SPMB Santri Baru Boarding School Al Fatih Rimbo Panjang Kampar link daftar klik banner 👇

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Pro Bono dan Pidana Alternatif, Kanwil Ditjenpas Riau Wujudkan Layanan Hukum Berkeadilan

forumriau.com 16.9.26

Pro Bono dan Pidana Alternatif, Kanwil


Ditjenpas Riau Wujudkan Layanan Hukum Berkeadilan

Pekanbaru – forumRiau.com: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan Sosialisasi Bantuan Hukum Probono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif Tahun Anggaran 2026, Rabu (16/9/2026), bertempat di Kanwil Ditjenpas Riau. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Kanwil Kementerian Hukum Riau, Organisasi Bantuan Hukum (OBH), perguruan tinggi, Kepala UPT Pemasyarakatan, serta pejabat dan jajaran UPT Pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Riau, Yusup Gunawan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi. Dalam sambutannya, Kakanwil menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memastikan pemenuhan hak hukum masyarakat, khususnya bagi tahanan yang membutuhkan akses bantuan hukum.

“Pemenuhan hak atas bantuan hukum dan pelaksanaan pidana alternatif membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pihak. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita wujudkan layanan hukum yang mudah diakses, berkeadilan, serta mendukung proses reintegrasi sosial," kata Rudy Fernando Sianturi, Kepala Kanwil Ditjenpas Riau.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama membahas penguatan pemenuhan hak tahanan atas bantuan hukum gratis melalui sinergi antara OBH dan UPT Pemasyarakatan, termasuk pemahaman mengenai layanan bantuan hukum probono bagi masyarakat yang tidak mampu. Sesi kedua membahas pelaksanaan pidana alternatif, yang diarahkan sebagai bagian dari pembaruan pemidanaan dengan mengedepankan pendekatan korektif, rehabilitatif, dan reintegrasi sosial.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Riau mendorong semakin kuatnya pemahaman dan sinergi lintas sektor dalam memberikan akses bantuan hukum serta mendukung pelaksanaan pidana alternatif secara terukur dan sesuai ketentuan. Kegiatan diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan hukum yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.*** 

4 Siswa SMP Al Fatih Sukses Rampungkan 30 Juz Target Ziyadah Susul Semangat Seniornya Ikut MTQ Nasional 2026 Tingkat SMA di Semarang

forumriau.com 13.9.26

 


4 Siswa SMP Al Fatih Sukses Rampungkan 30 Juz Target Ziyadah Susul Semangat Seniornya Ikut MTQ Nasional 2026 Tingkat SMA di Semarang 



Pekanbaru - forumRiau.com : Yayasan sekolah Islam terpadu Al Fatih Pekanbaru kembali umumkan target prestasi siswa siswi atau santrinya yang sukses menyelesaikan target Ziyadah Al Qur'an 30 Juz. Pada periode ini, di tingkat SMP IT Tahfidz Al Fatih ada 4 orang siswa yaitu Fawwaz Akbar, Muhammad Hanif Alfatih, Muhammad Farhat Aljufri dan Evan Riski Fernanda.


Mereka menyusul seniornya dari SMAIT Al-Fatih Pekanbaru yang telah membawa semangat dan nama harum bagi Riau, yaitu Andi Rahli Azizi yang dipercaya jadi delegasi Riau dalam ajang MTQ Nasional ke 31 tahun ini, dalam cabang Musabaqoh Fahmil Qur'an di Semarang. 


Kepala Sekolah SMP IT Al Fatih Pekanbaru, Ust Haidi MPd, didampingi Ketua Pendiri Yayasan Sekolah IT Al Fatih Pekanbaru, Anthon Yuliandri mengatakan, bahwa prestasi siswa Al Fatih terintegrasi dengan baik hingga semua tingkatan. Sehingga menjadi motivasi positif yang saling membangun antar siswa hingga mencapai prestasi mereka, baik tingkat nasional bahkan untuk internasional ke depan. 


"Ini  kabar yang membanggakan datang dari SMAIT Al-Fatih Pekanbaru. Salah seorang siswa terbaik, Andi Rahli Azizi, siswa kelas XII Ikhwan, dipercaya menjadi bagian dari delegasi Provinsi Riau dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 yang diselenggarakan di Semarang. Andi akan mewakili Riau pada cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ).


Keikutsertaan Andi Rahli Azizi dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi representasi semangat generasi muda Riau dalam mencintai, memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi adik adik tingkatan mereka di SMPIT al-Fatih juga 4 orang telah merampungkan 30 Juz Al Qur'an target Ziyadah.


Dengan membawa nama Provinsi Riau, Andi diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui pendidikan, keislaman, serta pengembangan diri. Bagi keluarga besar yayasan Al-Fatih Pekanbaru, keberangkatan Andi menuju panggung nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah. 


Perjalanan tersebut tidak hanya berbicara tentang kompetisi dan target prestasi, tetapi juga tentang proses panjang yang meliputi 

kedisiplinan, kesungguhan dalam belajar, latihan, doa, serta keberanian membawa nama daerah dan lembaga pendidikan ke tingkat nasional," terang Haidi MPd. 


Ditambakan Anthon Yuliandri, prestasi tersebut bukan instan namun berawal dari kesungguhan dan proses pembinaan. 


"Perjalanan Andi Rahli Azizi hingga dipercaya menjadi bagian dari delegasi Provinsi Riau tentu tidak hadir secara instan. Di balik pencapaian tersebut terdapat proses belajar, latihan, pembinaan, pendampingan dan doa yang terus mengiringi setiap langkahnya," ungkap Anthon. 


Untuk diketahui, lanjut Anthon, Cabang Musabaqah Fahmil Qur’an menuntut peserta memiliki kemampuan memahami berbagai 

kandungan Al-Qur’an, wawasan keislaman yang luas, ketepatan dalam menjawab pertanyaan, kecepatan berpikir, serta kemampuan bekerja secara optimal dalam suasana kompetisi.


"Karena itu, keikutsertaan Andi di tingkat nasional menjadi salah satu bukti pentingnya pembinaan generasi Qur’ani yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Al-Fatih Pekanbaru memandang bahwa prestasi seorang siswa tidak semata-mata diukur 

dari angka, penghargaan, atau piala yang berhasil diraih. Prestasi sejati adalah ketika ilmu yang diperoleh mampu menjadi bekal kehidupan dan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi pedoman dalam membentuk karakter," jelas Anthon.


Sosok Andi Rahli Azizi menjadi salah satu gambaran dari proses pembinaan tersebut. Ia tidak hanya dipersiapkan untuk berkompetisi, tetapi juga untuk tumbuh menjadi generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.


Membawa Nama Riau dan Harapan Berangkat ke Semarang sebagai bagian dari delegasi Provinsi Riau tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi Andi dan keluarga besar SMAIT Al-Fatih Pekanbaru.


