SPMB Santri Baru Boarding School Al Fatih Rimbo Panjang Kampar link daftar klik banner 👇

Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kisah Geraham Lebih Besar Dari Gunung Uhud

forumriau.com 8.9.18
Jangan Sampai Geraham Anda Lebih Besar Dari Gunung Uhud di Neraka

PINDAH KUBU

14 abad silam, pada siang hari yang terik....Rasul SAW mengabarkan,
“Sesungguhnya, di antara kalian ada seseorang laki-laki yang kelak gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari gunung Uhud”.

Semua sahabat yang hadir dalam majlis kemudian diliputi kecemasan dari hari ke hari. Hingga syahid lah mereka satu persatu dan akhirnya tinggal dua orang tersisa..Ar Rajjal bin Unfuwah dan Abu Hurairah RA.

Waktu terus berjalan, Abu Hurairah RA begitu ketakutan, sebab semua sahabat yang hadir pada majlis itu sudah wafat dalam keadaan husnul khatimah. Yang tersisa hanya dia dan Ar Rajjal. Abu Hurairah RA khawatir jika sampai dia menjadi orang yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW tersebut.

Hingga tibalah masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar RA. seperti yang kita ketahui.. saat itu muncul lah Nabi palsu bernama Musailamah yang kemudian diberi gelar oleh orang-orang Muslim sebagai Al Kadzab (pendusta).. Musailamah Al Kadzab.

Keberadaan nabi palsu ini semakin mengkhawatirkan sebab pengikut nya kian hari kian bertambah dan semakin menjadi-jadi, mereka punya Al-Qur'an baru, mereka membawa Islam baru dengan dipimpin oleh seorang nabi palsu.

Sebab itulah Khalifah Abu Bakar RA sudah berniat untuk memerangi mereka habis-habisan.

Ar Rajjal bin Unfuwah.. merupakan seorang sahabat yang banyak hafalan Qur'an nya..bisa jadi sudah hafal Al-Qur'an, juga dia sudah hidup dan berjuang bersama Rasulullah SAW beserta para sahabat. Dia bahkan beberapa kali diutus untuk mendakwahkan Islam di berbagai daerah.

Akhirnya dia sendiri yang meminta agar dikirim oleh Khalifah Abu Bakar RA untuk menemui dan mendakwahi Musailamah Al Kadzaab. Khalifah pun memberikan ijin dan berangkat lah Ar Rajjal menemui si Nabi palsu ini.

Alih-alih mendakwahi Musailamah..dia justru menjadi ragu disana,dia melihat bahwa jumlah pengikut Musailamah sangat banyak, dia mendapatkan tawaran yang menggiurkan disertai argumen Musailamah yang cukup masuk akal.

*Sehingga Ar Rajjal memutuskan bahwa dia mulai saat itu menjadi pengikut Musailamah, dia khianati kepercayaan Khalifah.*

Dia membelot maka jadilah mulai saat itu Ar Rajjal *berpindah kubu.*

Hadirnya Ar Rajjal pada pasukan Musailamah semakin memberikan semangat bagi pasukan nabi palsu itu, mereka sekarang punya argumen : "lhoo ini si Ar Rajjal aja sahabat Rasulullah, hafidz, dulu berjuang bersama Rasulullah dan sekarang ikut barisan ini, berarti barisan inilah yang benar".

Sehingga pengikut Musailamah semakin banyak dan rasa percaya diri mereka semakin meninggi., mereka seakan mendapatkan angin segar dengan bergabungnya seorang tokoh utama dari kalangan sahabat.

Di sisi lain.. Abu Hurairah RA merasa lega..sebab sekarang sudah jelas siapa yang dimaksud oleh Rasulullah SAW yang gigi geraham nya di neraka sebesar gunung Uhud, pasukan Muslimin juga semakin bersemangat sebab mereka makin yakin bahwa mereka di kubu yang benar berdasarkan hadits yang dibawa dari Abu Hurairah RA.

Semakin panaslah suasana antara dua kubu, yakni kubu kebenaran dan kubu kebatilan. Masing-masing memiliki kekuatan yang dahsyat, namun tentu saja umat Islam memiliki kekuatan yang jauh lebih dahsyat, yang tidak dimiliki oleh pasukan Musailamah.. yakni pertolongan dari ALLAH yang Maha Kuat.

