SPMB Santri Baru Boarding School Al Fatih Rimbo Panjang Kampar link daftar klik banner 👇

Tampilkan postingan dengan label Kampar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampar. Tampilkan semua postingan

Ninik mamak Dan Penghulu desa teratak buluh beri santunan bulanan janda dan fakir miskin di Masjid Raya  Teratak Buluh

forumriau.com 24.7.26


Uploaded Image

KAMPAR - Ninik mamak dan penghulu desa teratak buluh laksanakan kegiatan pemberian santunan bulanan kepada janda dan fakir miskin sekaligus pemberian honor bulanan pegawai Masjid Raya Teratak Buluh, Jumat (24/07/2026).

Pemberian santunan ini dilaksanakan di Masjid Raya Teratak Buluh yang dihadiri oleh para donatur yang terdiri dari para pengusaha yang berada di desa teratak buluh, ninik mamak, anak kemenakan, pengurus masjid dan masyarakat desa teratak buluh.

Salah satu ninik mamak, Anto menjelaskan kegiatan santunan ini terdiri dari pemberian paket sembako sebanyak 155 paket, pemberian santunan untuk janda dan fakir miskin serta pemberian bantuan  bulanan kepada Masjid Raya Koto Teratak Buluh.

Anto menambahkan bantuan sembako dan santunan ini berasal dari para pengusaha yang menjalankan usahanya di desa teratak buluh.

"Bantuan sembako dan pemberian santunan untuk janda dan anak yatim serta bantuan untuk Masjid raya koto teratak buluh ini berasal dari pengusaha yang ada di desa teratak buluh. Kami tak bisa menyebutkan satu persatu siapa namanya, yang pasti kami samgat berterima kasih kepada para donator yang sangat peduli kepada anak kemenakan kami yang berada di desa ini".

Pemberian simbolis paket sembako dan bantuan janda dan fakir miskin ini dilakukan oleh penghulu desa teratak buluh. Masyarakat aangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Anto berharap kegiatan pemberian sembako dan santunan janda dan fakir miskin ini dapat terus berlanjut sehingga anak kemenakan di desa teratak buluh ini dapat terpenuhi semua kebutuhan mereka.(Adi Kampai).

Terkait pemberitaan mengenai aktivitaa galian c garuda sakti km 15, ini kata pengelolanya

forumriau.com 21.7.26

Uploaded Image

KAMPAR – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai aktivitas galian tanah di KM 15 Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pihak pengelola dan manajemen secara tegas menyatakan bahwa narasi tersebut tidak benar, sepihak, dan menyesatkan publik.

Pihak manajemen menyayangkan produk jurnalistik yang diterbitkan tanpa konfirmasi yang objektif kepada pengelola di lapangan. Setelah ditelusuri, pemberitaan tersebut diketahui sengaja digulirkan oleh oknum wartawan yang bersikap tendensius akibat rasa sakit hati dan sentimen pribadi terhadap pihak pengelola. Oknum tersebut diduga memanfaatkan media untuk menyudutkan usaha lokal karena kepentingan pribadinya tidak terpenuhi.

Terkait poin-poin yang dituduhkan, berikut adalah fakta dan klarifikasi resmi dari pihak pengelola:

Mitigasi Dampak Lingkungan: Pihak pengelola secara rutin melakukan penyiraman jalan untuk menekan debu dan mengatur lalu lintas truk agar tidak mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan umum.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Operasional usaha ini berkomitmen penuh memprioritaskan pemuda tempatan, di mana saat ini mayoritas pekerja di lapangan merupakan warga dan pemuda asli dari wilayah sekitar yang terbantu secara ekonomi.

Dukungan Pembangunan Daerah: Aktivitas di lapangan berjalan dengan komitmen tinggi untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah, serta dilakukan secara bertanggung jawab tanpa merugikan pendapatan negara.

Hubungan Baik dengan Aparat: Pihak pengelola selalu bersikap kooperatif terhadap aparat penegak hukum dan instansi pembina terkait guna memastikan seluruh operasional di lapangan berjalan tertib.