Dibalik identitas yang dikenakannya, terdapat nama keluarga, sekolah, daerah dan masyarakat Riau yang turut ia bawa. Namun demikian, keluarga besar SMAIT Al-Fatih Pekanbaru mengingatkan bahwa kemenangan bukan semata-mata tentang menjadi yang terbaik di antara peserta lainnya. Kemenangan juga berarti keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam menjalani setiap proses, serta kemampuan untuk tetap rendah hati ketika memperoleh prestasi.


Kepala Sekolah SMAIT Tahfizh Al-Fatih, Ustaz Ilham Dwitama Haeba, Ph.D., menyampaikan 

harapannya agar Andi dapat menjalani seluruh rangkaian MTQ Nasional dengan tenang, percaya diri, dan penuh keikhlasan.


“Kami berharap Andi dapat menjalani seluruh rangkaian MTQ Nasional ini dengan tenang, 

percaya diri, dan penuh keikhlasan. Jangan hanya mengejar hasil, tetapi nikmati prosesnya. Karena setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh, insyaallah akan menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter dan masa depan," ucap Ust Ilham. 


Menurutnya, kesempatan tampil dalam ajang nasional merupakan amanah besar yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Pada saat yang sama, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan bagi Andi untuk belajar, mengembangkan diri, serta memberikan inspirasi kepada 

generasi muda lainnya. Keluarga besar SMAIT Al-Fatih Pekanbaru pun memberikan dukungan penuh dan doa terbaik bagi 

Andi Rahli Azizi. Semoga ia mampu memberikan penampilan terbaik, menjaga nama baik Provinsi Riau dan almamater, serta menjadikan pengalaman di MTQ Nasional ke-31 sebagai bagian penting dari perjalanan untuk menjadi generasi Qur’ani yang berprestasi dan berkarakter.


"Selamat berjuang, Andi Rahli Azizi. Bawa semangat, bawa doa, dan bawa nama baik Riau. Semoga Ananda dipermudahkan dalam menjaga hafalannya, mengamalkan isi Al-Qur'an dan Al-Qur'an bisa menjadi cahaya, penolong, serta syafa'at hingga akhir hayat," pungkas ust Ilham.***

Hadirkan Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, Maulidan Payuang Panji Suku Koto Sadunia Jadi Istimewa

forumriau.com 5.9.26


Hadirkan Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, Maulidan Payuang Panji Suku Koto Sadunia Jadi Istimewa 

Pekanbaru - forumRiau.com: Maulidan atau Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW yang ditaja Payuang Panji Suku Koto Sadunia (PPSKS) tahun ini jadi istimewa. Karena acara ini menghadirkan figur tokoh Minang populer yaitu Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, mengisi tausiah acara tersebut. 

Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto adalah budayawan, pengajar dan aktor ini, juga pemerhati budaya dan adat Minangkabau. Keilmuan beliau juga menjadikannya dosen tamu untuk University of Hawaii, Amerika Serikat dan di Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia.

Di dalam negeri, ia mengajar mata kuliah Etnologi Minangkabau dan Falsafah Adat Minangkabau di Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. 

Ketua Payuang Panji Suku Koto Sadunia (PPSKS), Yusrizal Koto didampingi Sekretarisnya, Syafril Koto mengatakan, acara ini dikemas dalam rangka Silaturahmi Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, berlangsung di Sekretariat PPSKS jalan Taman Karya - Jln Paku I, Pekanbaru, Riau, Sabtu 5/9/2026. 

"Alhamdulillaah, acara Silaturrahmi Akbar PPSKS tahun ini kita gelar dengan menghadirkan tokoh Minang yang tak asing lagi, baik secara lokal maupun nasional, yaitu Buya kita, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto. Beliau mengisi tausiyah, dialog dan diskusi publik yang membahas kehidupan sosial, budaya serta agama dalam berbagai perspektif yang menghadapi perkembangan jaman modernisasi saat ini, terutama di era digitalisasi sekarang," ungkap Syafril Koto.

Dalam acara tersebut, lanjut Syafril Koto, pemateri tokoh Minang dari akademisi Riau, Prof Dr Alaidin Koto, juga mendampingi Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto dalam dialog interaktif tersebut. 

"Pemateri tokoh Minang dari akademisi Riau Prof Dr Alaidin Koto juga mendampingi Buya Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto sebagai kenyote speaker. Sehingga dialog interaktif yang kita gelar sangat istimewa, penuh materi yang bergizi, daging aja semua isinya," jelas Syafril Koto. 

Audiens yang hadir dalam acara ini, lanjut Syafril Koto, tentunya semua anggota PPSKS Riau dari 12 kabupaten kota se Riau, beserta beberapa tamu undangan yang tak kalah pentingnya sebagai Rang Sumando (Suami atau Istri dari orang Suku Koto), seperti pengacara kondang Riau, Abu Bakar Sidik SH, MH. 

"Audinse atau peserta yang hadir dalam silaturahmi Akbar PPSKS tahun ini dihadiri oleh pengurus PPSKS dari 12 Daerah se Riau. Juga ada tamu undangan Rang Sumando Rang Koto yang tak kalah populer ya, seperti Abu Bakar Sidik SH MH dan lainnya," ungkap Syafril Koto. 

Dari Pemko Pekanbaru, Wakil Walikota Pekanbaru, H Markarius Anwar, hadir diwakili Camat Tuah Madani, Farid Irwan Maulana. Berikutnya juga hadir Ketua IKMR, Ketua PKDP Kota Pekanbaru, Abu Bakar Siddiq, Sekretaris PKDP Pekanbaru, Yance serta tokoh Bundo Kanduang dari jajaran paguyuban Minang. 

Ketua PPSKS Provinsi Riau, Yusrizal Koto (Yusko) mengatakan, kegiatan dilaksanakan selain untuk lebih mempererat tali persaudaraan, PPSKS akan melaksanakan bimbingan teknis bagi Ninik Mamak dan Bundo Kanduang pada November 2026 mendatang.

"Kita akan melaksanakan bimtek bagi ninik mamak dan bundo kanduang yang insyaallah akan dilaksanakan di bulan November. Bimtek yang dilaksanakan terkait dengan apa itu fungsi ninik mamak dan apa itu fungsi bundo kanduang," kata Yusko.

Selain dihadiri Camat Tuah Madani, Farid Irwan Maulana, kegiatan juga dihadiri jajaran pengurus PPSKS se Provinsi Riau. Seperti Ketua PPSKS Kota Pekanbaru, Siak, Kampar, Pelalawan, Bengkalis dan kota Dumai.*** 

Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik

forumriau.com 3.9.26


Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik


Pekanbaru - forumRiau.com: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau mengikuti secara virtual kegiatan Pemaparan Hasil Akhir Tim Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik Bidang Pemasyarakatan, diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal, Rabu (2/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom tersebut diikuti oleh jajaran Kanwil Ditjenpas Riau bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Riau di ruang rapat Kakanwil. 


Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, yang memberikan arahan terkait pentingnya penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan dan imigrasi.