Kelak ketika perang berkecamuk antara pasukan Muslimin dan pasukan murtad nya Musailamah.. Ar Rajjal berhasil dibunuh oleh Zaaid bin Khattab RA (kakak tertua nya Umar bin Khattab RA).

Demikianlah salah satu tokoh utama sahabat dimasa lalu.. betapapun dia sudah berjuang bersama Rasulullah SAW, menghafalkan Al-Qur'an sekalipun..dia tetap berpindah kubu.

Sejarah telah menuliskan semuanya, dan sejarah akan selalu berulang pada tiap zaman yang berbeda.

Begitulah..dalam perjuangan, ada saja hal-hal yang tidak bisa terduga tapi akhirnya harus terjadi juga.

Ada masanya kita berjuang bersama sahabat kita, namun siapa sangka dikemudian hari dia berpindah kubu dan menjelma menjadi lawan yang sangat nyata.

Tidak usah risau jika sahabat juang kita berpindah kubu, sebab pasti ALLAH akan selalu hadirkan kepada kita sahabat juang yang baru.

"Sesungguhnya *fitnah Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailimah.”

Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari gurunya, dari Abu Hurairah RA.
(Lihat Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan-Nihayah, dalam bahasan nabi palsu Musailimah Al-Kadzab)

Perkataan Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa fitnah Ar-Rajjal bin Unfuwah lebih besar daripada Musailamah ini disebabkan akibat yang ditimbulkannya sangat besar.

Karena sejak Ar-Rajjal bin Unfuwah membela Musailamah Al Kadzab, pengikut nabi palsu ini semakin yakin kepada Musailamah dan semakin bertambah jumlahnya. Maka disinilah fitnah terbesarnya.
WaLlahu a'lam
Oleh: HM. Ismail Yusanto

Buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok Beredar Gratis Versi PDF

forumriau.com 1.6.17


Buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok telah sukses diluncurkan bersama oleh penulisnya Marwan Batubara. Peluncuran yang dilakukan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) itu kini malah beredar gratis dalam format PDF di internet.

Peredaran buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok versi PDF (Portable Document Format) itu bahkan setelah peluncurannya pada Selasa 23 Mei 2017 hari itu juga tersebar dengan cepat.

Sejumlah pegiat dunia maya di media sosial saling berbagi link download buku tentang dugaan korupsi mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut.

Dari penelusuran, buku karya Marwan Batubara yang disebar versi PDF itu sedikitnya memuat lebih dari 282 halaman jika dalam tampilan 100% PDF.

Menurut daftar isi di buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok versi PDF itu, terdapat 14 Bab pembahasan yang termasuk Bab 1 di dalamnya sebagai Pendahuluan. Sedangkan Kata Pengantarnya ditulis oleh tokoh nasional Prof. DR Amien Rais.

Sehingga jumlah halamannya bertambah dengan Kata Pengantar dari Prof. DR  Amien Rais dan Epilog diluar dari 282 halaman penjabaran isi buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok tersebut.

Sama Buku Beda Judul Jokowi Undercover
Buku ini setelah diluncurkan penerbitannya juga menjadi perhatian publik layaknya buku kontroversial Jokowi Undercover yang pernah ditulis Bambang Tri Mulyono beberapa waktu lalu.

Meski sama sebagai buku dari karya tulis, namun jelas ke dua buku tersebut berbeda satu sama lainnya terutama dari segi pembahasan isi buku.

Karya Marwan Batubara berjudul Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini tentu saja lebih fokus kepada persoalan peluang korupsi yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama yang selama ini didengungkan sebagai pejabat publik yang bersih dan memerangi korupsi saat menjabat.

Sehingga kehadiran buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini telak menjadi bantahan faktual, formal dan ilmiah terhadap slogan atau jargon Ahok yang didengungkan selama ini yaitu BTP (Bersih, Transparan dan Peduli).

Sementara, buku Jokowi Undercover merupakan buku karya Bambang Tri Mulyono telah dilarang peredarannya oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Bambang Tri Mulyono sendiri ditangkap dan diadili hingga dijatuhi vonis tiga tahun penjara atas dugaan pencemaran nama baik.

Buku Jokowi Undercover juga beredar dalam versi dan format PDF dan dijual oleh Bambang Tri Mulyono melalui media sosial secara online. Upaya Bambang Tri Mulyono kandas akhirnya di jeruji besi tersebut.

