SPMB Santri Baru Boarding School Al Fatih Rimbo Panjang Kampar link daftar klik banner 👇

Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Bukti TPPU Bakal Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti Akhirnya Diungkap

forumriau.com 16.4.17
Bakal Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti diduga kuat melakukan tindakan pencucian uang dari APBD Kota Padang. Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu disalurkan Elly ke Yayasan Pendidikan milik Elly Thrisyanti sendiri. Dari Rp.500 juta diajukannya, telah cair sebanyak Rp.200 juta.

FORUMRIAU.COM - Hal itu diungkap oleh Ketua Koalisis Masyarakat Padang (KMP), Yendri kepada media pada Minggu 16 April 2017. Menurut Yendri, bukti setoran dana hibah itu dikuatkan oleh faktur pembayaran pajak Elly Thrisyanti setelah menerima Hibah APBD ke Yayasan Pendidikan milik Elly Thrisyanti.

"Dugaan TPPU itu kuat dengan adanya bukti-bukti dokumen yang kita pegang. Dokumen ini salah satunya setoran pajak Yayasan Pendidikan atas nama Elly Thrisyanti,"ungkap Yendri.

Selain pelanggaran dugaan TPPU itu, KMP juga punya bukti Ellya Thrisyanti telah melakukan dugaan penipuan dengan melakukan scanner tanda tangan pengesahan SK internal partai Gerindra Kota Padang.

"KMP juga punya bukti manipulasi tanda tangan yang dilakukan Elly Thrisyanti dalam melancarkan jabatannya di internal Partai Gerindra Kota Padang," tambah Yendri.

KMP juga telah melakukan demonstrasi terkait banyaknya masalah yang dilakukan Elly Thrisyanti terutama masalah dugaan penyerobotan lahan masyarakat di kota Padang.

Sementara itu Elly Thrisyanti masih diam atas dugaan yang dituduhkan dengan alat bukti yang dibeberkan KMP hingga berita ini dirilis.

KMP sendiri menegaskan akan melakukan laporan hukum ke Polda Sumbar dan selanjutnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan bukti yang mereka pegang tersebut.(frc/470/tim).***

Korban Pengeroyokan Kader PKB Bantah Cabut Laporan

forumriau.com 11.4.17
Korban pemukulan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan tegas tidak akan mencabut laporannya ke polisi. Bahkan ia berharap kepolisian memproses laporannya sesuai prosedur yang berlaku untuk menghindari anggapan negatif oleh masyarakat yang telah mengetahui masalah ini.

FORUMRIAU.COM - Hal itu diungkap oleh Abdul Gafar, korban pemukulan dalam pengeroyokan oleh oknum kader PKB Wilayah Provinsi Riau atas nama Yusuf SH. Menurut Gafar, laporannya ke Polda Riau pada Rabu malam atau Kamis 6 April 2017 dinihari silam tersebut sudah lengkap bukti dan saksi.

"Kami tidak akan mencabut laporan. Jika ada yang bilang, itu berita bohong itu. Malah pelaku menuduh saya yang menyerangnya, itu bohong dan fitnah semua. Korban itu ada dua, saya dan Riko yang juga berdarah-darah tangannya," kata Gafar menjawab forumriaucom, Senin 10/7/2017.

Menurut Gafar, laporannya murni kriminal penganiayaan dengan pengeroyokan. Selain Gafar dan Riko sebagai korban, laporan yang dibuat ke Polda Riau itu punya dua saksi sebagai syarat laporan.

"Saksi itu sebenarnya banyak di lapangan. Namun secara hukum diminta bersedia cuma dua orang dan itu dalam laporan sudah ada saksinya," ungkap Gafar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gafar jadi korban dalam peristiwa pengeroyokan yang diduga kuat dimulai oleh Yusuf SH yaitu anggota PKB Riau yang kini juga menjabat sebagai anggota DPRD Riau. Yusuf SH sendiri hingga kini tidak lagi dapat dihubungi melalui selulernya yang biasa digunakannya.(frc/470/tim).***

Setelah Melawan Kader PKB Akhirnya Diperhatikan

forumriau.com 9.4.17
Abdul Gafar, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau kini dapat perhatian lebih dari sesama rekan satu partainya. Perhatian ini datang setelah terjadi perlawanan oleh Gafar yang berujung malah ia jadi korban pengeroyokan.

FORUMRIAU.COM : Kejadian pengeroyokan mengakibatkan luka lebam di wajah Gafar. Luka lebam didapat oleh Gafar dalam peristiwa perselisihan dengan rekan separtainya yang telah duduk di kursi DPRD Riau.