Pemaparan hasil evaluasi menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, memastikan setiap layanan berjalan sesuai standar, serta memperkuat prinsip profesionalitas, integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan.


Dalam pemaparan, Staf Ahli Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi, Ida Asep Somara, menyampaikan hasil evaluasi terhadap tata kelola pelayanan publik bidang pemasyarakatan, termasuk pemetaan layanan, standar prosedur operasional (SOP), distribusi kewenangan, serta sejumlah layanan yang menjadi prioritas perbaikan. Dari 52 layanan pemasyarakatan, sebanyak 47 layanan telah memiliki dokumen SOP, sementara 5 layanan masih memerlukan penyusunan standar prosedur.



Evaluasi juga menyoroti tiga layanan prioritas, yaitu Asimilasi, Cuti Bersyarat (CB), Pembebasan Bersyarat (PB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB); Penelitian Kemasyarakatan (Litmas); serta Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Perbaikan diarahkan untuk memastikan pelayanan berlangsung lebih tepat, transparan, konsisten, tepat waktu, dan akuntabel dengan pengendalian berbasis risiko.


Dalam rencana tindak lanjut 30 hari, sejumlah quick win disiapkan, antara lain penguatan standar waktu atau SLA layanan hak integrasi, pendelegasian kewenangan berbasis risiko, standar sidang TPP berbasis bukti, percepatan dan pengendalian Litmas, serta penguatan SDP melalui mobile apps, dashboard monitoring, layanan informasi mandiri, dan pengendalian integritas serta keterlacakan data.


Keikutsertaan Kanwil Ditjenpas Riau dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman dan kesiapan jajaran dalam menindaklanjuti hasil evaluasi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Melalui evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan, Kanwil Ditjenpas Riau berkomitmen mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel, serta memberikan kepastian dan kemudahan pelayanan bagi masyarakat.***

Asean University International akan Hadir Pembangunannya di Phnom Penh Kamboja, Ini Kata Prof Dr Suhendar

forumriau.com 24.8.26


Asean University International akan Hadir Pembangunannya di Phnom Penh Kamboja, Ini Kata Prof Dr Suhendar 

Kamboja - forumRiau.com: Asean University International terus kembangkan eksistensinya di berbagai negara Asean. Setel ah sukses hadir di Malaysia, keberadaan Universitas ini juga dipastikan akan membangun gedungnya di Negara Kamboja.

Hal tersebut dibenarkan oleh Presiden Asean University International Prof Dr Suhendar SE SH LLM, saat dihubungi forumriau, Senin 24/8/2026. 

"Benar, saya sekarang sedang di Kamboja bersama rekan rekan Asean University International Malaysia dan Kamboja. Kami sudah sepakat untuk membangun gedung Asean University International di Kamboja. Tempat dan lokasi bangunan sudah positif untuk dilakukan tahap pembangunannya," jawab Prof Dr Suhendar. 

Lebih lanjut, Prof Dr Suhendar katakan, Asean University International dibangun di kota Phnom Penh yang merupakan ibukota Kamboja. Pembangunan ini sebagai Pengembangan dari Asean University International Malaysia dengan Akreditasi International dari Eropa yaitu European Association For Higher Education Advancement (EAHEA ACCREDITED) dan IAO ( International Accreditation Organitation) yang berpusat di America Serikat.

"Meskipun secara pembelajaran selama ini bisa secara online, namun kehadiran Gedung Asean University International di Kamboja akan tetap dibangun sebagai eksistensinya di negara negara Asean tentunya. Oleh karenanya, saya bersama teman teman telah membuat kesepakatan bersama untuk pembangunan gedung ini," jelas Prof Dr Suhendar.

Menurutnya, kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh DR.CHHOR BONAVY dari Lawfirm DHI Kamboja sebagai Lawyer Kamboja. Sedangkan Prof Dr Suhendar didampingi oleh YTM Sri Sultan Daeng Sri Rama Megat Raja Hadzlie Adlan  Bin YM Raja Jamaliah selaku Ketua Yayasan Megat Raja Keraton Nusantara dan YAM Sri Sultan Bendahara Dato DR Tengku Zainal Abidin Bin Moh Yusuf selaku Bendahara Yayasan Megat Raja Keraton Nusantara.

"Perwakilan dari Kamboja adalah Dato DR. H.E. SARY MAEURSOTY selaku Direktur Asean University International Kamboja. Kesepakatan ini langsung disaksikan bersama Dr.Chhor Bonavy dari Lawfirm DHI Kamboja sebagai Lawyer perwakilan Kamboja. Saya didampingi oleh YTM Sri Sultan Daeng Sri Rama Megat Raja Hadzlie Adlan Bin YM Raja Jamaliah selaku Ketua Yayasan Megat Raja Keraton Nusantara dan YAM Sri Sultan Bendahara Dato DR Tengku Zainal Abidin Bin Moh Yusuf selaku Bendahara Yayasan Megat Raja Keraton Nusantara," pungkas Prof Dr Suhendar.

Untuk diketahui, jelas Prof Dr Suhendar, Asean University International punya Prioritas Study Program Economi, Parawisata, Budaya dan Tourism.*** Penulis: Suryadi 

Ini kata Panglima Di raja Air tiris Melayu Kampar Azmi di Haul ke 5 Kesultanan Diraja Air Tiris Melayu Kampar

forumriau.com 20.8.26

Uploaded Image

PEKANBARU - FORUMRIAU.COM - Suasana penuh khidmat, semangat persaudaraan, dan kebanggaan adat Melayu mewarnai perayaan Haul ke-69 Raja Kerajaan Air Tiris Melayu Kampar, Prof. Dr. T.S.Y.M Sultan TBA H.M Yunus Abdullah Rahmatsyah Al-Hajj.

Acara sakral tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Istana Hinggap, komplek Rumah Makan Pondok H. M. Yunus, Jalan Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru, Riau.

Perayaan Haul ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa dan kepemimpinan Raja Air Tiris, namun juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar bangsa serumpun dan tokoh adat se-Nusantara.

Kehadiran tamu internasional menjadi bukti kuatnya eksistensi Kerajaan Air Tiris Melayu Kampar di mata dunia. Acara tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan Kedutaan Besar dari berbagai negara sahabat.

Panglima Diraja Air Tiris Melayu Kampar, Dr. Ali Azmi, MA, saat diwawancarai awak media mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran para duta besar tersebut.

"Kegiatan ini dihadiri oleh Kedutaan Besar dan perwakilan dari negara Malaysia, Singapura, Thailand, India dan Duta Besar Bangladesh. Alhamdulillah mereka hadir memberikan ucapan selamat terhadap Raja di Raja Air Tiris Melayu dan Haul Raja," ujar Dr. Ali Azmi.

Menurutnya, Haul Kesultanan Diraja Air Tiris Melayu Kampar ke 5 dan sekaligus ulang tahun ke-69 Paduka Raja H.M Yunus ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar peringatan adat. Di sela-sela acara, turut digelar pertemuan penting yang membahas masa depan adat dan kerjasama strategis.