Pengantar Amin Rais untuk Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok
Amin Rais sebagai pengantar dalam buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok memulai paragraf pertamanya dengan undang-undang korupsi itu sendiri.

Korupsi menurut Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), didefinisikan sebagai tindakan yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Dalam pertengahan pengantarnya, Amin Rais menyampaikan pokok pikiran bahaya korupsi dalam buku ini secara formal.

Berdasarkan ilmu politik, korupsi adalah penyalahgunaan jabatan dan administrasi, ekonomi atau politik, baik yang disebabkan oleh diri sendiri maupun orang lain, yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan pribadi, sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum, perusahaan, atau pribadi lainnya.

Sehingga Amien Rais mempertegas landasan penulisan atau latar belakang buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini kepada yang terkait yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berdasarkan Undang-Undang Tipikor, diyakini telah terjadi tindakan memperkaya diri sendiri, dan menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan merugikan suatu bangsa, yang dilakukan Ahok.

Prolog Ironi
Setelah Kata Pengantar Amien Rais tersebut, Prolog buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini membuka kalimat paragraf pertamanya yang ironi dari kenyataan yang dianggap untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama ini.

Sejak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, media massa dan elektronik terus mengelu-elukan Ahok sebagai pribadi yang baik. Media seolah berhasil membangun citra Ahok dengan sangat baik, sehingga pada sebagian masyarakat tercipta persepsi bahwa Ahok adalah sosok yang anti korupsi, bersih, jujur, berani dan profesional.

Apalagi, Presiden Jowoki dan beberapa pejabat negara dan sejumlah pemimpin partai terus mendukung Ahok. Demikian pula, pencalonan Ahok dalam pilkada 2017-2021 mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan partai-partai besar. Hingga ketika ada kesalahan yang diperbuat Ahok, seolah segera tertutupi dengan pencitraan serta statement pejabat negara yang melindungi kesalahannya.

Namun, “sebaik-baik orang menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga”, pepatah ini selaras dengan yang dialami Ahok. Fakta-fakta tentang kejahatan korupsi Ahok terus terkuak satu-persatu. Ahok memanglah bukan sosok bersih, seperti yang dicitrakan media. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah beberapa kali melakukan pemeriksaan atas beberapa kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ahok.

Final halaman 244
Paragraf terakhir buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini ditulis oleh Marwan dengan penutup akhir mengait awal yang mempertegas dugaan korupsi Ahok itu berada dalam lingkaran penggunaan anggaran non-budgedter keuangan negara.

Oleh sebab itu kita sangat mengharapkan, jika Indonesia ingin maju, transparan dan berkeadilan, maka pola non-budgeter mutlak harus dihentikan. DPRD, DPR dan Pemerintah Pusat harus berkomitmen untuk segera memulai penghentian. Sejalan dengan itu, yang tak kalah penting adalah agar lembaga-lembaga penegak hukum segera mengusut kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan dana non-budgeter, terutama proyek reklamasi, dan hal ini harus dimulai dari pengusutan terhadap Ahok. Selain itu, KPK dan Polri pun diharapkan bisa segera memeroses kasus-kasus dugaan korupsi lain yang melibatkan Ahok, seperti RS Sumber Waras, Dana CSR, dsb.

Sejak beredarnya buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok dalam format PDF ini, belum ada pernyataan resmi dari Marwan Batubara sendiri sebagai penulisnya atau dari pihak Ahok atas buku yang membahas tentang dugaan korupsi Ahok selama menjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Judul:
Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok
Menuntut Keadilan untuk Rakyat

Penulis:
Marwan Batubara
ISBN: 978-602-61689-0-0
Hak cipta penerbit YPSI
Jl.Gandaria VI No.2 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

Desain Sampul dan Tata Letak Isi:
Mochamad Ridwan

Diterbitkan oleh;
YPSI (Yayasan Pengkajian Sumberdaya Indonesia)

Cetakan pertama 2017
Hak Cipta dlindungi oleh Undang-Undang
Dilarang memperbanyak sebagian atau
seluruh isi buku ini tanpa seizin tertulis dari Penerbit
(*)
Perlu dilihat : Saat Kata Hancur Negara Mulai Terbukti Era Jokowi 

Kenalkan, Ini Penulis Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok

forumriau.com 23.5.17


Buku berjudul Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini penulisnya bernama Marwan Batubara. Ia telah banyak menulis sejumlah buku. Karya tulis Marwan Batubara selalu berdasarkan data dan fakta. Buku karya Marwan Batubara lebih cenderung pada masalah nasional terkait ekonomi politik, sosial maupun budaya.