Awal kejadian pada Rabu malam 5April 2017, Gafar berniat menagih janji kesepakatan uang pengganti suara hasil Pemilihan Umum Legislatif 2014 lalu kepada rekannya bernama Yusuf SH. Gafar sengaja datang ke acara Yusuf yang melakukan reses DPRD Riau di wilayah Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Menururt Gafar, ia menagih uang pengganti suara yang ia dapat meski ia tidak duduk jadi anggota dewan. Ini tagihan sesuai kesepakatan bersama sesama Calon Legislatif (Caleg) 2014 dalam satu wilayah pemilihannya, kota Pekanbaru.

Namun upaya Gafar menagih untuk kesekian kalinya pada Jumat malam itu berujung pada pengeroyokan yang mengakibatkan wajah Gafar lebam. Pada malam itu juga, Gafar secara resmi membuat laporan ke Polda Riau dengan terduga pelaku atas nama Yusuf SH, anggota DPRD Riau dari fraksi PKB.

Kuasa hukum Gafar yang mendampinginya, Zulkifli SH kepada forumriaucom, Sabtu 8 April 2017 membenarkan laporan Gafar ke Mapolda Riau sedang diproses.

"Kita percayakan sesuai prosedurnya. Korban sekarang sedang di rumahnya. Laporan beliau sudah kita pegang untuk ditindaklanjuti," jawab Zulkifli di ujung seluler.

Dari lokasi rumah korban di komplek Putri Tujuh, Tampan, Pekanbaru, wartawan forumriaucom memergoki mobil plat merah BM 1400 TP ke rumah Gafar. Seorang pria turun dan menyambangi rumah Gafar dan mengetuk pintu. Pria itu dijumpai anak Gafar dan mengatakan bahwa belum lama Gafar berangkat ke rumah sakit untuk berobat. Pria itu menitipkan sebuah amplop dan menyebut seorang nama pemberi amplop tersebut dan segera meninggalkan rumah Gafar.

Ketika ditanya, sang anak mengakui bahwa amplop itu berisi uang yang dititpkan oleh seorang anggota DPRD untuk bapaknya sendiri yaitu Abdul Gafar.

Sementara itu, sebelumnya sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru fraksi PKB juga telah datang memberikan bantuan kepada Gafar di kediamannya.(frc/470/ayi).***

Bakal Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti Terancam Pencucian Uang

forumriau.com 6.4.17
Elly Thrisyanti sebagai anggota DPRD Kota Padang diminta segera berhenti dari jabatannya oleh Koalisi Masyarakat Padang (KMP). Permintaan tersebut terkait telah adanya bukti Elly Thrisyanti diduga kuat melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

FORUMRIAU.COM : Ketua KMP Yendri kepada forumriaucom mengatakan, dugaan kuat TPPU itu telah ada buktinya sebagai bahan laporan oleh KMP.

"Kita punya bukti. Jika tidak ada bukti, KMP tidak akan melakukan orasi terkait kasus yang melibatkan anggota dewan itu (Elly)," kata Yendri, Rabu 5/4/2017.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KMP melakukan demonstrasi ke kantor DPRD Kota Padang pada Senin (3/4/2017) kemarin. Dalam tuntutannya, KMP meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Padang segera memproses Elly Thrisyanti sesuai peraturan, terutama Tatib (Tata Tertib) DPRD.

"Upaya yang kita lakukan bukan ke BK DPRD saja. Karena ranah hukum pidana juga terbuka untuk tindak pidana umum dan khusus. Seperti Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) karena Elly menyalurkan dana bantuan sosial APBD Kota Padang ke Yayayasan miliknya sendiri," kata Yendri.

Sementara itu, Elly Thrisyanti belum dapat memberikan keterangan atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya tersebut, sejak aksi demo KMP, Senin lalu.

Seperti diketahui, Elly Thrisyanti merupakan anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra. Elly Thrisyanti telah mendapat mandat dari DPP Gerindra untuk menjabat Ketua DPRD Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, menggantikan ketua sebelumnya karena bermasalah.

"Dengan bukti yang diserahkan ke BK DPRD Padang, maka KMP meminta Elly Thrisyanti segera diberhentikan dari jabatannya sebagai anggota dewan. KMP akan lanjutkan laporan ke aparat penegak hukum hingga ke KPK,"ungkap Yendri.(frc/470/ayi).*** keterangan foto : Elly Thrisyanti

VIDEO : Heboh Debat "Nggak Perlu" Anies Untuk Ahok di Metro TV

forumriau.com 1.4.17
Inilah debat terakhir calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Mata Najwa, Metro TV yang menghebohkan. Anies blak-blakan sumber masalah DKI dan Indonesia akhir-akhir ini.

FORUMRIAU.COM : Menurut Anies Baswedan dalam sesi debat calon Gubernur DKI Jakarta di Metro TV, bahwa masalah muncul di tengah masyarakat akibat perbuatan Ahok. Dimana banyak perbuatan Ahok yang melakukan pernyataan yang Tidak Perlu sebagai seorang pemimpin.