"Selain pembicaraan Kerapatan Adat dan Kesultanan se-Indonesia, juga membicarakan perusahaan-perusahaan multinasional yang ada hubungannya kerjasama dengan Malaysia dan Singapura," jelasnya.

Pertemuan tersebut difokuskan untuk membangun sinergi yang berkelanjutan, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga mencakup aspek-aspek fundamental kehidupan masyarakat.

"Kerjasama yang baik dalam kehidupan sosial budaya dan lingkungan, bidang ilmu pengetahuan dan sebagainya," pungkas Azmi.


Perayaan Haul ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi Kerajaan Air Tiris Melayu Kampar untuk terus menjaga marwah adat Melayu, serta menjadi jembatan penghubung kerjasama internasional yang membawa manfaat bagi masyarakat Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya.*** Penulis: Syapriadin 

Raja Pakuan Nusantara Gaungkan Pesan Persatuan di Haul ke-69 Raja Prof. Dr. M. Yunus di Kerajaan Air Tiris

forumriau.com 20.8.26


Uploaded Image


FORUMRIAU.COM - PEKANBARU -  Suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan mewarnai perayaan Haul  ke-69, Diraja Kerajaan Air Tiris Melayu Kampar Profesor, Doktor, TSYDM, Sultan, TBA H.M Yunus Abdullah Rahmatsyah Al Hajj, Kamis 20/8/2026 di Istana Hinggap Kesultanan Diraja Air Tiris Melayu Kampar, Pondok Patin, Pekanbaru.


Acara digelar dihadiri oleh berbagai tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri.

Salah satu tokoh yang hadir memberikan sambutan adalah Raja Pakuan Nusantara, Bogor, Prof Dr Suhendar SE SH LLM. Di kesempatan itu Prof Dr Suhendar sampaikan apresiasi dan perhatian khusus atas kehadiran kesultanan dan kerajaan yang ada di Nusantara, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di atas segalanya.

"Saya datang atas undangan dalam hal ini dan sekaligus ulang tahun ke-69 dari Bapak Profesor yang mulia Raja Profesor Doktor Muhammad Yunus. Dalam usia yang ke-69 saya lihat kematangannya memang sudah cukup dan insya Allah yang saya inginkan, semoga kita semua dalam keadaan sukses dan saling membantu," lanjutnya.

Menurutnya, perpecahan adalah hal yang paling mudah terjadi, namun membangun dan merawat persatuan adalah pekerjaan yang amat sulit.

"Karena kita ini kalau tanpa ada kebersatuan maka ada perpecahan. Kalau perpecahan sangat mudah, tapi mencari kesatuan untuk bersatu itu amat sangat susah," tegasnya.

Ia mengaku bangga dengan apa yang telah dilakukan Kerajaan Air Tiris dalam upaya menyatukan umat. Ia juga menyoroti betapa istimewanya acara tersebut karena berhasil mendatangkan berbagai tokoh lintas negara.

"Saya bangga dengan Kerajaan Air Tiris untuk menyatukan umat hari ini. Saya ucapkan selamat. Dari berbagai sektor sudah pada datang, tamu-tamu ada yang dari luar negeri, Duta Besar Bangladesh dan sebesar-besar yang lain, juga ada dari Raja India pun ada," ungkapnya.

Kehadiran kembali kerajaan-kerajaan adat, menurutnya, bukanlah untuk membuat negara di dalam negara. Melainkan sebagai warisan leluhur yang wajib dijaga dan dilestarikan untuk mempererat tali persaudaraan lintas daerah dan lintas negara.

"Saya rasa ini adalah kerajaan yang memang dulu kita sudah tidak diakui lagi, tapi mudah-mudahan dengan timbulnya kerajaan-kerajaan ini hadir, maka kita mempererat saudara kita. Saya yang tidak pernah ke Riau jadi bisa ke Riau. Yang tidak punya saudara di Riau jadi punya saudara di Riau, yang tidak punya di Malaysia jadi kita punya di Malaysia, yang mau ke Bangladesh kita juga punya saudari Bangladesh. Nah inilah mungkin arti daripada persaudaraan kita di kerajaan ini," pungkasnya.*** Penulis: Syapriadin 

Kado HUT Ke-81 RI, Personel Ditlantas Polda Riau Turut Harumkan Nama Indonesia Bersama Tim Karate Bhayangkara Presisi Polri Rebut 5 Medali di Thailand

forumriau.com 18.8.26


Kado HUT Ke-81 RI, Personel Ditlantas Polda Riau Turut Harumkan Nama Indonesia Bersama Tim Karate Bhayangkara Presisi Polri Rebut 5 Medali di Thailand


Pekanbaru - forumRiau — Kado istimewa dipersembahkan insan olahraga Polri untuk bangsa Indonesia menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tim Karate Bhayangkara Presisi (KBP) Polri sukses mengukir prestasi pada ajang 16th Thailand Open Karate Championship 2026 di Bangkok, Thailand, dengan memboyong tiga medali emas dan dua medali perunggu. Selasa ( 18/08/26 )


Prestasi tersebut menjadi bukti semangat, disiplin, kerja keras, dan dedikasi para atlet Polri dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Tim Karate Bhayangkara Presisi berada di bawah asuhan Prof. Hermawan Sulistyo (Prof. Kikiek).


Keberhasilan ini juga sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., agar para atlet anggota Polri terus mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi di tingkat internasional, sekaligus membawa nama baik institusi dan Indonesia.


Lima medali tersebut dipersembahkan oleh putra-putri terbaik Polri. BRIPDA Salma Aulia dari Baharkam Polri meraih medali emas, BRIPDA Ni Komang Astrid Aulia dari Polda Bali meraih medali emas, BRIPDA Farhan Al Amin dari Polda Sumatra Barat meraih medali emas, BRIPTU Jessica Tety Debora dari Subdit Regident Ditlantas Polda Riau meraih medali perunggu, serta BRIPDA Muhammad Gibran dari Polda Sulawesi Selatan meraih medali perunggu.


BRIPTU Jessica, Personel Ditlantas Polda Riau, Turut Harumkan Nama Indonesia


Salah satu atlet yang turut memberikan kontribusi dalam prestasi tersebut adalah BRIPTU Jessica Tety Debora, personel Subdit Regident Ditlantas Polda Riau sekaligus bagian dari Tim Karate Bhayangkara Presisi Polri.


Medali perunggu yang diraih Jessica menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Polda Riau, khususnya Ditlantas Polda Riau. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa personel Polri mampu menjalankan tugas kepolisian sekaligus mengembangkan potensi diri dan berprestasi hingga tingkat internasional.


Jessica menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili Polri dan Indonesia di ajang internasional tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan mewakili Polri dan Indonesia di ajang internasional ini. Medali ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, latihan, serta dukungan dari pelatih, pimpinan, rekan-rekan, dan keluarga,” ujar Jessica.


Menurut Jessica, perjuangan di arena pertandingan bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga tentang membawa nama baik Indonesia dan institusi Polri.


“Bisa membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional adalah sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Saya akan terus berlatih dan berusaha memberikan prestasi terbaik untuk Polri, khususnya Polda Riau,” tambahnya.


Kapolda Riau Apresiasi Prestasi Personel


Prestasi Jessica mendapat apresiasi dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Ia menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan personel Polda Riau yang telah membawa nama baik institusi dan Indonesia di arena olahraga internasional.


Kapolda Riau menilai capaian tersebut merupakan buah dari dedikasi, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.


“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada BRIPTU Jessica Tety Debora atas prestasi yang telah diraih. Medali perunggu di ajang internasional merupakan sebuah kebanggaan bagi Polda Riau dan tentunya bagi Indonesia,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan.


Ia juga berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Jessica dan personel lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.


“Teruslah berlatih, jangan cepat berpuas diri, dan jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk meraih capaian yang lebih tinggi di masa mendatang,” pesannya.


Dirlantas Polda Riau: Kami Terus Support SDM yang Berprestasi


Apresiasi juga disampaikan Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H. Di bawah kepemimpinannya, Ditlantas Polda Riau terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi sumber daya manusia, termasuk personel yang memiliki kemampuan dan prestasi di bidang olahraga.


“Kita terus support SDM kita yang berprestasi, khususnya di bidang olahraga, baik seni bela diri maupun bidang lainnya. Rasa bangga kami jelas. Terlebih prestasi ini diraih bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Menurut Dirlantas, prestasi yang diraih Jessica bersama Tim Karate Bhayangkara Presisi merupakan kebanggaan bagi institusi sekaligus menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan.


“Kita ingin SDM Polri terus berkembang, memiliki kemampuan yang unggul, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi institusi maupun bangsa. Prestasi seperti ini harus menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus berprestasi,” tambahnya.


Rasa syukur dan kebanggaan atas prestasi tersebut tampak dari Dirlantas Polda Riau. Bagi Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolresta Pekanbaru, keberhasilan BRIPTU Jessica di pentas internasional merupakan capaian yang patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bersama.


Prestasi BRIPTU Jessica bersama Tim Karate Bhayangkara Presisi Polri sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan SDM Polri tidak hanya berorientasi pada profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga memberikan ruang bagi personel untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan prestasi.


Capaian tiga medali emas dan dua medali perunggu tersebut menjadi persembahan istimewa bagi Merah Putih di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Dari Bangkok untuk Indonesia, BRIPTU Jessica dan Tim Karate Bhayangkara Presisi Polri menghadirkan prestasi sebagai kado bagi Ibu Pertiwi, kebanggaan bagi Polri, serta inspirasi bagi seluruh personel untuk terus berprestasi dan mengabdi.(***)

Denda Pajak Dihapus Berlaku hingga 31 Agustus, Kesempatan bagi Kendaraan yang Menunggak PKB Bertahun-tahun

forumriau.com 11.8.26


Denda Pajak Dihapus Berlaku hingga 31 Agustus, Kesempatan bagi Kendaraan yang Menunggak PKB Bertahun-tahun

PEKANBARU – Jangan sampai terlewat. Masyarakat Riau yang masih memiliki tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kini mendapat kesempatan untuk menyelesaikan kewajibannya dengan lebih ringan.

Pemerintah Provinsi Riau bersama Pembina Samsat Provinsi Riau menghadirkan program pemutihan PKB berupa penghapusan sanksi administratif atau denda pajak kendaraan yang berlaku serentak di seluruh unit pelayanan Samsat se-Provinsi Riau.

Program tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026, dalam rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Riau.

Program ini menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya pemilik kendaraan yang memiliki tunggakan pajak, untuk segera menyelesaikan kewajibannya sebelum masa pemutihan berakhir.

PS. Kasubdit Regident Ditlantas Polda Riau Kompol Vino Lestari mengatakan program pemutihan tersebut merupakan bentuk kemudahan yang diberikan Pembina Samsat Provinsi Riau kepada masyarakat.

“Selama bulan Agustus, terhitung mulai 1 sampai 31 Agustus, kami dari Pembina Samsat Provinsi Riau yang terdiri dari Bapenda, kepolisian dan Jasa Raharja melaksanakan program pemutihan,” kata Kompol Vino, Senin (10/08/2026).

Denda Pajak Dihapus

Kompol Vino menjelaskan, dalam program pemutihan tersebut masyarakat memperoleh penghapusan sanksi administratif berupa denda pajak kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemudahan ini juga menjadi peluang bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak selama beberapa tahun untuk kembali menyelesaikan kewajibannya.

“Misalnya ada masyarakat yang belum membayar pajak selama lima tahun, pada periode pemutihan ini diberikan kesempatan untuk membayar pajak tahun terakhir dan pajak berjalan, sementara denda pajaknya dihapuskan,” jelasnya.

Menurut Kompol Vino, masyarakat sebaiknya tidak menunggu hingga mendekati hari terakhir pelaksanaan program.

“Ini momen yang tepat dan sangat bagus bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pembayaran pajak di tahun-tahun sebelumnya untuk segera memanfaatkan program pemutihan ini,” ujarnya.

Jam Pelayanan Samsat Diperpanjang

Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah masyarakat yang memanfaatkan program pemutihan, Pembina Samsat Provinsi Riau juga melakukan penambahan jam pelayanan.

Jika sebelumnya pelayanan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB, selama program pemutihan pelayanan diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB.

Perpanjangan waktu tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan.

“Secara kasat mata kita melihat animo masyarakat cukup tinggi. Sejak program pemutihan dilaksanakan, terlihat adanya peningkatan jumlah masyarakat yang datang ke Samsat untuk melaksanakan proses pembayaran pajak,” ungkap Kompol Vino.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pemilik kendaraan roda dua yang datang memanfaatkan program tersebut. Kendati demikian, pihaknya masih melakukan pengecekan data untuk mengetahui jenis kendaraan yang paling dominan memanfaatkan program pemutihan.

Jangan Tunggu Sampai Hari Terakhir

Ditlantas Polda Riau bersama Pembina Samsat Provinsi Riau kembali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

Dengan adanya penghapusan denda dan tambahan waktu pelayanan, masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan dapat menyelesaikan kewajibannya dengan beban yang lebih ringan sesuai ketentuan program.

Program pemutihan PKB ini hanya berlaku 1–31 Agustus 2026.

Jangan tunggu sampai hari terakhir. Segera manfaatkan program pemutihan PKB dan selesaikan kewajiban pajak kendaraan Anda selama kesempatan masih terbuka.***

Bangun Infrastruktur Hingga PAC, Ini Kata DPW PBB Riau Usai Rakernas PBB 2026

forumriau.com 29.7.26


Bangun Infrastruktur Hingga PAC, Ini Kata DPW PBB Riau Usai Rakernas PBB 2026

Pekanbaru - forumRiau.com: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Riau, terus menyempurnakan dan merampungkan dewan pengurusnya dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang) hingga Ranting. Hal ini menyusul instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB yang telah sukses menggelar Rakernas pada 15-18 Juli 2026 silam. 

"Ya, di Rakernas dan Bimtek yang dilaksanakan DPP PBB dalam rangka Milad ke 28 Tahun PBB tahun ini, kita juga menerima instruksi teknis agar setiap DPW menyusun kepengurusan hingga tingkat PAC. Kita DPW PBB Riau, telah laksanakan hal ini secara bertahap, menyusul telah rampungnya DPC 12 Kabupaten kota se Riau," ungkap Sekretaris DPW PBB Riau, Al Irsyad, Rabu 29/7/2026 di Pekanbaru. 

Menurut Al Irsyad, hal tersebut dilakukan karena salah satu hasil keputusan strategis dari Rakernas PBB 2026, adalah penguatan infrastruktur partai hingga tingkat akar rumput dan peningkatan soliditas kader.

"Hasil rakernas 2026, dan juga seperti yang disampaikan Ketum kita Pak Yuri Kemal Fadlullah, bahwa setiap DPW hingga DPC, harus melakukan penguatan infrastruktur partai hingga tingkat akar rumput dan peningkatan soliditas kader. Alhamdulillah DPW PBB Riau telah melaksanakannya secara maraton hingga tingkat PAC, kecamatan ya, dan tentunya ini akan diduplikasi hingga ke akar rumput di semua daerah," jelas Al Irsyad.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua DPW PBB Riau Syafril Koto, bahwa dengan telah rampungnya SK untuk setiap DPC 12 Daerah se Riau, maka instruksi DPP PBB hasil rakernas tersebut akan dilaksanakan setiap DPW bersama DPC bahu membahu membangunnya hingga tingkat PAC dan akar rumput.

"Pada rakernas PBB tahun ini ya, semua kader dapat program dan motivasi tersendiri ya untuk kokohkan infrastruktur partai. Khusus kita di DPW PBB Riau, kita telah berjalan untuk rampungkan PAC bersama komitmen tiap DPC 12 kabupaten kota tentunya," tutup Syafril Koto.*** Penulis: Suryadi 

Ini Kata Menag Saat Resmikan Masjid di Kanwil Kemenag Riau

forumriau.com 27.6.26


Ini Kata Menag Saat Resmikan Masjid di Kanwil Kemenag Riau 


Pekanbaru - forum Riau.com: Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. secara resmi meresmikan Masjid Amal Ikhlas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Sabtu (27/6/2026) di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau.


Di momen tersebut Menag RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi harus berkembang menjadi meeting point peradaban, pusat pencerahan, penguatan umat, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

 

"Dimana ada masjid, di situ ada keberkahan. Di situ ada kerumunan malaikat, tempat berkumpulnya para hamba Allah. Masjid harus menjadi meeting point peradaban umat," tegas Menteri Agama di hadapan jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, dan tamu undangan, saat memberikan sambutannya. 

 

Menteri Agama juga sampaikan rasa syukur atas bertambahnya rumah Allah di pusat Kota Pekanbaru. Menurutnya, keberadaan Masjid Amal Ikhlas menjadi penanda lahirnya ruang baru bagi penguatan spiritual dan peradaban umat.

 

"Hari ini bertambah lagi rumah Allah di jantung Kota Pekanbaru. Bertambah lagi satu bintang kejora yang akan menerangi kehidupan umat," ujar Menag.

Ia berharap Masjid Amal Ikhlas tidak hanya ramai saat pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan intelektual dan pengembangan wawasan keislaman. Karena, masyarakat saat ini semakin memiliki ketertarikan untuk mendalami ilmu agama, termasuk berbagai kajian tentang mukjizat Al-Qur'an.

 

"Kita perlu menghadirkan diskusi-diskusi ilmiah, menghadirkan para pakar, karena masyarakat saat ini semakin tertarik mendalami mukjizat Al-Qur'an. Masjid harus menjadi pusat pencerahan, pusat kecerdasan, dan pusat moderasi umat," ungkapnya.

 

Menteri Agama juga mengingatkan bahwa sejarah peradaban Islam menunjukkan fungsi masjid yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah ritual.

 

"Kalau kita melihat perjalanan Rasulullah SAW, beliau tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga memberikan perhatian besar pada penguatan dan pemberdayaan umat lainnya, seperti untuk membangun, menguatkan, dan memberdayakan umat. Karena itu, masjid harus menjadi pusat penguatan umat," jelasnya.

 

Meski kapasitas Masjid Amal Ikhlas tidak terlalu besar, Menag optimistis keberadaannya dapat melahirkan kekuatan besar bagi masyarakat.

 

"Kalau perlu terus ditingkatkan agar jamaahnya semakin ramai, terutama pada salat Jumat. Walaupun ruangnya terbatas, tetapi dari tempat yang terbatas ini bisa lahir kekuatan umat yang luar biasa," katanya.

 

Menutup arahannya, Menteri Agama mengingatkan bahwa membangun masjid sejatinya adalah membangun masa depan peradaban umat.


"Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga. Karena itu, membangun masjid bukan sekadar membangun bangunan, tetapi membangun peradaban," pungkas Menteri Agama.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Amal Ikhlas merupakan hasil kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen.

 

"Masjid Amal Ikhlas dibangun dari dana swadaya ASN Kementerian Agama, dukungan masyarakat, dan para donatur yang memiliki semangat yang sama dalam membangun rumah Allah," jelas Muliardi.

Ia berharap keberadaan Masjid Amal Ikhlas dapat menjadi simbol pengabdian dan integritas ASN Kementerian Agama dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

 

"Dengan hadirnya Masjid Amal Ikhlas ini, kami berharap seluruh ASN Kementerian Agama menjadikannya sebagai simbol dalam menjalankan tugas sehari-hari, memperkuat spiritualitas, integritas, dan semangat pelayanan kepada umat," ujarnya.

 

Muliardi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama RI atas dukungan dan perhatian terhadap pembangunan serta pengembangan kehidupan keagamaan di Provinsi Riau.

 

Usai menyampaikan sambutan dan arahan, Menteri Agama RI didampingi Kepala Kanwil Kemenag Riau melakukan penandatanganan prasasti peresmian, dilanjutkan dengan pembukaan selubung nama Masjid Amal Ikhlas sebagai tanda resmi beroperasinya masjid tersebut. 

 

Menteri Agama kemudian melakukan peninjauan langsung ke seluruh area Masjid Amal Ikhlas, sekaligus melihat fasilitas dan sarana pendukung yang telah disiapkan untuk mendukung kegiatan ibadah, kajian keagamaan, dan aktivitas pembinaan umat.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, para pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI), Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, para Kepala Madrasah Negeri se-Kota Pekanbaru, Kepala Kantor Urusan Agama se-Kota Pekanbaru, tokoh agama, tokoh masyarakat, H. Asril Awaloeddin dan H Ibnu Mas’ud serta seluruh ASN di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama, sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya Masjid Amal Ikhlas yang diharapkan menjadi pusat pencerahan, penguatan moderasi beragama, serta meeting point peradaban umat di Provinsi Riau. (Rilis) ***

Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas sebagai Tersangka Korporasi Kasus Dugaan Perusakan Hutan dan Sempadan Sungai di Pelalawan, Peran Malinton Purba SH Jadi Sorotan!

forumriau.com 19.5.26

Uploaded Image



FORUMRIAU.COM - JAKARTA -- Upaya Penegakan Hukum (Gakkum) terhadap Kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Wilayah Hukum (Wilkum) Polda Riau maupun di Wilayah Administratif Provinsi Riau kembali menunjukkan Perkembangan yang cukup Signifikan.

Polda Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Resmi menetapkan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Musim Mas sebagai Tersangka Korporasi dalam Kasus dugaan Perusakan Kawasan Hutan dan Pelanggaran Sempadan Sungai di Kabupaten Pelalawan.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan S.IK mengungkapkan bahwa Proses Penyidikan menemukan indikasi kuat adanya Aktivitas Pembukaan dan Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit yang telah Merusak Ekosistem di sekitar Sungai Air Hitam.

Kerusakan tersebut bahkan sudah menimbulkan banyak Kerugian Ekologis yang ditaksir mencapai Nilai Rp.187,8 Miliar.

Uploaded Image

“Kasus ini mulai teridentifikasi sejak Januari 2025, sementara aktivitas di Lapangan diduga kuat telah berlangsung sejak tahun 2022. Setelah Laporan dari Asosiasi Penyelamat Lingkungan dan Hutan Indonesia (APLHI) Riau pada Desember 2025, kami langsung melakukan Penyidikan berbasis ilmiah,” ujar Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, pada hari Senin (18/05/2026).

Dari hasil Penyelidikan (Lidik) Perusahaan milik Taipan yang berkantor pusat di Negara Singapura itu diduga kuat telah Melanggar ketentuan jarak aman Perkebunan dengan badan sungai. Aturan mewajibkan minimal 50 meter dari tepi sungai, namun di Lapangan ditemukan Tanaman Pohon Kelapa Sawit hanya berjarak sekitar 2 hingga 5 meter saja dari Sungai Air Hitam di Kabupaten Pelalawan.

Kondisi tersebut sangat Memperparah Kerusakan Lingkungan. Pembukaan Lahan yang terbukti sudah Menghilangkan Vegetasi Alami menyebabkan erosi berat, Penurunan Struktur Tanah, hingga terjadinya Longsor di sepanjang Sempadan Sungai dengan kedalaman mencapai 1 sampai 2 meter.

Selain itu, Lahan yang dikelola juga diduga kuat Tumpang Tindih dengan Kawasan Hutan dan Area Konservasi seluas sekitar 29 Ribu Hektar. Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau tegas menyebutkan, bahwa Hasil Uji Laboratorium menunjukkan adanya Parameter Kerusakan Tanah, yang telah melampaui ambang batas baku mutu Lingkungan. Temuan tersebut Langsung memperkuat dugaan adanya dampak Ekologis Serius akibat aktivitas perkebunan tersebut.

Hingga saat ini, Selasa (19/5/2026)  Penyidik Subdit terkait di Ditreskrimsus Polda Riau telah berhasil Memeriksa 13 orang Saksi dan 8 orang Ahli, termasuk Ahli Pemetaan, Ahli Kerusakan Tanah serta Ahli Hukum Pidana. Selain itu, sebanyak 30 Dokumen penting turut serta disita sebagai Barang Bukti (BB), mulai dari Dokumen AMDAL, Legalitas Perusahaan, hingga 17 item Hasil Uji Laboratorium.

Atas Perbuatan Pelanggaran Hukum tersebut, PT Musim Mas dijerat dengan Pasal Berlapis, yakni Pasal 98 ayat (1) jo Pasal 99 ayat (1) jo Pasal 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman Hukuman dalam Perkara yang dimaksud sudah mencakup Pidana Penjara hingga 10 tahun Penjara serta Denda Korporasi maksimal mencapai Rp.10 Miliar.

Menanggapi Perkembangan Kasus tersebut, Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau sekaligus dikenal sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran, Larshen Yunus menegaskan bahwa Langkah Polda Riau dalam menetapkan PT Musim Mas sebagai Tersangka Korporasi harus di-ikuti dengan Penetapan Tersangka terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab secara langsung di internal Perusahaan.

Menurut Relawan Prabowo Gibran itu, Polda Riau Wajib Menunjukkan Keseriusan dalam rangka Penegakan Hukum pada Aspek Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perkebunan dengan Menetapkan Tersangka terhadap para Pimpinan Perusahaan, Direksi, hingga Jajaran Manajemen PT Musim Mas yang diduga kuat terlibat maupun mengetahui Praktik Haram Pelanggaran tersebut.

“Penetapan Tersangka Wajib dilakukan, sebagai Bukti Keseriusan Aparat Penegak Hukum dan hadirnya Kepastian Hukum di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai Hukum hanya berhenti pada Status Korporasi semata, sementara aktor-aktor yang berada di balik dugaan Kejahatan Lingkungan itu tidak disentuh,” tegas Larshen Yunus, Ketua KNPI Provinsi Riau, kepada para awak media melalui siaran persnya hari ini juga, Selasa 19 Mei 2026.

Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik Larshen Yunus juga secara khusus meminta, agar bila diperlukan dalam rangka Kepastian Hukum, Polda Riau segera menetapkan Malinton Purba SH selaku Manager Humas dan Legal PT Musim Mas sebagai Tersangka, karena diduga kuat dan dianggap turut serta menutup-nutupi informasi terkait dugaan Pelanggaran Hukum yang dilakukan Perusahaan.

“Saudara Malinton Purba SH mesti bertanggung jawab atas seluruh Permasalahan tersebut, yang bersangkutan adalah Corong informasi Perusahaan di hadapan masyarakat luas. Jika selama ini ada upaya Spekulasi menutup-nutupi fakta-fakta Pelanggaran Kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terjadi, maka hal tersebut harus dipertanggungjawabkan secara Hukum,” ujar Ketua KNPI Riau Larshen Yunus.

Aktivis Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perkebunan itu menilai, bahwa Kasus dugaan Perusakan Hutan, Kejahatan Lingkungan dan Sempadan Sungai itu tidak bisa dipandang sebelah mata, yakni hanya sebagai Persoalan Administratif biasa saja, melainkan juga telah masuk dalam Kategori Kejahatan Lingkungan yang sangat berdampak luas terhadap Ekosistem, Kehidupan Masyarakat sekitar dan masa depan Generasi muda mendatang.

Aktivis Larshen Yunus juga mengingatkan, bahwa Proses Penegakan Hukum terhadap Korporasi besar harus benar-benar dilakukan secara Transparan, Profesional dan Tanpa Tebang Pilih, agar Kepercayaan Publik terhadap institusi Penegak Hukum tetap terjaga.