Pihak manajemen mengimbau masyarakat dan seluruh mitra kerja untuk tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang didasari oleh motif sakit hati oknum tertentu. Pihak pengelola juga mencadangkan hak hukum untuk melaporkan oknum wartawan dan media terkait ke Dewan Pers atas pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Pastikan keamanan dan ketahanan pangan, kalapas bangkinang sambut kunjungan perdana kakanwil ditjenpas riau

forumriau.com 19.7.26

Uploaded Image

BANGKINANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, beserta jajaran menyambut hangat kunjungan kerja perdana Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi beserta jajaran di Lapas Kelas IIA Bangkinang, Senin (13/07/2026).

Kunjungan perdana tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan sekaligus memastikan penyelenggaraan keamanan, pembinaan, serta program pemberdayaan warga binaan berjalan secara optimal.

Didampingi Kalapas, Alexander Lisman Putra dan pejabat struktural, Kakanwil Rudy Fernando Sianturi meninjau langsung blok hunian warga binaan serta berbagai sarana dan prasarana penunjang keamanan dan ketertiban. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapas tetap aman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Usai meninjau area pengamanan, rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan ketahanan pangan Lapas Kelas IIA Bangkinang. Di lokasi tersebut, Kakanwil melihat secara langsung budidaya ikan lele yang dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan bahwa aspek keamanan dan pembinaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Menurutnya, program ketahanan pangan tidak hanya mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, tetapi juga menjadi wadah pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal hidup yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

"Keamanan yang kondusif merupakan fondasi keberhasilan pembinaan. Melalui program ketahanan pangan, kita tidak hanya menciptakan lapas yang produktif, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat," ujar Rudy Fernando Sianturi.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan apresiasi atas kunjungan perdana Kakanwil Ditjenpas Riau. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keamanan, serta mengoptimalkan program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan warga binaan yang produktif dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan perdana Bapak Kakanwil di Lapas Kelas IIA Bangkinang. Arahan dan perhatian yang diberikan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus bekerja secara profesional, menjaga keamanan, serta menghadirkan program pembinaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi warga binaan," ungkap Alexander.

Melalui kunjungan kerja ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang semakin memperkuat komitmennya dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional melalui penguatan aspek keamanan, peningkatan kualitas pembinaan, serta pemberdayaan warga binaan secara berkelanjutan. Dengan dukungan dan arahan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, diharapkan seluruh program yang dijalankan dapat terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.(INFO_PAS/ Adi kampai).

Ahmad Siregar bantah kelola galian C di garuda sakti KM 15 tapung kampar

forumriau.com 17.7.26


Uploaded Image

KAMPAR - Ahmad siregar membantah dengan tegas tentang pemberitaan yang mengkaitkan bahwa ia adalah pengelola  galian C yang berada di Jalan Garuda Sakti KM 15 kecamatan Tapung kabupaten Kampar.Jumat (17/07/2026).

Ahmad Siregar menegaskan bahwa dirinya saat ini tidak lagi menjalankan usaha pertambangan maupun kuari yang diberitakan oleh beberapa media  waktu lalu. lebih lanjut dia menerangkan bahwa informasi yang menyebutkan dirinya sebagai pengelola galian c jalan Garuda Sakti KM 15 adalah tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman ditengah masyarakat.

"Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah membuka atau mengelola  kuari di KM 15. Saat ini saya juga tidak lagi menjalankan kegiatan usaha kuari". Tegas Ahmad Siregar.

Ahmad siregar melanjutkan selama ini ia lebih fokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti bantuan kepada warga, rumah ibadah, serta dukungan pada kegiatan kepemudaan dan masyarakat. Kegiatan inilah yang rutin dilakukanya selama ini.

Ia sangat menyayangkan apabila namanya dikaitkan dengan aktifitas yang tidak memiliki hubungannya dengan dirinya.Ahmad berharap informasi yang berkembang dapat diverifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di ruang publik.

"Silahkan lakukan pengecekan sesuai fakta dilapangan.jangan sampai nama seseorang dicatut tanpa didukung bukti yang jelas".ujar ahmad.

Ahmad siregar sangat menghormati proses pengawasan yang dilakukan pemerintah maupun aparat penegak hukum terhadap semua kegiatan pertambangan. Apabila memang ditemukan adanya pelanggaran silahkan lakukan penanganan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Disisi lain,  sejjumlah warga yang mengenal Ahmad siregar mengakui bahwa sosoknya dikenal sangat aktif membantu masyarakat. Banyak kontribusi yang sudah dilakukannya dalam membantu masyarakat diantaranya dukungan kegiatan sosial, keagamaan serta bantuan kepada masyarakat yang  membutuhkan.

Mereka berharap masyarakat dapat membedakan antara dugaan dengan fakta yang telah memiliki dasar hukum yang jelas. Prinsip praduga tak bersalah harus tetapkan dalam pemberitaan yang juga disertai dengan data yang akurat, bukan sekedar asumsi saja.(Adi kampai).

Sekdes Sumber Sari Disorot, DPP AMI Minta Bupati Kampar Bertindak

forumriau.com 8.7.26

Uploaded Image

PEKANBARU – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Media Indonesia (DPP AMI), Ismail Sarlata, mengecam keras pernyataan yang disampaikan oleh Sugiarti, oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Sumber Sari, yang diduga menyebut bahwa "wartawan mencari-cari kesalahan". Selasa (7/7/2026) 

Menurut Ismail Sarlata, pernyataan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kami dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Media Indonesia (DPP AMI) mengecam keras pernyataan Sugiarti yang menyebut wartawan mencari-cari kesalahan. Pernyataan seperti itu tidak hanya melukai perasaan wartawan yang melakukan tugas jurnalistik secara profesional, tetapi juga mencederai kehormatan profesi pers secara keseluruhan," tegas Ismail, Senin.

Ismail menegaskan, seorang aparatur sipil negara (ASN) sekaligus pelayan publik seharusnya memahami bahwa kritik, konfirmasi, dan kerja jurnalistik merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

"Seorang pejabat publik tidak boleh alergi terhadap kritik maupun konfirmasi. Jika merasa keberatan terhadap suatu pemberitaan, mekanisme penyelesaiannya sudah diatur secara jelas melalui hak jawab, hak koreksi, atau jalur hukum yang berlaku, bukan dengan melontarkan pernyataan yang mendiskreditkan profesi wartawan," ujarnya.

Atas dasar itu, DPP AMI mendesak Sugiarti untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers serta mencabut pernyataannya.

"Kami memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menarik ucapannya. Langkah tersebut penting agar persoalan ini tidak berkembang lebih jauh dan tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan insan pers," katanya.

Ismail juga menyatakan, apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, DPP AMI akan mengajak organisasi pers, media, serta insan jurnalistik untuk melakukan aksi damai sebagai bentuk protes dan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar agar mengevaluasi jabatan Sugiarti sebagai Sekretaris Desa Sumber Sari.

"Apabila tidak ada permintaan maaf dan pencabutan pernyataan, kami akan menggalang solidaritas insan pers untuk menyampaikan aspirasi secara damai di Kantor Bupati Kampar. Kami juga meminta Bupati Kampar mengevaluasi yang bersangkutan karena dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pelayan publik yang menghormati kemerdekaan pers," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ismail mengingatkan bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang wajib dihormati oleh seluruh pejabat negara maupun aparatur pemerintahan.