Secara resmi, debat terakhir dari panitia penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Gubernur DKI Jakarta dari KPU adalah pada 12 April 2017 mendatang. Namun, debat terbuka publik yang disiarkan program eksklusive Mata Najwa, Metro TV ini dinilai mewakili debat akhir tersebut oleh netizen.

Melalui akun media sosial, netizen mengeposkan status berupa tayangan video rekaman debat Anies dan Ahok di Mata Najwa, Metro TV tersebut seperti berikut ini.

(*)

Demi Ahok, Orang Ini Ditangkap Polisi Sebelum Aksi #313

forumriau.com 31.3.17
Demi untuk menuntut keadilan hukum terhadap tersangka penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lima orang penggerak massa aksi #313 akhirnya ditangkap polisi. Tuduhan makar kembali menjadi alasan terhadap penggerak demonstrasi menuntut Ahok dicopot demi hukum tersebut.

FORUMRIAU.COM: Tuduhan itu dilayangkan kepada Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang hari ini menggerakkan demonstrasi dialog ke istana negara menantang debat hukum presiden Joko Widodo, terkait masih bebasnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sekarang sudah terdakwa kasus pidana penistaan agama.

Sebelum aksi demo yang direcanakan siap sholat Jumat siang ini, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath beserta 5 orang lainnya ditangkap oleh Polda Metro Jaya degan tuduhan makar.

"Iya betul ada lima orang yang ditangkap. Salah satunya Sekjen FUI Al Khaththath itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Jumat (31/3/2017).

Argo mengatakan, kelima orang tersebut ditangkap di lokasi berbeda pada pagi tadi. Saat ini kelimanya masih diperiksa intensif di Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar, tapi berbeda dengan yang sebelumnya," lanjut Argo.

Selain Al Khaththath, Argo menyebutkan satu orang lainnya yang ditangkap adalah seorang pria bernama Diko. "Diko ini mantan suaminya Mimah Susanti Ketua Bawaslu," tandas Argo.

Al Khaththath pada Kamis (31/3) kemarin menggelar konferensi pers mengenai pelaksanaan aksi 313. Dia merupakan salah satu inisiator dari aksi yang menuntut pemberhentian Gubernur DKI Basuki T Purnama tersebut.(*)

Motif Pembunuhan Wartawan "SENIOR" Akhirnya Terungkap

forumriau.com 30.3.17
Motif pembunuhan Amran Parulian Simanjuntak, wartawan mingguan yang tewas di Medan , Rabu (29/3/2017), akhirnya terungkap.

FORUMRIAU.COM : Hanya dalam tempo 10 jam setelah terjadinya kasus pembunuhan, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Amran Parulian Simanjuntak yang merupakan seorang wartawan di Medan.

Diberitakan sebelumnya, Amran Parulian Simanjuntak, 36, wartawan koran Mingguan “Senior” di Medan ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Medan-Binjai, Kilometer 13,5, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (29/3/2017) pagi.

Namun tidak sampai 10 jam setelah kejadian, tim Jatanras Polda Sumut berhasil menangkap pelaku pembunuhan Amran Parulian Simanjuntak yang berinisial TS (39), malam.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Polisi Rina Sari Ginting, tersangka merupakan warga Jalan Pasar Besar, Medan-Binjai, Km 13,5, Desa Sei semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

“Tersangka kini sudah diamankan Tim Buncil (Bunuh Culik) Jahtanras Polda Sumut, di Lapangan Merdeka Binjai,” kata Rina.

Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan diduga karena ada unsur dendam pribadi antara tersangka dengan korban. Setahun sebelumnya tersangka pernah meminta tolong kepada korban untuk membantu proses rehabilitasi sebagai pengguna narkoba.

“Tersangka seorang pengguna narkoba. Sehingga pelaku meminta bantuan korban untuk proses rehab dan memberikan uang senilai Rp4,5 juta. Namun karena proses rehablitasi itu tidak jadi dilakukan seperti permintaan pelaku, maka pelaku meminta uangnya kembali. Sehingga timbul unsur dendam,” tutur Rina.

Rina menambahkan bahwa sebelum tewas ditikam, korban pernah melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan pelaku kepada korban. Akan tetapi, karena unsur pidananya belum cukup untuk menangkap pelaku, sehingga Polisi berusaha melakukan upaya pendekatan dengan cara memanggilnya.

Namun Rina memberikan apresiasi terhadap kecepatan tim Buncil Jahtanras Polda Sumut dalam mengungkap kasus itu. Sebab, banyak spekulasi dan informasi dari sejumlah rekan korban, motif pembunuhan itu karena ada indikasi pemberitaan.