Marwan awalnya berkarir sebagai General Manager PT.Indosat awal merintis usaha telekomunikasi di Indonesia. Pada 2004, Marwan Batubara berhasil duduk di legislatif kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI hingga 2014.

Pria yang lahir di Delitua, Sumatera Utara tahun 1965 ini telah menulis beberapa buku diantaranya, buku Kembalikan Mahakam, Skandal BLBI - Ramai-Ramai Merampok Negara, Tragedi dan Ironi Blok Cepu dan hari ini, Selasa 23 Mei 2017, buku berjudul Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok diluncurkan.

Peluncuran buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok ini digelar di gedung DPR RI dan dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Amien Rais.

Pendidikan
Marwan Batubara menyelesaikan pendidikan dasar tahun 1967 dan SMP tahun 1970 di Delitua, Sumatera Utara. Ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 3 Medan. Dengan dibantu seorang pamannya, Marwan berhasil menamatkan SMA tahun 1973.

Karier
Setelah menamatkan SMA, selama setahun ia bekerja di sebuah radio swasta, Alnora, Medan sebagai operator. Pada tahun 1975 Marwan berkesempatan memperoleh beasiswa sekolah kedinasan di PT Telkom, Bandung, selama 2 tahun. Tamat dari sana, Marwan bekerja dan ditempatkan di Surabaya tahun 1977.

Pada tahun 1978 Marwan diperbantukan sebagai teknisi pada International Maintenance Center (IMC), Indosat, dan ditempatkan di Jakarta dengan tetap berstatus sebagai karyawan Telkom. Di Jakarta Marwan mencoba mengikuti test masuk perguruan tinggi negeri, ketika itu masih bernama Perintis, dan diterima sebagai mahasiswa baru di Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI).

Sambil bekerja di IMC, sejak tahun 1979 Marwan mengikuti kuliah dari titik nol. Kuliah dua tahun sebelumnya di Telkom Bandung tak diperhitungkan. Ia menyelesaikan pendidikan dan tamat sebagai insinyur elektro (S1) tahun 1984.

Pendidikan Marwan tak berhenti di situ. Ia kembali menempuh pendidikan tinggi S-2 bidang studi computing di Monash University, Melbourne, Australia pada tahun 1990-1992 hingga memberinya gelar master of science (M.Sc).

Selama bekerja di Indosat, khususnya antara 1993 hingga 2000, Marwan banyak terlibat dalam proyek-proyek pembangunan sarana Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional, yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di Asia, Eropa, Australia, dan Amerika.

Marwan sering mendapat kesempatan menjadi salah satu Co-Chairman dari berbagai Kelompok Kerja perencanaan dan pembangunan SKKL-SKKL. Misalnya pada proyek SKKL Asia Pacific Cable Network (APCN), Jakarta-Surabaya-Australia (Jasuraus), dan South East Asia, Middle East, West Europe (SEA-ME-WE).

Karier Politik
Pada tahun 2004 Marwan mulai terlibat dalam bidang politik. Ia kemudian terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pusat asal Sumatera Utara periode 2009 -2014.

Sosial dan Keluarga
Dari pernikahannya dengan Cucu Hertruida asal Bandung, yang masih tercatat sebagai karyawan PT Telkom, Marwan dikaruniai tiga orang anak. Pertama Faisal Reza Batubara, lahir tahun 1982, kuliah di Jurusan Teknik Material, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI-ITB).

Kedua Fahmi Irfan Batubara, lahir tahun 1988, lulusan Pipeline Engineer, Newcastle University, S2, dan S1 di Jurusan Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan SMA di Al-Azhar Jakarta, sekarang bekerja sebagai Pipeline Integrity di TWI (The Welding Institute), status bertunangan, dan si bungsu Faris Ibrahim Batubara kelahiran tahun 1998, kuliah di Teknik Mesin ITS, Surabaya.

Karier Jabatan
General Manager PT.Indosat
Pendiri Yayasan Ummat
Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS)
Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Australia tahun 1993-1995
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD)
(*) foto : aktualcom | data : berbagai sumber.

Perlu dilihat : Saat Kata Hancur Negara Mulai Terbukti Era Jokowi