"Tidak ada seorang pun yang memiliki hak untuk merendahkan profesi wartawan hanya karena tidak nyaman terhadap kritik. Wartawan bekerja berdasarkan kode etik dan Undang-Undang Pers. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi menjadi bagian dari pengawasan demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel," tutup Ismail Sarlata. (Team) 


Sumber : DPP AMI

PERKUAT PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN, LAPAS BANGKINANG GANDENG DINAS PERIKANAN KABUPATEN KAMPAR DAN KOPERASI MERAH PUTIH LANGGINI

forumriau.com 6.7.26

Uploaded Image

KAMPAR – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kampar dan Koperasi Merah Putih Langgini, bertempat di Aula Lapas Bangkinang, Kamis (02/07/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dilaksanakan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Bangkinang, yang dikomandoi langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Jefriandy, sebagai upaya memberikan pembinaan keterampilan produktif kepada warga binaan melalui pengembangan sektor perikanan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kemampuan kerja yang nantinya menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, H. Zulfahmi, S.Pi., M.Si, Ketua Koperasi Merah Putih Langgini, H. Yulizar Baharudin, MM, Kasi Giatja Jefriandy, Kasi Binadik, Arian adi bowo serta jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Bangkinang.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari masing-masing pihak sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam pelaksanaan kerja sama.

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra menyampaikan bahwa program pembinaan di dalam lapas harus mampu memberikan manfaat nyata dan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.

"Pemasyarakatan hari ini bukan hanya berbicara tentang menjalani masa pidana, tetapi bagaimana kita mampu membina warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan hidup yang lebih baik. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan menciptakan warga binaan yang produktif serta mandiri ketika kembali ke masyarakat," ujar Alexander.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, H. Zulfahmi, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Bangkinang.

"Kami menyambut baik kolaborasi ini dan siap mendukung dari sisi pembinaan teknis, pelatihan, serta pendampingan terkait sektor perikanan. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan ilmu dan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan sebagai modal membangun masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Langgini, H. Yulizar Baharudin, MM mengatakan bahwa pihak koperasi siap mengambil bagian dalam mendukung pemberdayaan warga binaan melalui penguatan ekonomi produktif.

"Kami percaya bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Koperasi Merah Putih Langgini siap bersinergi bersama Lapas Bangkinang dalam mendukung pembinaan yang memberikan dampak positif dan membuka peluang ekonomi bagi warga binaan ke depannya," tuturnya.

Sebagai penanggung jawab teknis kegiatan, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Bangkinang, Jefriandy, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu langkah konkret Seksi Giatja dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada produktivitas dan peningkatan keterampilan warga binaan.

" kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang aplikatif dan berkelanjutan. Kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar dan Koperasi Merah Putih Langgini ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki kompetensi, pengalaman kerja, serta mental produktif yang akan sangat berguna ketika mereka kembali ke masyarakat," jelas Jefriandy.

Setelah seluruh rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas IIA Bangkinang bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kampar dan Koperasi Merah Putih Langgini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan program pembinaan kemandirian warga binaan secara berkelanjutan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergitas, komitmen bersama, serta penguatan kolaborasi antar instansi dalam mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan agar menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Kalapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra kembali menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pembinaan yang berkualitas.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimis program pembinaan di Lapas Kelas IIA Bangkinang akan semakin maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masa depan warga binaan," tegasnya.(rls).

Adi Kampai

Polsek Tapung Hilir Tangkap Pelaku Narkoba Saat Ingin Transaksi 

forumriau.com 4.7.26

Uploaded Image

TAPUNG HILIR,- PA (27) warga Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar hanya bisa pasrah saat di tangkap Polsek Tapung Hilir pada Jum'at (3/7/2026) sekira pukul 21.30 Wib.

Penangkapan pelaku ini saat ia berada di belakang rumahnya yang sedang menelpon yang diduga ingin Transaksi Narkoba jenis sabu-sabu. "Naas pelaku berhasil kita amankan dan darinya berhasil penggeledahan di dalam kamarnya kita sita 7 paket sabu-sabu dengan berat 6,34 gram dan barang bukti lainnya"jelas Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Tapung Hilir AKP Khairil.

Pelaku sudah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan  Atau Pasal 609 ayat (2) huruf A UU nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP Dan atau Pasal 609 ayat (2) Huruf A UU nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Tindak pidana.
"Ia selalu pengedar di wilayah Desa Kota Garo ini sudah sangat meresahkan bagi masyarakat sekitar,"ujar Kapolsek.