“Kita mendukung penuh Langkah Ditreskrimsus Polda Riau, namun Proses Hukum itu jangan hanya berhenti di tengah jalan. Semua pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan Korporasi, Negara harus berani melawan para Mafia, Komprador dan Penjahat Lingkungan Hidup dan Kehutanan!,” tegas Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu.

Sementara disatu sisi, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan Menegaskan lagi, bahwa Proses Hukum akan terus dikawal hingga tahap Pelimpahan Berkas Perkara ke Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau (P-21).

Direktur Reskrimsus Polda Riau itu juga menekankan, bahwa Kasus tersebut menjadi Peringatan Keras bagi para Pelaku Usaha Perkebunan Kelapa Sawit, HTI dan Karet di Riau, agar tidak mengabaikan Aspek Kelestarian Lingkungan.

“Negara Harus Hadir memastikan tidak ada Korporasi yang merusak Lingkungan demi Keuntungan sepihak. Hal ini adalah Komitmen kami untuk menjaga Kelestarian Lingkungan dan Kehutanan di Wilayah Hukum Polda Riau dan di Wilayah Administratif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, terutama bagi para Generasi Muda mendatang,” tegas Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, seraya menutup pernyataan persnya. (*)

Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan

forumriau.com 30.4.26


Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan 

Pekanbaru - Anggota DPRD kota Pekanbaru, Mona Sri Wahyuni SE, AK mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus (Dewan Pimpinan Wilayah) DPW PAN (Partai Amanat Nasional) serta 12 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) se Riau, Rabu 29/4/2026 di Pekanbaru.

"Sebagai kader PAN, tentu kita bangga dan ucapkan selamat atas pelantikan pengurus PAN se Riau yang berlangsung meriah dan sangat istimewa ini, seperti yang disampaikan juga oleh Ketum kita, bapak Zulkifli Hasan yang hadir dan melantik semua pengurus," kata Mona Sri Wahyuni yang juga Ketua Bundo Kanduang IKM (Ikatan Keluarga Minang) Riau ini saat dijumpai media, usai acara pelantikan pengurus PAN se Riau tersebut.

Menurut anggota DPRD Pekanbaru, Dapil V, Kecamatan Marpoyan Damai ini, kehadiran Ketum Zulhas (Zulkifli Hasan) yang juga Menko Pangan RI, serta jajaran pengurus DPP PAN, jadi motivasi dan semangat terbarukan bagi semua kader PAN, terkhusus dirinya pribadi sebagai kader yang diberi amanat duduk di legislatif DPRD Pekanbaru saat ini.

"Ini jadi motivasi dan semangat terbarukan bagi kita sebagai kader PAN. Apalagi pesan dari Ketum bapak Zulkifli Hasan dan juga dari Ketua DPW PAN Riau, Pak Sahidin, memberikan pidato politiknya yang visioner untuk suksesnya PAN di Pemilu 2029 yang akan datang. Sekali lagi saya ucapkan selamat dan terimakasih untuk semuanya yang berperan untuk acara ini terlaksana dengan baik," kata Mona.

Pelantikan pengurus PAN se Riau yang langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PAN, Zulkifli Hasan itu dihadiri ribuan kader partai berlambang Matahari Terang itu di GOR (Gelanggang Olah Raga) Remaja, jalan Sudirman Pekanbaru. 

Apalagi Zulhas (Zulkifli Hasan) dengan tegas menyatakan bahwa pelantikan pengurus PAN di Riau ini paling meriah dan istimewa se Indonesia yang dihadiri oleh kader-kader PAN dari pusat dari kalangan selebriti nasional, seperti Eko Patrio, Uya Kuya, Pasha Ungu dan Siti KDI.

Zulhas berpesan dalam pidato politiknya, suksesi PAN Riau 2029 sangat ditentukan oleh kerja keras dan kekompakan semua kader berbuat terbaik untuk rakyat. 

"Pemilu atau tidak Pemilu, semua kader PAN harus berbuat terbaik untuk rakyat. Apa yang mereka sudah lakukan, membuat perubahan, membuat masyarakat senang, lebih baik, misalnya harga pangan, irigasi, MBG nya sudah belum, bansosnya, intinya bantu rakyat," jawab Zulhas dikonfirmasi wartawan usai acara tersebut.***

Penulis: Suryadi (Surya Koto)

 

Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

forumriau.com 5.3.26




FORUMRIAU.COM - PEKANBARU -Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Syahardiantono mengingatkan seluruh pihak, baik perorangan maupun korporasi, agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam membuka area perkebunan atau aktivitas lainnya. 

Ia menegaskan aparat penegak hukum akan menindak tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Peringatan tersebut disampaikan Komjen Syahardiantono usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional 2026 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).

Apel siaga tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI Djamari Chaniago, dan turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu, serta unsur Forkopimda, Basarnas, BMKG, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.



Dalam kesempatan tersebut, Syahardiantono menegaskan bahwa Polri melalui Satgas Karhutla di seluruh jajaran Polda telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui pemantauan titik panas (hotspot), patroli lapangan, serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan kebakaran.

"Di Polri kami sudah membentuk Satgas Karhutla. Karena setiap tahun peristiwa ini berulang, maka setiap Polda memiliki Satgas Karhutla dengan posko yang memantau hotspot, melakukan patroli, serta sosialisasi pencegahan kepada masyarakat. Di sisi lain kami juga melakukan penegakan hukum," ujar Syahardiantono.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Polri hingga tahun 2026 ini telah tercatat 20 laporan polisi terkait kasus Karhutla dengan total 21 orang tersangka.

"Paling banyak itu di wilayah Polda Riau dan Polda Kalimantan Barat," ungkapnya.

Khusus di Provinsi Riau, Kabareskrim mengapresiasi kinerja Polda Riau dalam melakukan penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data yang dihimpun Polda Riau, sepanjang tahun 2025 tercatat 61 kasus Karhutla dengan 70 orang tersangka. Sementara pada tahun 2026 hingga saat ini tercatat 12 kasus dengan 13 orang tersangka.

"Polda Riau sangat bagus. Kalau tidak salah tersangkanya sudah 13 orang. Kami berharap tidak bertambah lagi, tapi kalau ada tentu harus kita tindak tegas," kata jenderal bintang tiga ini.

Ia kembali mengingatkan masyarakat maupun pihak korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang dapat diproses secara pidana.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, baik perorangan maupun korporasi, jangan sekali-kali melakukan pembakaran hutan. Karena pasti akan kita tindak tegas. Undang-undangnya jelas," tegasnya.

Menurutnya, penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku perorangan, tetapi juga korporasi apabila terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.



"Perorangan maupun korporasi. Jadi tidak ada lagi alasan itu tidak sengaja. Kalau di hutan pasti kita akan cari unsur kesengajaannya," ujarnya.

Apel kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Provinsi Riau. []