“Kasus ini menjadi jawaban terhadap spekulasi dan informasi itu. Tidak benar aksi pembunuhan itu berkaitan dengan pemberitaan. Tetapi ini murni dendam pribadi. Ini adalah jawaban dari kejadian itu,” ungkap Rina.(*)

[VIDEO]: Inikah Ketakutan Jokowi Soal Politik dan Agama Harus Dipisah Itu?

forumriau.com 27.3.17
Selain Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyatakan tidak ada Gus Dur memisahkan politik dengan agama, kini beredar video yang menghebohkan dari tausiah Habib Rizieq Syihab.

FORUMRIAU.COM: Menyusul pernyataan presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini tidak boleh mencampurkan politik dengan agama, dinilai akibat dari ketakutan Jokowi dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) akan datang, terutama Pilkada DKI Jakarta putaran ke II.

Presiden Joko Widodo meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama. Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antarumat.

"Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan wali kota, inilah yang harus kita hindarkan," kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), seperti dikutip Antara.

Karena rentan gesekan itulah, Presiden meminta tidak ada pihak yang mencampuradukkan politik dan agama.

"Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," kata Jokowi.

Kini sebuah video beredar di media sosial yang dinilai jadi alasan Jokowi mengeluarkan pendapatnya tersebut agar memisahkan politik dan agama.

Berikut video yang tengah viral oleh netizen dinilai sebagai jawaban ketakutan Jokowi soal agama dan politik tersebut.

(*)

[VIDEO]: Ketika Aksi Jokowi Ini Dikecam Netizen

forumriau.com 26.3.17
Beredar video aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mendapat kecaman dari banyak netizen di media sosial. Aksi Jokowi ini dinilai netizen tidak pantas sebagai pemimpin bangsa karena dianggap tidak pada tempat etika dan budaya bangsa Indonesia.

FORUMRIAU.COM: Video ini mulai viral ditengah kecaman banyak netizen dalam menanggapinya. Dalam tayangan video berdurasi singkat itu, terlihat aksi Jokowi melempar sesuatu barang dari atas mobil kepresidenan.

Aksi lempar barang itu mengakibatkan reaksi rebutan warga setempat yang ingin dapat barang yang dilempar Jokowi dari atas mobilnya.

Meski tidak ada waktu dan tempat kejadian diterangkan dalam video tersebut, namun rekaman ini diyakini kuat adalah rekaman asli dari warga dan menguploadnya ke media sosial, beredar sejak Sabtu 25/3/2017.

Dari penelusuran redaksi, aksi lempar barang itu banyak menuai kecamatan netizen di media sosial.


(*)

Giliran Nama Ormas Anshor Dibawa Dalam Aksi Teroris

forumriau.com 23.3.17
Nama organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang paling dikenal, Anshor dibawa-bawa dalam penangkapan terduga teroris di Cilegon, Banten, Kamis 23 Maret 2017. Dalam penangkapan itu Densus 88 baku tembak dengan empat terduga pelaku dan satu pelaku tewas ditembak, sedang tiga lainnya berhsil ditangkap.

FORUMRIAU.COM: Terduga teroris tewas inisial NK, diketahui memiliki keterlibatan dengan sejumlah kasus terorisme. Mulai merencakan pelatihan mileter di Halmahera hingga menyembunyikan salah satu teroris yang terlibat dalam kasus bom Thamrin 2016 lalu.

"Keterlibatan NK, mengikuti pertemuan Anshor Daulah di Batu Malang pada 20-25 November 2015, NK sebagai pengajar teknik persenjataan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (23/3/2017).

Selain itu, NK juga merencanakan pelatihan militer di Halmahera yang akan dijadikan sebagai basis pelatihan militer kelompok Ansor Daulah pengganti Poso, Sulawesi Tengah.

"Menyembunyikan Abu Asybal selama dalam pelarian pasca bom Thamrin 2016," ujarnya.

Keterlibatan lainnya yaitu bersama dengan F melakukan latihan membuat bom di Gorontalo tahun 2016 lalu. NK juga mengetahui dan menyembunyikan pelaku bom Gereja Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial AB.

"Membeli senjata M16 untuk kelompok Anshor Daulah yang sudah direncanakan sejak tahun 2015," tuturnya.

Penangkapan dilakukan di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kepuh Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, sekitar pukul 12.00 WIB. Selain NK, 3 rekannya yang lain yaitu AS, IP dan AM berhasil ditangkap. AM terkena luka tembak pada kaki.

Diketahui, nama Anshor Daulah itu bukan merupakan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang terkeal selama ini dengan Banser dan Ansornya. Namun adalah kelompok yang tidak ada hubungan dengan (Gerakan Pemuda) GP Ansor sayap NU tersebut.

Lambang Anshor Daulah:


Lambang Ansor NU:

(*)