Kacau! SK Putus Kontrak Sampah Belum Dikeluarkan DKP Pekanbaru | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Kacau! SK Putus Kontrak Sampah Belum Dikeluarkan DKP Pekanbaru

Pemko Pekabaru hingga saat ini belum menunjukkan keseriusan menangani sampah. Setelah 'buang badan,' Walikota Pekanbaru juga melaporkan pendemo sampah dari mahasiswa KAMMI ke Polresta Pekanbaru.

FORUMRIAU.COM: Firdaus MT selaku Walikota Pekanbaru pada Kamis kemarin 'buang badan' ditanya wartawan soal seriusnya pemutusan hubungan kerja kelola sampah dengan PT.MIG.

"Tanya sama Edwin (Kepala DKP-red). Semua kontrak melalui SKPD,"jawab Firdaus kepada wartawan ditanya soal pemutusan kontrak dengan PT.MIG.

Saat ditanya oleh redaksi forumriau.com, Jumat 17/6/2016, Edwin Supradana selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru menjawab ada pemutusan kontrak dengan PT.MIG.

"Ada pemutusan kontraknya, nanti lah ya,"kata Edwin di ujung seluler.

Akan tetapi, saat diminta Surat Keputusan (SK) Pemutusan Kontrak Kerja kelola sampah dengan PT.MIG dimaksud, Edwin belum ddapat memberikan keterangan.

Seperti diberitakan, sejak awal bulan ramadhan tahun 2016 ini, masalah sampah menumpuk masih mewarnai kota Pekanbaru. Karena tata kelola angkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diambil alih PT.MIG tidak berjalan, tumpukan sampah tak terelakkan. Disinyalir PT.MIG tidak membayar petugas kebersihan. Padahal, anggarannya Rp.53 miliar dalam tahun jamak (multiyears) telah dibayarkan.

Peristiwa ini membuat petugas kebersihan kota telah dua kali melakukan demonstrasi menuntut hak mereka ke kantor walikota Pekanbaru.

Pada hari ini, Jumat sore, giliran kelompok mahasiswa atas nama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Pekanbaru melakukan aksi demo di rumah dinas Walikota Pekanbaru. Bahkan aksi mereka mendatangkan dan menumpahkan 1 truk sampah di pintu gerbang rumah dinas walikota.

Aksi ini bahkan dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru oleh Kepala Satpol PP dan Kabag Hukum Pemko Pekanbaru.(*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: