Film yang dibuat sangat bagus). Hingkat jadi juara 1 nasional (bisa menjadi juara 1 nasional). Jangan beampeh maulah tarus (jangan berhenti dan terus bekarya)," ucap Kapolda dihadapan sutradara dan pemain.

Tidak hanya itu. Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini juga sempat memuji salah satu pemain Sogok. Yakni Suryansah. Kapolda memuji dia dengan mengatakan pemain yang paling tampan.

"Pemain yang hirang ni paling bungas bangat (aktor yang paling hitam ni yang paling tampan)," imbuhnya disambut gelak tawa.

Diakui Kapolda, untuk menjadi juara dalam ajang nasional tidaklah gampang. Butuh keseriusan, konsistensi, kerja keras serta kolaborasi yang baik antar semua pemain. Maka dari itu, kata dia, apa yang sudah diraih sutrada dan pemain Film Sogok sangat membanggakan seluruh masyarakat Provinsi Riau. 

"Saya bangga utusan dari Polda Riau yang mewakili Riau bisa menjadi juara 1 nasional. Ini prestasi yang tidak mudah untuk diraih. Saya ucapkan selamat kepada seluruh crew film yang terlibat," tuturnya.

Selain menyatakan rasa bangga, Kapolda sampai ingin sekali memegang dan berfoto dengan piala serta piagam penghargaan yang diberikan langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kepada sutradara dan pemain Film Sogok. Bahkan dalam beberapa momen foto bersama, Irjen Iqbal lah yang memegang piala dan piagam tersebut.

Sementara itu, Sutradara Film Sogok Bayu Candra dalam kesempatan itu turut mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal. Kata dia, tanpa dukungan langsung Kapolda dan juga Kapolres Inhil AKBP Dian Setiawan, film yang ia garap tidak akan mungkin bisa menembus juara I. 

"Bisa juara I ini semua atas dukungan dari pak Kapolda Riau, Pak Kapolres Inhil AKBP Dian Setiawan, Pak Kabag Ops Inhil Kompol Rizki Hidayat. Mohon doa Pak Kapolda agar kami tetap eksis ikut menggelorakan Polri yang Presisi," pintanya kepada Irjen Iqbal.

Untuk diketahui, Polri menggelar kegiatan malam apresiasi kreasi 'Setapak Perubahan Polri' di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (22/6). Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli mendatang. 

Melalui ajang ini masyarakat dipersilahkan membuat kreasi dalam platform apapun. Peserta atau masyarakat diperbolehkan memuat konten kritik, saran ataupun aspirasi yang  akan dijadikan bahan evaluasi untuk wujudkan Polri yang jadi lebih baik lagi.

Pada Lomba Setapak Perubahan Polri tersebut peserta menyalurkan kreasinya melalui, film pendek, Vlog, TikTok, Blog, Infografis, fotografi kategori umum, fotografi kategori jurnalis, menulis surat untuk Kapolri kategori SD, SMP, dan SMA.

Gelaran Kreasi Setapak Perubahan Polri, Riau Menyabet Juara I Kategori Lomba Film Pendek.

forumriau.com 23.6.22

Gelaran Kreasi Setapak Perubahan Polri, Riau Menyabet Juara I Kategori Lomba Film Pendek.

FORUMRIAU.COM - JAKARTA - Film yang digawangi Bayu Candra dan para pemain laku Ipda Pantun Siagian, Muslih Ariadi dan Suriansyah dari Polres Indragiri Hilir Polda Riau berhasil meraih juara pertama Lomba Kreasi Setapak Perubahan Polri kategori film pendek yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke 76 tahun 2022.

Film berjudul 'Sogok' yang sederhana namun syarat makna tersebut berhasil menyisihkan ratusan karya film lainnya setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh tim juri Sutradara ternama Monty Tiwa, Penulis Film Nataya Bagya dan Pengarang Sergius Sutanto dan Fotografer kondang Darwis Triadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir bersama Wakapolri dan para Pejabat Utama Mabes Polri pada malam Awarding Day apresiasi kreasi 'Setapak Perubahan Polri' di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan Rabu (22/6/2022) malam, memberikan piala dan penghargaan para pemenang.

Polri menggelar lomba kreasi yang diberi tajuk Setapak Perubahan Polri dengan menggelar berbagai lomba dalam upaya memperkuat dan mempererat soliditas Polri dengan masyarakat dalam segala aspek.
Kepolisian ingin mendapatkan saran masukan dan kritik dari masyarakat tentang hal apa saja yang dirasakan terhadap pelayanan Polri.

"Malam ini saya sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya teman-teman dan adik-adik, yang dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76, mau berpartisipasi untuk ikut di dalam berbagai kegiatan. Salah satunya komitmen kami melakukan perubahan, dengan tema setapak perubahan Polri, komitmen kami untuk membuka ruang, mendapatkan masukan dan kritik, mendengar aspirasi masyarakat supaya kita memiliki masukan untuk memperbaiki dan mengevaluasi institusi Polri. Kami yakin tidak bisa memperbaiki dan berbenah tanpa masukan dari masyarakat," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit saat malam Awarding Day.

Selain Film Pendek, kategori yang dilombakan dalam ajang kreasi setapak perubahan Polri kali ini diantaranya Vlog, Tiktok, Blog, Infografis, Fotografi untuk umum dan jurnalis serta lomba menulis surat untuk Kapolri (SD,SMP dan SMA).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan rasa bangganya prestasi karya anak bangsa yang diraih peserta perwakilan dari Polda Riau.

"Luar biasa, saya mengucapkan selamat kepada segenap crew film pendek. Pesan disampaikan dengan cara yang sederhana, namun sangat menyentuh dan maknanya sangat dalam. Apa yang digambarkan tidak terlalu muluk muluk, merupakan pesan yang ingin disampaikan untuk mendukung Polri tang Presisi", ujar Kombes Narto.

Sementara itu Bayu Candra yang mensutradarai film tersebut mengaku sangat surprise bisa meraih juara I dan menyisihkan ratusan karya film lainya.

"Saya sangat terharu dan bangga, niat kami ingin berpartisipasi mendukung perubahan Polri yang Presisi mendapat apresiasi  yang sangat luar biasa. Terimakasih Polri", ujar Bayu.

"Saya dan tim mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke 76 tanggal 1 Juli 2022, semoga Polri semakin baik dan tulus melayani masyarakat,kami cinta Polri. Terimakasih bapak Kapolri, bapak Kapolda Riau telah mendukung dan memfasilitasi kami", tutupnya.

Gelar Apresiasi 'Setapak Perubahan Polri', Kapolri: Bentuk Dukungan Masyarakat agar Polri Lebih Baik Lagi

forumriau.com 23.6.22



FORUMRIAU.COM - JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri malam apresiasi kreasi 'Setapak Perubahan Polri' di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022) malam. Kegiatan ini dalam rangkaian memperingati Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli mendatang. 

"Malam ini saya tentunya sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya teman-teman dan adik-adik, yang dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76, mau berpartisipasi untuk ikut di dalam berbagai kegiatan. Salah satunya komitmen kami melakukan perubahan, dengan tema setapak perubahan Polri," kata Sigit.

Dalam hal ini, Sigit menekankan, Polri selalu berkomitmen membuka dan memberikan ruang kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan ekspresinya baik itu kritik maupun saran. 

Menurut Sigit, masukan, kritik dan saran dari masyarakat sangat bermanfaat untuk dijadikan bahan evaluasi demi mewujudkan Polri yang semakin dicintai dan diharapkan oleh seluruh masyarakat. 

"Komitmen kami untuk membuka ruang, mendapatkan masukan dan kritik, mendengar aspirasi masyarakat. Supaya kita memiliki masukan untuk memperbaiki dan mengevaluasi institusi Polri. Kami yakin tidak bisa memperbaiki dan berbenah tanpa masukan dari masyarakat," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Adanya kritik dan saran hingga pujian dari masyarakat, dikatakan Sigit, hal itu akan diserap dan dijadikan energi positif untuk institusi Bhayangkara terus melakukan pembenahan serta perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga, semangat Polri Presisi dapat terwujud dengan sempurna. 

Bahkan, Sigit menekankan, hasil karya dari peserta kreasi Setapak Perubahan Polri, agar dipasang dan dibaca. Sehingga seluruh personel Kepolisian dapat terus menyerap aspirasi dari apa yang diharapkan oleh masyarakat terhadap Polri. 

"Hasil karya semua peserta tentunya dihimpun kita perbanyak, ditempel dan dibaca seluruh anggota Polri. Bahwa itu menjadi harapan, kritik, dan apresiasi masyarakat dan saya minta terhadap hal itu kita selalu komitmen untuk berubah menjadi lebih baik," ucap mantan Kapolda Banten ini. 

Diakhir pernyataannya, Sigit menekankan, seluruh jajaran Kepolisian saat ini harus mendengar dan memperhatikan harapan masyarakat demi kemajuan dan kebaikan dari institusi Polri. 

"Komitmen kita bersama adalah membenahi institusi dan insan Polri. Terima kasih, atas kerja sama dari dewan juri yang mau meluangkan waktunya, karena pesertanya ribuan, lumayan capek dan lelah. Bagi kami, ini merupakan apresiasi untuk mendukung Polri. Kami komitmen terus berbenah dan memperbaiki diri," tutup Sigit.

28 Tim Semarakkan Gelaran Bhayangkara Mural Festival 2021 Polda Riau

forumriau.com 30.10.21

28 Tim Semarakkan Gelaran Bhayangkara Mural Festival 2021 Polda Riau.


FORUMRIAU.COM - PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Festival Mural 2021 pada Sabtu (30/10/2021), dihalaman Mapolda Riau, waktu yang bertepatan dengan HUT Humas Polri ke-70. 

Menariknya, festival ini didominasi para seniman muda, 28 tim mural berpartisipasi, bahkan mereka rela datang dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Bermodalkan kuas serta cat warna, peserta pun menumpahkan ekspresinya dalam berbagai rupa gambar.

Festival Mural 2021 diselenggarakan di Mapolda Riau. Peserta tampak sudah hadir sejak pagi dengan membawa berbagai perlengkapan. Mereka ada yang berasal dari Kota Pekanbaru hingga kabupaten lainnya yang ada di Riau. Bahkan dari Kepulauan Meranti pun turut meramaikan festival tersebut. Acara ini, juga dihadiri langsung oleh Kapolda Irjen Agung Setya Imam Effendi dan wakilnya, Brigjen Tabana Bangun, pejabat utama Polda Riau, Dosen dan para guru senirupa tingkat SMA/SMK serta dari komunitas seni rupa.

Acara Riau ini mendapat antusias cukup tinggi. Bahkan ada salah seorang peserta masih berusia 14 tahun. Menariknya lagi, meski acara digawangi oleh Polda Riau, akan tetapi peserta diberikan kebebasan mengekspresikan hal apapun lewat karya Mural, termasuk bila itu kritikan terhadap Polri. Kegiatan ini pun menjadi kesempatan para peserta untuk mempertontonkan bakatnya

Dalam festival ini para peserta sudah disiapkan tempat dan wadah oleh Polda Riau untuk melukis Muralnya. Hasil karya tersebut nanti akan dinilai oleh dewan juri untuk mengetahui siapa pemenangnya. Tidak cuma itu saja, Polda Riau juga mengirim satu tim Mural untuk mengikuti perlombaan serupa di Mabes Polri. Sebab, festival ini juga diselenggarakan di sana serta serentak diseluruh Polda se-Indonesia.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi didampingi wakilnya dan Kabid Humas mengungkapkan, festival Mural 2021 ini merupakan salah satu misi Polri untuk menjadi lebih demokratis, yang juga harus mampu mendengar suara dan aspirasi masyarakat, termasuk pula kritikan. Diyakinkannya, bahwa kepolisian tidak anti kritik, apalagi jika itu dituangkan dalam bentuk karya seni.

"Kita (Polri) mendengar suara, kritikan masyarakat. Tentunya (Kritikan) dengan budaya yang tinggi. Apalagi Riau ini dikenal sebagai sentral budaya melayu di Asia Tenggara. Ini harus kita jaga. Kita juga ingin wujudkan komunikasi publik baik, salah satunya dengan karya seni yang dicurahkan dari berbagai ekspresi yang menggambarkan peradaban kita semua," kata jenderal bintang dua tersebut.

Irjen Agung pun angkat jempol, di mana festival yang diselenggarakan oleh jajarannya ternyata turut dimeriahkan oleh anak muda berbakat. 

"Saya berterima kasih, ini artinya bahwa masyarakat Riau bisa mengekspresikannya, bahkan anak-anak dan remaja juga bisa. Artinya, Riau memiliki banyak seniman," puji Irjen Agung Setya Imam Effendi.

"Tentu, kita tidak membatasi pesan apa yang ingin diungkapkan dalam karya Mural ini. Saya sempat melihat tadi dan itu luarbiasa. Punya pesan yang tinggi dan dalam. Tidak mudah melukis sesuatu lukisan dengan makna yang dalam. Ini ekspresi kehidupan yang tinggi," sambung Kapolda Riau.

Kata Irjen Agung, nantinya Mural tersebut nantinya akan dihadiahkan oleh Polda Riau kepada jajaran Forkopimda hingga tokoh masyarakat di Riau. Tujuannya, agar pesan dalam mural tersampaikan, baik itu kritikan dan sebagainya.

Sebelum digelarnya festival mural 2021 di Polda Riau, Irjen Agung dan jajarannya lebih dahulu mengikuti video conference oleh Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam penyampaiannya secara Daring, Jenderal Listyo menegaskan bahwa kepolisian tidak anti kritik, termasuk melalui Mural. Penegasan itu juga ia utarakan kepada seluruh Polda yang hadir dalam video conference.

Juara 1, IGKTI Inuman Kabupaten Kuansing, Melaju ke Tingkat Provinsi Riau

forumriau.com 6.10.21

Juara I nyanyi duet pada Porseni tingkat kabupaten,  IGKTI Inuman akan mengikuti Porseni tingkat provinsi.



FORUMRIAU.COM - KUANSING, Pasca menjuarai lomba nyanyi duet  sekabupaten kuantan Singingi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi  akan mengikuti ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) untuk mewakili Kabupaten Kuansing ke tingkat Provinsi Riau di kategori nyanyi duet.

IGKTI kecamatan Inuman ini juara satu  pada kategori nyanyi duet dari 7 kategori kegiatan yang di perlombakan pada Porseni tingkat kabupaten pada tanggal 16 September 2021 di balai adat kabupaten kuantan Singingi.sedangkan pada lomba gerak dan lagu dan senam irama dengan alat IGTKI kecamatan  hanya peringkat kedua.Demikian disampaikan oleh ketua IGTKI kecamatan Inuman  Irma Riana,S.Pd  kepada media ini  Rabu ( 06/10/21 ) di Inuman.

Ketua Bunda Paud  Kecamatan Inuman Erlinda,S.Pd  berharap semoga peserta dari kecamatan Inuman bisa mengharumkan nama kabupaten kuantan Singingi khusus nya kecamatan Inuman. Ya" harus berbangga diri yang mana para guru guru taman kanak kanak kecamatan Inuman sudah menunjukan kehebatan nya kepada publik,ya sehingga perwakilan Inuman mewakili Kuansing pada katagori nyanyi duet akan akan berangkat ke kota Dumai pada tanggal 12 mendatang untuk mengikuti Porseni tingkat provinsi.ujar nya.

Ditambahkan lagi oleh bunda paud Inuman itu,sesuai informasi yang kita dapat pada Porseni tingkat provinsi nantinya ada 12 kategori yang akan di perlombakan,IGKTI Inuman ini hanya mewakili pada kategori nyanyi duet saja.karena IGKTI Inuman ini kan juara I pada Porseni tingkat kabupaten kemaren.pungkasnya.

Di samping itu camat Inuman Arifin,SE mengucapkan terimakasih kepada para bunda paud kecamatan Inuman yang telah berprestasi dalam Porseni pada September lalu.
Ya selaku camat Inuman saya mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat,semoga IGKTI kecamatan Inuman ini bisa mengikuti Porseni tingkat nasional.
Pada Porseni tingkat provinsi ini tentu kita berdoa IGKTI Inuman ini nanti nya bisa menunjukan kebolehan nya pada lomba nyanyi duet.saya yakin semua peserta dari kota jalur ini nanti nya akan mampu bersaing dengan daerah daerah lain nya pada tingkat provinsi bahka  tingkat nasional.

DKR dan Unilak Selenggarakan Festival Sutardji Calzoum Bachri

forumriau.com 17.6.21

DKR dan Unilak Selenggarakan Festival Sutardji Calzoum Bachri 

FORUMRIAU.COM - PEKANBARU—Suatu kegiatan sastra baru dimunculkan oleh Dewan Kesenian Riau (DKR) bekerja sama dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) bertajuk Festival Sutardji Calzoum Bachri (FSCB), 24-26 Juni mendatang di Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini diharapkan terlaksana secara berkala antara lain untuk terus menghidupkan semangat kreatif yang berakar pada tradisi tanpa melupakan perkembangan sejagat. Demikian dikatakan Ketua Umum DKR, Taufik Hidayat, kepada pers Kamis petang.

Dia mengatakan, kegiatan ini untuk masyarakat luas khususnya bagi pencinta sastra di mana pun mereka berada, ditekankan kepada warga negara serumpun. Pasalnya, kreativitas SCB dimediasi oleh bahasa Melayu yang menjadi akar sejumlah negara yang dipakai oleh sekitar 300 juta penduduk. "Oleh karena keadaan, sebagian besar kegiatan dilaksanakan secara virtual. Isnyaallah, Bang Tadji juga ikut bersama kita di Pekanbaru," kata Taufik yang juga dikenal dengan nama Atan Lasak itu.

Untuk awal ini, FSCB diisi dengan serangkaian kegiatan yang sudah dipersiapan sejak lama. Di antaranya adalah syukuran 80 tahun SCB, peluncuran buku Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri oleh Taufik Ikram Jamil, pengumuman pemenang video klip puisi Sutardji, dan simposium. Semua kegiatan didukung oleh Pemprov Riau dan Lembaga Adat Melayu Riau.

Taufik Hidayat menjelaskan, saat ini, tinggal pelaksanaannya lagi karena bahannya sudah tersedia. Buku biografi Sutardji sudah selesai dicetak, sedangkan sayembara video klip puisi sudah ditutup dengan peserta 251 orang/ kelompok yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. "Jumlah peserta sayembara video klip puisi di luar dugaan kami membeludak, sebab kami memperkirakan hanya diikuti 50-an peserta atau kelompok," katanya. 

Pada simposium diharapokan pembicaraan kreatif dan akademis tentang kredo-kredo puisi Sutardji. Pasalnya, kredo puisi Sutardji tidak hanya satu sebagaimana yang diketahui selama ini, tetapi ternyata dua kredo yang dimuat dalam buku SCB terbaru "Kecuali", 2021. Hal ini tentu menarik, untuk melihat hubungan dan materinya--belum lagi mengingat kredo itu sendiri tergolong langka dibuat oleh penyair di dunia.

Pada bagian syukuran 80 tahun SCB, ditampilkan pembacaan puisi oleh SCB sendiri bersama kelompok seniman di Riau. Penampilan ini menekankan bagaiman konsep perpuisian Nusantara tidak hanya tergantung pada aksara, tetapi juga lisan. Keduanya tidak dapat dipisahkan yang sejak lama wujud dan diolah SCB sebagai sesuatu yang baru. 

Taufik Hidayat megatakan, festival ini tentu tidak saja membicarakan karya SCB, tetapi semua karya sastra dan implikasinya secara bertahap dan rambang. SCB sebagai simbol antara lain untuk mengatakan bagaimana keberaksaraan dan kelisanan tidak bisa dipisahkan dalam sistem sastra Nusantara yang berbeda dengaan Barat yang menekankan pada keberaksaraan semata.

Segera Diluncurkan, Biografi Presiden Penyair Sutardji

forumriau.com 31.5.21


Segera Diluncurkan, Biografi Presiden Penyair Sutardji

PFORUMRIAU.COM- PEKANBARU – Biografi presiden penyair Sutardji Calzoum Bachri (SCB) segera diluncurkan menyambut hari lahirnya yang ke-80 tahun. Buku setebal lebih dari 500 halaman dengan hardcover doff embos dan spot uv tersebut, ditulis sastrawan wartawan Taufik Ikram Jamil. 

"Diterbitkan di Tanjungpinang, tapi ditulis di Pekanbaru, buku itu dalam proses cetak di Jawa, pekan depan sudah sampai ke Pekanbaru, insyaallah. Kebetulan, proses mewujudkannya sebagai buku seperti mengikuti perjalanan tempat tinggal SCB, dari Riau ke Kepri, terus Jabar, he he he," kata Taufik menjawab media hari Senin. Ditambahkannya, pre order sedang berjalan untuk melihat antusias bersama bagaimana suatu kreativitas dibangun tanpa henti dan terus berlanjut. 

Terdiri atas 17 bab, buku itu mengisahkan berbagai hal mengenai kehidupan SCB mulai dari lahir sampai sekarang. Tidak ketinggalan juga pembahasan karyanya dari berbagai sudut, termasuk cara membaca sajak sebagai suatu kesatuan puisi  Nusantara. Ada pula komentar buku dan kepenyairan SCB dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Belanda, dan tentu dari Indonesia sendiri.

Oleh karena riwayat hidup,  buku ini, tidak hanya memuat hal-hal karya secara serius. Dilukiskan juga bagaimana SCB kecil tidak lepas dari kamus, tidak suka olahraga, menakik kaki adik dengan parang, seprei untuk baju, mewawancarai orang gila untuk liputan pers, dan sebagainya. Juga niat ke Yogyakarta, tetapi tibanya di Bandung. Malahan sampai igau-igauannya dan peringatan kematian ketika muda belia, termasuk pengembaraan spritualnya. 

Menurut Taufik, dari buku itu juga diperoleh gambaran bagaimana ketekunan dan kesabaran dibangun dengan suatu kepercayaan potensi sendiri baik dalam pengertian pribadi maupun kolektif, sehingga ternyata memberikan sesuatu kepada dunia.  "Jadi, bangsa kita ini, tidak mengekor dunia, tidak menadah begitu saja. Tidak saja menerima, tetapi juga memberi," kata Taufik. 

Ia menyadari bahwa kemungkinan masih banyak hal tertinggal dari buku itu ditinjau dari capaian SCB sendiri maupun teknis penulisan biografi. "Jadi, tidak terbaik, cuma pasti diawali dengan niat baik. Insyaalaah," kata Taufik. 

SCB lahir di Rengat, Riau, 24 Juni 1941. Mengikuti orangtuanya sebagai polisi, ia berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain di Riau, kemudian ketika berumur sembilan tahun, pindah ke Tanjungpinang, Kepri. Tamat SMA di kota ini, ia melanjutkan pendidikan di Bandung, Jabar. Dari kota inilah, kreativitasnya meledak dengan berbagai pembaharuan berakar pada budaya Melayu Riau tanpa melupakan unsur budaya dari manapun. 

Tak pelak, baik puisi maupun baca sajaknya amat fenomenal dipandang darikacamata Timur maupun Barat. Menurut Abdul Hadi WM dalam suatu tulisannya, SCB adalah penyair yang paling banyak dibicarakan di Indonesia dalam 30 tahun terakhir. Nyatanya, SCB tidak saja menulis puisi, tetapi juga cerpen dan esai. Bukunya terbaru bertajuk Kecuali diterbitkan di Yogyakarta yang semula berjudul Petiklah Aku.

Menurut Taufik, biografi SCB ini, memang diterbitkan semi indie, sebab buku tersebut diterbitkan bukan dengan pendekatan bisnis, tetapi hati. "Ya, setidak-tidaknya menurut hati saya, sebab saya mau tata letaknya begitu begini, fotonya seperti itu yang sulit jika dikerjakan penerbit lain," katanya. 

Oleh sebab itu, pemasarannya juga melalui berbagai orang selain di toko-toko online. Beberapa nomor dapat dihubungi melalui kontak wa Adri (0811765992), Megat (081261334682), Salmah  (0813-7189-0115, Ade (+62 823 2915 4827), Ratna (085738446577), Kuni (08126849986). Buku dihargai Rp250.000 yang mendapat diskon 15 persen kalau dipesan sebelum hari lahir SCB, 24 Juni.

LAM Kepri Tanjungpinang Bersilaturahmi ke LAMR

forumriau.com 11.1.21



LAM Kepri Tanjungpinang 
Bersilaturahmi ke LAMR 


FORUMRIAU.COM - PEKANBARU: Sejumlah Pengurus  Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) Kota Tanjungpinang melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Sabtu  (9/1/2021). Kunjungan ini selain untuk mempererat silaturahim juga untuk mendapatkan masukan dari pengurus LAMR mengenai organisasi dan penyusunan Perda Lembaga Adat.

Kehadiran pengurus LAM Kepri Kota Tanjungpinang yang dipimpin langsung Ketua LAM Kepri Kota Tanjungpinang Datuk H. Wan Raffiwar diterima langsung Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Al azhar dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar, di Balai Adat Melayu Riau.
Turut hadir bersama kedua pimpinan LAMR ini menyambut kedatangan pengurus LAM Kepri Kota Tanjungpinang antara lain Timbalan Ketua Umum DPH LAMR Datin Hj. Nuraini OK Fauzi, anggota MKA LAMR H. Khaidir Akmalmas, Bendahara Umum DPH LAMR  Datuk H. Isharuddin, Sekretaris DPH Datuk Mustafa Haris, Penyelaras Bidang Perempuan DPH LAMR Datin Seri Alzuhra Ali Noni dan Datin Maliha Azis.
Rombongan dari LAM Kepri Kota Tanjungpinang selain Datuk H. Wan Raffiwar turut serta Datuk Timbalan Ketua H. Raja Kholidin, Datuk Wira H. Ahmad Yani, Datuk Wira Bobby Wira Satria, Datuk Setia Usaha Amiripana, Datin Bendahara Feriawaty, Datin Muliawiwin, dan Datin Syarifah Zairina. 

Ketua LAM Kepri Kota Tanjungpinang Datuk H. Wan Raffiwar mengatakan maksud kunjungan ke LAMR selain untuk mempererat silaturahim dengan pengurus LAMR juga untuk meminta masukan mengenai organisasi LAMR dan penyusunan Perda Lembaga Adat.

"LAM Kepri Kota Tanjungpinang saat ini sedang memperjuangkan adanya Peraturan Daerah (Perda) mengenai LAM Kepri Kota Tanjungpinang sehingga marwah Melayu di Kota Tanjungpinang benar-benar bisa ditegakkan," kata Datuk Wan Raffiwar.

Datuk Wira H. Ahmad Yani menambahkan masukan-masukan dari LAMR akan diadopsi jika sesuai dengan kondisi di Tanjungpinang. "Kami yakin antara Riau dan Kepri tidak jauh berbeda karena ada kesamaan kultur, nilai-nilai yang kita anut juga sama termasuk ungkapan Melayu identik dengan Islam," kata Datuk Wira Ahmad.

Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar menyambut baik kedatangan para tamu dari provinsi jiran tersebut dan mengatakan LAMR tidak pernah merasa antara LAMR dan LAM Kepri berpisah walaupun Kepri sudah menjadi provinsi sendiri. " Kita hanya berpisah secara administratif.
Jangankan berpisah provinsi berbeda secara negarapun seperti negara jiran sudah seperti saudara kita sendiri," ujarnya

Datuk Seri Syahril mengungkapkan rencana berkunjung ke Tanjungpinang namun karena terbentur kondisi pandemic Covid-19 terpaksa rencana tersebut diurungkan mengingat ada beberapa hal yang ingin didudukkan bersama Kepri dimana sudah berbicara dengan Gubernur Kepri sebelumnya Nurdin Basirun dan Datuk H. Abdul Razak.

"Kita secara terus menerus mengikat tali persaudaraan ini  walaupun kita terpisah secara administratif tetapi secara adat kita tidak berpisah," ujarnya.


Pada kesempatan tersebut Datuk Seri Syahril sempat menyinggung mengenai Universitas Lancang Kuning yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji  sebagai lembaga pendidikan yang strategis sebagai wadah atau sarana mengembangkan budaya Melayu.

"Ini ada aset dari Kepri pada zaman masih Kabupaten Kepulauan Riau yaitu pada masa Gubernur Soeripto ada dulu dana pasir tertanam di Unilak melalui Yayasan Raja Ali Haji. Karena ini ada peraturan dan ketentuan dari pemerintah bahwa setiap perguruan tinggi atau yayasan harus memiliki aset tersendiri maka Pemda Riau sudah didesak kalau tidak diserahkan aset Pemda Riau, universitas ini bisa tutup," ujarnya.

Menurut Datuk Seri Syahril, LAMR sudah mengkomunikasikan hal ini bersama Gubernur Riau dimana setelah dihitung oleh Tim Apraisal, asetnya hampir mencapai Rp400 miliar. Melihat dari pengalaman biasanya di yayasan-yayasan terjadi perebutan karena Pemda sudah lepas dan tidak ikut lagi di dalam yayasan.

"Kami khawatir 20-30 tahun ke depan orang lupa bahwa Universitas Lancang Kuning adalah milik Pemda Riau dan milik Pemda Kepri. Kami meminta kepada Pak Gubernur, kalau ini  dihibahkan, hibahkanlah kepada LAMR dan LAM Kepri," ujarnya.

Dia menambahkan kalau dihibahkan ke LAMR dan LAM Kepri sama dengan memindahkan dari kantong kanan ke kantong kiri. Hakikatnya tetap punya pemerintah. Sehingga lembaga pendidikan ini  bisa terselamatkan dan tidak menjadi milik pribadi.

Hal ini juga telah disampaikan LAMR kepada Datuk Huzrin Hood saat berkunjung ke LAMR beberapa tahun silam. "Unilak sudah sangat berkembang dengan jumlah mahasiswa dekat 20.000 dan kebetulan Rektornya Datuk Dr. Junaidi juga pengurus LAMR," kata Datuk Seri Syahril.

Selain itu, Datuk Seri Syahril juga mengatakan Melayu Riau dan Kepri menjadi barometer dalam melestarikan adat dan budaya Melayu di Tanah Air RI ini. Bahkan, negara jiran di seberang juga menganggap hal yang sama. 

"Kita merancang kalau bisa LAMR dan LAM Kepri mempunyai sekretariat bersama dan ini untuk putaran pertama mungkin Sekber ada di Kepri selama lima tahun. Lima tahun berikutnya ada di Riau. Hanya saja hal ini belum duduk karena kondisi Covid. Saya telah mengirim Datuk Isharuddin mematangkan dengan orang-orang tua kita di Kepri termasuk dengan Datuk Abdul Razak," kata Datuk Seri Syahril.

Menyinggung Struktur Kepengurusan LAMR, beberapa tahun yang lalu pernah seperti di LAM Kepri hari ini dimana kepengurusan satu lembaga saja ada Dewan Pengurus dengan Dewan Penasehat. Namun setelah dievaluasi setelah lima tahun perjalanan struktur itu mengalami kesulitan karena ada satu tugas yang agak spesifik yaitu memberikan tunjuk ajar, petuah, petatah petitih dan sebagainya. Saat ini, di LAMR tugas itu dipercayakan kepada Datuk Seri H. Al azhar. 

"Urusan yang tunggang langgang ada di DPH. Sementara Datuk Seri Al sebagai Ketua MKA LAMR diberi waktu untuk banyak memikirkan hal yang berkaitan nilai-nilai, dan  adat budaya yang perlu dikembangkan. "Alhamdulillah sebagai 

Ketua MKA LAMR Datuk Seri Al azhar  bersama-sama tokoh yang lain telah berhasil memperjuangkan pantun sebagai warisan budaya tidak benda yang diakui Unesco," ujar Datuk Seri Syahril.

Hal lain yang disampaikan Datuk Seri Syahril  dimana LAMR saat ini sedang merevisi  Perda Nomor  Tahun 2012 tentang LAMR dan hal ini sudah diajukan ke DPRD Riau karena ingin menyesuaikan dengan kondisi. 

Perda ini baru berumur delapan tahun tetapi dengan kecepatan perubahan di negara ini baik perubahan undang undang maupun suasana politik ingin menyesuaikan. LAMR ini di samping ada tupoksi sebagai lembaga yang mengurus, mengkaji, mendalami nilai-nilai adat budaya Melayu Riau juga mengembangkan melestarikan. 

Kedua, dalam rangka pemberdayaan masyarakat adat dimana anak kemenakan hari ini susah mencari pekerjaan dan susah untuk berusaha. Untuk itu, pemberdayaan diperkuat sehingga LAMR melalui badan usaha milik adat (BUMA) yang dibentuk dapat memberdayakan mereka.

Mengenai hak-hak masyarakat adat termasuk tanah ulayat, hutan adat dan sebagainya akan diperkuat dimana LAMR dapat menjadi semacam 

"Kementerian Hukum dan HAM-nya' bagi masyarakat adat Melayu yang melakukan verifikasi, melegalkan, dan membuat surat keterangan.
Selain itu, Datuk Seri Syahril juga menyampaikan dimana LAMR menyiapkan revisi Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya dan mengenai Muatan Lokal Budaya Melayu Riau. "Mengenai Mulok BMR ini sudah di dalam Perda dan Pergubnya," kata Datuk Seri Syahril.
Peran Riau dan Kepri

Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Al azhar antara lain berkisah mengenai pantun dimana pada 17 Desember 2020, Badan PBB untuk Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan (Unesco) menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Pada 18 Desember, ada dua atau tiga gubernur di Indonesia mengumumkan ke media massa mereka bukan hanya mengucapkan tahniah tetapi juga mengatakan ikut berjuang untuk itu. 