Awal penangkapan pelaku ini saat team Opsnal Unit Reskrim Polsek Tapung Hilir mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang melakukan transaksi atau menjual narkotika jenis sabu sabu tepatnya didalam kamar rumah pelaku.

Kemudian Kanit Reskrim Tapung hilir IPDA Hazli Murham dan teamnya melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. "Kita langsung ke TKP dan berhasil tangkap pelaku yang sedang menelpon dibelakang rumahnya,"terang AKP Khairil.

Setelah itu petugas berhasil mengamankan pelaku selanjutnya petugas melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh aparat desa setempat serta ditemukan barang bukti tersebut. "Dari hasil interogasi pelaku, ia mendapat barang haram itu dari JE di Desa Kota Garo. Selanjutnya pelaku kita bawa ke Mapolsek bersama barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut,"pungkas Kapolsek Tapung Hilir.

CIPTAKAN LAPAS AMAN DAN BERSIH, LAPAS BANGKINANG GELAR RAZIA GABUNGAN BERSAMA TNI–POLRI

forumriau.com 26.5.26

Uploaded Image

BANGKINANG – Dalam upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar razia gabungan bersama unsur TNI dan Polri, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Lapas Bangkinang dalam mewujudkan Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar) di lingkungan Pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, di lapangan utama Lapas. Apel tersebut diikuti oleh jajaran petugas Lapas, personel TNI, serta anggota Polri sebagai bentuk sinergitas antar aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Dalam arahannya, Suroto menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban harus terus diperkuat guna mencegah masuknya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di lingkungan Lapas.

Usai pelaksanaan apel, seluruh petugas dibagi ke beberapa tim untuk melakukan pemeriksaan kamar hunian warga binaan secara menyeluruh dan acak. Sebelum memasuki area blok hunian, seluruh petugas terlebih dahulu mengumpulkan telepon genggam pribadi sebagai bentuk komitmen integritas serta memastikan pelaksanaan razia berlangsung profesional, transparan, dan steril dari penyalahgunaan wewenang.

Petugas kemudian melakukan penyisiran secara teliti di setiap kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di dalam kamar, tetapi juga mencakup area sekitar blok hunian dan titik-titik yang dinilai rawan menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. Dalam pelaksanaannya, petugas juga memberikan pengarahan kepada warga binaan agar senantiasa menaati tata tertib serta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Plt. Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk pelanggaran, khususnya peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas.

“Tidak ada ruang bagi peredaran narkoba maupun penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas. Kami terus memperkuat pengawasan dan bersinergi dengan seluruh aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan serta ketertiban di Lapas Bangkinang,” ujar Suroto.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan razia gabungan akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
“Razia ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungli, dan narkoba. Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan demi menciptakan situasi Lapas yang aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Pelaksanaan razia berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba di dalam kamar hunian warga binaan. Namun demikian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Seluruh barang hasil temuan tersebut selanjutnya diamankan untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Polsek Kampar Kiri monitor tanaman jagung 1,8 ha di Desa Sungai Geringging – Tanaman Sehat, Siap Panen Juni 2026

forumriau.com 19.5.26

Uploaded Image

 
FORUMRIAU.COM - KAMPAR – Program ketahanan pangan yang digalakkan oleh Polsek Kampar Kiri melalui pengelolaan lahan jagung pipil di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskan. Pada hari Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, pihak Polsek Kampar Kiri yang diwakili oleh Aiptu Sapril melakukan pengecekan menyeluruh terhadap tanaman jagung seluas 1,8 hektar yang dikelola bersama Kelompok Tani Presisi Desa Sungai Geringging, ditemani oleh pengelola kebun Sdr. Daru.
 
Dengan menggunakan bibit sebanyak 26 kg yang ditanam sejak tanggal 11 Maret 2026, tanaman jagung pipil yang berada di lokasi menunjukkan kondisi bibit dan tanah yang sangat baik. Tanaman tumbuh subur tanpa kendala apapun, baik dari serangan hama, penyakit, maupun faktor lingkungan yang dapat mengganggu pertumbuhan.
 
Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Zuhri Siregar menyampaikan bahwa Kegiatan pengecekan perkembangan tanaman jagung ini menjadi bukti nyata komitmen Polsek Kampar Kiri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami tidak hanya fokus pada urusan keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif terlibat dalam usaha yang dapat memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat," ujar Kapolsek Kampar Kiri dalam keterangannya setelah menerima laporan pengecekan.
 
Beliau menambahkan bahwa dengan kondisi tanaman yang saat ini sangat baik, pihaknya memperkirakan masa panen akan dapat dilakukan pada bulan Juni 2026 mendatang, tepat pada usia tanaman mencapai sekitar 110 hari. "Kami berharap hasil panen dari lahan seluas 1,8 hektar ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk bersama-sama meningkatkan kemandirian pangan di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri," jelasnya.
  
Uploaded Image

Dalam kegiatan pengecekan yang berlangsung hingga pukul 09.40 WIB, Aiptu Sapril bersama Sdr. Daru melakukan pemeriksaan pada berbagai titik di lahan untuk memastikan bahwa setiap bagian tanaman tumbuh dengan merata. Pengelola kebun Sdr. Daru menjelaskan bahwa perawatan tanaman dilakukan secara teratur sesuai dengan standar teknis pertanian, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama secara alami.
 
"Kami merasa sangat terbantu dengan dukungan yang diberikan oleh Polsek Kampar Kiri dalam mengelola lahan ini. Kerja sama antara kepolisian dan kelompok tani telah membawa hasil yang luar biasa – tanaman tumbuh dengan sangat baik dan kami sangat optimis akan mendapatkan hasil panen yang melimpah," ujar Sdr. Daru dengan penuh semangat.
 
Lahan jagung yang menjadi fokus program ketahanan pangan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, di mana setiap langkah dalam pengelolaan lahan dilakukan secara kolaboratif dan penuh kebersamaan. Pihak Polsek Kampar Kiri menyampaikan bahwa akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan tanaman hingga masa panen tiba, serta siap memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan untuk memastikan kesuksesan program ini.

Perkuat sinergi dan kepedulian sosial, Lapas Bangkinang gelar Tasyakuran hari bakti Pemasyarakatan KE-62

forumriau.com 6.5.26

Uploaded Image


Forumriau.com-Bangkinang :  Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar kegiatan tasyakuran yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Kegiatan tasyakuran ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pemasyarakatan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi warga binaan. Seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang Bersama jajaran Forkopimda Kampar tampak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bangkinang juga memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah mitra kerja dan jajaran Forkopimda yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan baik, khususnya dalam mendukung program pembinaan, pelayanan kesehatan, kegiatan keagamaan, serta pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan faktor penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih optimal dan humanis. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pembinaan tidak terlepas dari dukungan para mitra yang secara konsisten memberikan kontribusi nyata.

“Sinergi yang telah terbangun selama ini menjadi kekuatan utama bagi kami dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan. Kami berharap kerja sama ini terus terjaga dan semakin ditingkatkan demi menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Alexander.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual menegaskan bahwa pemasyarakatan saat ini terus bertransformasi menjadi institusi yang produktif dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan agar potensi yang dimiliki warga binaan dapat berkembang secara maksimal.

“Di balik tembok pemasyarakatan terdapat potensi besar yang harus terus digali dan dikembangkan. Pemasyarakatan harus mampu menjadi wadah pemberdayaan yang mandiri serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Lapas Kelas IIA Bangkinang juga menyalurkan bantuan kepada keluarga warga binaan berupa gerobak usaha dan bantuan sosial (bansos). Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga warga binaan serta menjadi motivasi bagi mereka dalam menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Rangkaian kegiatan tasyakuran ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang pemasyarakatan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan seluruh jajaran dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan.