Terkait LKBB, LIN Riau: Pecat Kepsek SMAN Plus Edi Sutono
Pekanbaru - forumriau.com : Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPD Riau, Toni Supriadi, menyayangkan pernyataan kepala sekolah SMAN Plus Riau, Edi Sutono, "Enak nyari 100 juta" terkait acara Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) di sekolah favorit provinsi Riau tersebut.
Menurut Toni, sebagai Kepala Sekolah, Edi Sutono seharusnya menjaga ucapan layaknya tenaga pendidik, bukan seperti azas manfaat jabatan yang disandangnya saat ini.
"Sekolah negeri itu milik rakyat, kepala sekolah dan guru-guru digaji oleh rakyat. Jika ada indikasi memanfaatkan jabatannya memperkaya diri sendiri, entah apapun alasan dan agenda di belakangnya, perlu diusut. Pernyataan "Enak nyari 100 juta" terkait acara LKBB itu perlu ditelusuri. Ada indikasi dia menikmatinya nggak tu?," kata Toni balik bertanya.
Menurut Toni, tak layak seorang kepala sekolah menyampaikan hal tersebut jika ada acara agenda untuk konteks pendidikan bagi siswa siswi, apalagi tujuannya untuk pembinaan akhlak dan karakter peserta didik.
"Sekolah jelas jelas lembaga pendidikan untuk pembinaan akhlak dan moral anak bangsa. Bukan untuk mencari penghasilan tambahan bagi kepala sekolahnya. Jika Kepala sekolahnya tak menunjukkan akhlak dan moral yang baik, maka kepala Dinas Pendidikan Riau harus memberi sanksi tegas ke Kepala Sekolah ini, ganti saja dengan yang lebih baik, kan banyak calon kepala sekolah penggantinya. Setahu saya, Edi Sutono ini sudah cukup lama dia jadi Kepala Sekolah SMAN Plus Riau ini. Kapan digantinya? Pecat Kepsek SMAN Plus Edi Sutono ini. Kapolri saja sekarang sudah diganti kok, masa Kepala Sekolah SMAN Plus Riau ini ggak bisa diganti?," tegas Toni.
Pernyataan tersebut disampaikan Toni Supriyadi menanggapi berita forumriau.com terkait agenda LKBB pembinaan bagi siswa SMK yang ikut peserta se Riau. Namun dibalik lomba tersebut terkesan juga jadi penghasilan tersendiri bagi penyelenggara. LKBB yang dilaksanakan di SMAN Plus 2026 ini sukses dilakukan dengan banyak sponsor dan sumbangan dari luar sekolah.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Sekolah SMAN Plus Riau, Edi Sutono saat bincang bincang dengan redaksi forumriau.com di sela sela acara tersebut, Jumat 2/10/2026.
"Enak nyari 100 juta dengan acara ini," sebut Edi Sutono saat berbincang bersama dengan Komite Sekolah dan utusan dari SMK Pertanian Riau juga didengar beberapa orang staf dan guru di ruangan itu.
Menurut Edi, uang sumbangan itu selain dari beberapa wali murid, juga ada dari sponsor yang mendukung kegiatan. Namun Edi Sutono menolak memberikan rincian berapa jumlah sumbangan yang diperoleh untuk acara LKBB 2026 ini.
"Nanti ada LPJ nya dari OSIS itu setelah kegiatan selesai . Dan biasanya setiap tahun untuk kegiatan ini mereka akan memberikan ke sponssorship dan juga ke kepsek. Kita tunggu saja setelah selesai acaranya" balas Edi via pesan singkat ke redaksi forumriau.com.
Saat dikonfirmasi apakah pernyataan uang 100 juta itu untuk keuntungan pribadinya, Edi Sutono menolak menjawab tegas dan berdalih tingkat kepercayaan sponsorship masih baik.
"Kalau tingkat kepercayaan sponsorship besar terhadap semua kegiatan semua nya mungkin Di. Tapi kalau kepercayaan tidak ada ya tidak mungkin . Memang ada saya menyampaikan secara resmi terkait itu nggak kan? Kita tunggu saja LPJ OSIS nanti berapa kebutuhan untuk kegiatan dan berapa semua dana yang terkumpul," jawab Edi Sutono.
Waktu sambutan acara pembukaan tadi Saya ucapkan terimakasih kepada semua sponsorship yang sudah membantu luar biasa terhadap kegiatan ini. Kami juga menyerahkan plakat penghargaan kepada mereka yang sudah membantu kegiatan ini," dalih Edi. *** Penulis: Suryadi