"Kita tertawa saja. Yang berjuang untuk mewujudkan pantun diikhtiraf sebagai warisan dunia Unesco adalah Provinsi Kepri dan Provinsi Riau. Kedua provinsi inilah sejak dahulu lagi menyandang atau menegakkan bendera Melayu di dalam wilayah NKRI ini. Bagi kita buruk dan baik, jaya atau nestapa kita tetap mengaku kita adalah Melayu baik di Provinsi Kepri maupun di Provinsi Riau," ujarnya.

Menurut Datuk Seri Al, kalau yang lain tidaklah begitu. Ketika Melayu mulai diperhatikan dunia, ada provinsi yang mengatakan mereka Melayu juga. 

"Bagi kita, Melayu bukan komoditi atau benda untuk diperjualbelikan. Bagi kita, Melayu sebati dengan diri kita. Jika Melayu dihina maka kita ikut dihina. Sementara bagi orang lain mungkin jika Melayu dihina dia masih memiliki identiti yang lain. Tidak ada tempat kita balik kecuali ke Melayu itu dan dari Melayu juga kita berangkat," kata Datuk Seri Al.
Menurut Datuk Seri Al azhar, Perda No. 1 Tahun 2012 tentang LAMR merupakan perda yang mengatur mengatur organisasi LAMR, bukan perda yang mengatur adat dan budaya Melayu Riau. Sehingga cukup banyak kabupaten/kota di Provinsi Riau yang ingin membuat perda mengenai adat istiadat itu sendiri.

"Kalau Perda Perda No. 1 Tahun 2012 tentang LAMR yang akan direvisi ini perda yang mengatur organisasi LAMR. Namun kita bisa membuat perda-perda lain untuk melestarikan adat kita itu," ujarnya.

Dia memberi contoh Muatan Lokal Budaya Melayu terdapat dalam Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan ada bab khusus yang disebut Muatan Lokal Budaya Melayu sebagai wajib dan mengikat. 
Keesokan harinya, Ahad (10/1/2021) setelah pertemuan di Balai Adat Adat Melayu Riau, Pengurus LAMR menjamu tamunya untuk makan siang bersama di salah satu rumah makan khas  Melayu di Pekanbaru.

Pada kesempatan tersebut pengurus LAM Kepri Kota Tanjungpinang mendapat penjelasan dan masukan dari Datuk H. Zulkarnaen Noerdin, pengurus LAMR yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Riau mengenai Perda LAMR yang kemudian pada tahun 2012 disahkan menjadi Perda Provinsi Riau No. 1 Tahun 2012 tentang LAMR. (ril)

Peletakan Batu Pertama, Gubri LAMR Memiliki Sentra Ekonomi Kreatif

forumriau.com 16.11.20

Sentra Ekonomi Kreatif LAMR, Gubri " Membantu Perekonomian Masyarakat ".


FORUMRIAU.COM - PEKANBARU
Dibuka secara resmi, Sekaligus Peletakan batu pertama, Sentra Ekonomi Kreatif oleh Gubernur Riau, Drs. H . Syamsuar, MSi, Kegiatan acara pembangunan gedung bertempat di belakang (LAMR), jalan Diponegoro.

Dalam sambutan, Senin pagi, 16/11, Dihadapan seluruh pengurus LAMR dan jajarannya Gubri menyambut baik kerjasama yang dijalin antara LAM Riau dengan SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia dengan membangun kembali sentra ekonomi kreatif LAM Riau.

" LAM Riau diharapkan dapat mendorong, menggerakkan dan berkembangnya pelaku usaha dan pengrajin tradisional, sehingga dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat" , Imbuh Gubri

Kaitan sambutan Gubri, Menjelaskan Provinsi Riau memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar, Di seluruh lapisan masyarakat.

"Kita yakin dan percaya, kedepan ekonomi kreatif ini juga akan menjadi pilar yang besar dalam menyangga ekonomi Provinsi Riau. Untuk itu perlu kolaborasi dan sinergi dari berbagai unsur dan elemen masyarakat, sebagaimana telah dilakukan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bekerjasama dengan SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) ". Ujar Gubri.

Lanjut Gubri Pemerintah Riau senantiasa melakukan berbagai usaha untuk menumbuh kembangkan ekonomi kreatif.

"Kami meyakini, ekonomi kreatif ini jika dikelola dengan baik dan dipromosikan dengan maksimal akan mendatangkan tambahan pemasukan yang tidak sedikit. Kuliner misalnya, tiap hari kita butuh makan dan minum, apalagi para wisatawan selalu mencari kuliner lokal. Kalau hal ini dikelola dengan baik, pasti akan menghasilkan tambahan penghasilan yang tidak sedikit. Begitupun sektor yang lain, seperti cenderamata, fashion, seni pertunjukan dan lain-lain. Diperlukan keberpihakan semua pihak terkait untuk memberikan kesempatan, dukungan dan apresiatif terhadap pelaku industri kreatif di Provinsi Riau dalam menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk industri kreatif," harap Gubri.

Di harapkan melalui sentra ekonomi kreatif ini, masyarakat Riau pada umumnya memiliki wadah atau tempat untuk menayangkan hasil-hasil kerajinan dan makanan tradisional yang representatif.

