Terkait LKBB, LSM MAMPIR: Jika Memberatkan Wali Murid, Gubernur Copot Kepsek SMAN Plus Edi Sutono
Pekanbaru - forumriau.com : Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Pendukung Pembangunan Riau (MAMPIR), Haryanto, mempertanyakan sumber dana kegiatan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) di sekolah favorit provinsi Riau, SMAN Plus Riau, Jumat 2/10/2026.
Menurut Haryanto, sumber dana untuk kegiatan sekolah yang diluar program prioritas pendidikan, seperti perpisahan dan kegiatan sejenis, telah dilarang oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
"Kepala Sekolah SMAN Plus dalam informasi yang saya dapat, mengatakan kegiatan LKBB itu sumber dananya ada juga sumbangan dari wali murid. Saya kira ini perlu dievaluasi. Karena Pak Gubernur kita, SF Hariyanto telah melarang kegiatan kegiatan yang diluar program pendidikan, seperti perpisahan dan sejenisnya, dananya membebani wali murid, itu dilarang," jelas Haryanto.
Apalagi dengan kondisi sekarang, lanjut Haryanto, jika uang 1 juta sampai 5 juta sumbangan itu ada wali murid memberikan, ini jelas menjadi beban tersendiri bagi wali murid serta peserta didik.
"Dengan kondisi sekarang, uang 1 juta sampai 5 juta, saya nilai itu akan memberatkan wali murid. Ini penilaian saya pribadi ya. Meskipun ada kata sumbangan sukarela, apalagi nominalnya bervariasi, ini jadi beban mental tersendiri bagi wali murid dan muridnya. Ada yang merasa minder nanti jika orang tuanya cuma nyumbang 1 juta misalnya, apalagi yang tidak menyumbang. Jika tidak dibebankan sama sekali itu tidak masalah. Harusnya sekolah yang tanggung biayanya, jangan terima sumbangan atau apapun dari wali murid dan siswa. Sekarang ekonomi lagi morat marit," jelas Haryanto.
Haryanto juga mempertanyakan sisi positifnya kegiatan ini perlu ditelaah kembali bagi siswa. Apakah kegiatan tersebut akan membuat prestasi akademik murid membaik atau tidak, mesti dikaji ulang.
"Pemerintah sekarang lagi efesiensi anggaran, termasuk di Riau, makanya gubernur Riau juga melakukan kebijakan untuk melarang hal yang tidak prioritas, untuk SMA SMK juga ada larangan kegiatan dari gubernur Riau seperti yang saya sebutkan tadi. Jika LKBB ini tidak akan membuat prestasi akademik murid membaik, ya sebaiknya jangan dilakukan, apalagi sumber dananya juga diterima dari wali murid," jelas Haryanto.
Lanjut Haryanto juga mengkritisi kegiatan diluar sekolah saat ini dibatasi akibat udara yang masih tidak sehat di Pekanbaru dan sekitarnya.
"Sekarang udara juga masih tidak sehat. Kegiatan murid di luar ruangan itu sangat membahayakan kesehatan mereka. Sepertinya acara ini terlalu dipaksakan oleh Kepala Sekolah SMAN Plus. Ini ada apa, jika tidak ada tujuan lainnya, apalagi Kepseknya menyatakan mudah cari 100 juta dengan kegiatan itu," jelas Haryanto balik bertanya.
Selain lakukan evaluasi, Haryanto menilai sudah saatnya gubernur Riau dan dinas pendidikan provinsi Riau untuk ambil tindakan tegas terhadap Kepala Sekolah SMAN Plus Riau Edi Sutono.
"Bukan sebatas evaluasi ya, saya pikir Gubernur Riau dan Kepala Dinas Pendidikan Riau sudah saatnya mencopot Kepala Sekolah SMAN Plus Edi Sutono ini," pungkas Haryanto.
Pernyataan tersebut disampaikan Haryanto terkait berita forumriau.com soal agenda LKBB pembinaan bagi siswa SMK/SMA yang ikut peserta se Riau di SMAN Plus Riau, Jumat 2/10/2026.
Sukses LKBB, Edi Sutono: Enak Nyari 100 Juta Dengan Acara Ini
Agenda Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) bukan jadi sekedar pembinaan bagi siswa yang ikut peserta.
Namun dibalik lomba tersebut terkesan juga jadi penghasilan tersendiri bagi penyelenggara. LKBB yang dilaksanakan di SMAN Plus 2026 ini sukses dilakukan dengan banyak sponsor dan sumbangan dari luar sekolah.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Sekolah SMAN Plus Riau, Edi Sutono saat bincang bincang dengan redaksi forumriau.com di sela sela acara tersebut, Jumat 2/10/2026.
"Enak nyari 100 juta dengan acara ini," sebut Edi Sutono saat berbincang bersama dengan Komite Sekolah dan utusan dari SMK Pertanian Riau juga didengar beberapa orang staf dan guru di ruangan itu.
Menurut Edi, uang sumbangan itu selain dari beberapa wali murid, juga ada dari sponsor yang mendukung kegiatan. Namun Edi Sutono menolak memberikan rincian berapa jumlah sumbangan yang diperoleh untuk acara LKBB 2026 ini."Nanti ada LPJ nya dari OSIS itu setelah kegiatan selesai . Dan biasanya setiap tahun untuk kegiatan ini mereka akan memberikan ke sponssorship dan juga ke kepsek. Kita tunggu saja setelah selesai acaranya" balas Edi via pesan singkat ke redaksi forumriau.com.
Saat dikonfirmasi apakah pernyataan uang 100 juta itu untuk keuntungan pribadinya, Edi Sutono menolak menjawab tegas dan berdalih tingkat kepercayaan sponsorship masih baik.
"Kalau tingkat kepercayaan sponsorship besar terhadap semua kegiatan semua nya mungkin Di. Tapi kalau kepercayaan tidak ada ya tidak mungkin . Memang ada saya menyampaikan secara resmi terkait itu nggak kan? Kita tunggu saja LPJ OSIS nanti berapa kebutuhan untuk kegiatan dan berapa semua dana yang terkumpul," jawab Edi Sutono.
Waktu sambutan acara pembukaan tadi Saya ucapkan terimakasih kepada semua sponsorship yang sudah membantu luar biasa terhadap kegiatan ini. Kami juga menyerahkan plakat penghargaan kepada mereka yang sudah membantu kegiatan ini," dalih Edi. *** Penulis: Suryadi
Thanks for reading Terkait LKBB, LSM MAMPIR: Jika Memberatkan Wali Murid, Gubernur Copot Kepsek SMAN Plus Edi Sutono | Tags: Hukrim Pekanbaru Pendidikan Polda Riau Riau
Next Post »