Dihadapan awak media, Gubri menjelaskan, hari ini dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gerai usaha ekonomi kreatif yang ada di Lembaga Adat.

"Mudah-mudahan, hari ini sudah mulai bekerja dan diharapkan cepat selesai agar nanti ini bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha-pengusaha kecil dari berbagai kabupaten/kota. Produknya itu dari kabupaten/kota yang ada di Riau ini," kata Gubri. ( Red Syafri )

Aktifkan Facebook Tanpa Kuota Menu Resmi di HP Anda

forumriau.com 16.11.20


Aktifkan Facebook Tanpa Kuota Menu Resmi di HP Anda


FORUMRIAU.COM - Bagi anda yang ingin membatasi pemakaian kuota untuk akses media sosial Facebook, sebaiknya segera menggunakan fasilitas menu resmi dari media sosial FB ini. Fasilitas ini adalah mode gratis resmi dari menu Facebook.


Selain bebas kuota, menu resmi dari Facebook itu sangat banyak manfaatnya. Dari pengalaman pemakai menu gratis Facebook tersebut, ada beberapa poin kegunaan penggunaan facebook gratis kuota itu adalah. 

1. Kuota anda benar-benar hemat sampai 100 persen ketika membuka Facebook, 0,00 kilobyte!! Cara melihat dan cek pemakaian kuota tentu harus anda aktifkan fitur Tampilan Pemakaian kuota di HP smartphone anda. Benar benar zero mas bro...

2.Anda dapat memilah-milah dan memilih foto atau video yang akan anda lihat ketika anda scrol wall Facebook ke bawah.  Jika ada video atau foto yang ingin Anda lihat, maka ada tombol lihat foto atau videonya. Tapi ingat, ketika anda klik tombolnya, maka kuota normal pemakaian akan aktif, dan pemakaian kuota hanya untuk konten foto atau video yang anda pilih, sangat efektif dan efisien bukan mas bro? 

3. Jika menu gratis ini anda aktifkan, akan menghemat pemakaian ruangan memori penyimpanan smartphone anda. Karena, fitur penyimpanan data smartphone umumnya otomatis menyimpan data dan file dari Facebook yang anda buka. Dengan aktifkan menu gratis Facebook ini, penyimpanan data memori smartphone anda akan berkurang dan meringankan operasional smartphone anda alias kencang mas bro. 


Bagaimana cara mengaktifkan Mode Gratis di Facebook ini? 

Tenang mas bro, caranya sangat mudah hanya perlu tiga langkah atau tiga klik di akun Facebook kamu, berikut ini tutorial lengkapnya. 

Pertama, buka akun Facebook kamu seperti biasa. Pada sisi paling kanan atas, klik tiga garis Menu. 


Kedua, saat muncul pilihan tampilan menu setelah klik, maka kamu pilih yang bergambar menara antena bertuliskan Penggunaan Data. 

Lanjutkan langkah ketiganya, setelah klik gambar antena menara, maka akan keluar pilihan aktifkan menu gratis Facebook... 
Silahkan klik saja maka akan otomatis tampilan Facebook kamu kembali ke beranda atau home dengan tampilan paling atas berwarna ungu Mode Gratis. Gampangkan mas bro.. tunggu apalagi let's go to TKP...


Penulis: Surya Koto



LAM Riau Apresiasi Cagar Budaya SMAN 1 Pekanbaru

forumriau.com 27.8.20
LAM Riau Apresiasi Cagar Budaya SMAN 1 Pekanbaru


FORUMRIAU.COM - PEKANBARU 
Sejak diresmikannya cagar budaya oleh Wagubri Edi Natar Nasution, Kamis,(27/8/20 ), bertempat di SMAN 1 Pekanbaru, apresiasi mengalir dari berbagai lembaga, salah satunya LAM Riau.

"Warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya dan kawasan cagar budaya yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama atau kebudayaan melalui proses penetapan.

"Sebagai salah satu sekolah tertua di Provinsi Riau, SMAN 1 Pekanbaru harus tetap terus kita lestarikan," kata Wakil gubernur Riau, Edy Natar Nasution.

Ditempat terpisah, Dukungan penuh datang dari Ketua Harian Umum LAM Riau Datuk DR.H.Syahril Abu Bakar, dimana bangunan leter U,  SMAN 1 baru saja diresmikan pemakaiannya Oleh Wagubri sebagai pusat cagar budaya Riau, Tentunya kami sangat bangga dan apresiasi sekali."Terang Datuk H. Syahril Abu Bakar Kepada Awak Media, Kamis Sore, (27/8), Usai Sholat Ashar di Masjid LAM Riau.

Datuk H. Syahril Abu Bakar, sangat merasa senang atas dijadikan bangunan leter U SMAN 1 Pekanbaru sebagai pusat cagar budaya Riau, dan beberapa waktu lalu LAM Riau juga sudah memberikan dukungan yang mana bangunan tersebut sudah sangat lama umurnya hampir 65 tahun.

"Dan apa -apa hal yang diminta oleh SMAN 1, LAM Riau siap untuk membantu komunikasikan dengan pihak kementerian terkait dipusat Jakarta.

Harapan kita dari aspek pendidikan kita sudah punya SMAN 1 Pekanbaru, dan aspek pariwisata kita sudah ada yang lainnya juga.

Semoga dengan dijadikannya SMAN 1 Pekanbaru sebagai pusat cagar budaya Riau, kedepan membawa manfaat bagi masyarakat khusunya dunia pendidikan di Riau,"ujarnya

Juga tentunya pemeliharaan bangunan sebagai pusat cagar budaya secara maksimal nantinya, agar selalu lestari dan terjaga dengan baik. Tutur H.  Syahril Abu Bakar, selaku Ketua Harian LAM Riau. (Syafri )