Heboh Minahasa Deklarasi Ingin Merdeka | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Heboh Minahasa Deklarasi Ingin Merdeka

Upaya makar terang-terang kini marak dilakukan daerah di Indonesia. Gejolak politik ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini kerap munul dari daerah Indonesia bagian timur. Sebelumnya, gerakan Papua Barat Merdeka telah terang-terangan melakukan upaya separatisme untuk mandiri jadi negara sendiri.

FORUMRIAU.COM - Upaya separatis ini sepertinya diikuti juga oleh daerah Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Dengan alasan bahwa kaum agama minoritas yang tidak dapat keadilan di Indonesia dengan latar kejadian Ahok divonis dua tahun penjara, kelompok Minahasaland Merdeka.

Seruan ini diumumkan resmi dalam halaman facebook Acient of  Minahasa. Berikut ini kutipan status halaman Acient of Minahasa yang ditulis pada 14 Mei 2017.

Team Pelaksana Aksi Referendum MinahasaLand Merdeka di Polda Sulut telah mendapat izin...
Besok Senin 15 Mei 2017 SIAP dilaksanakan!!!
Menuju REFERENDUM MINAHASA MERDEKA
Sesuai dengan Konstitusi dan Pembukaan UUD45
KEMERDEKAAN ialah HAK SEGALA BANGSA sebab itu PENJAJAHAN HARUS DI HAPUSKAN!!!
Bangsa MINAHASA BERHAK EKSIS sebagai suatu NEGARA!!!

Namun dibalik tuntutan mereka, ada terselip sedikit pemintaan Bebaskan Ahok tanpa syarat. Seruan ini menjadi janggal di mata netizen lainnya yang memberikan komentar di beberapa status halam itu. Apalagi upaya makar ini bahkan dikalim telah direstui oleh Kapolda Sulawesi Utara sendiri.

Tanggapan Kapolri Tito Karnavian
Menjawab maraknya seruan Minahasa Merdeka di media sosial, Kapolri Tito Karnavian mengatakan akan melakukan upaya persuasif dengan tokoh masyarakat Minahasa tersebut.

"Nggak boleh. Deklarasi nggak boleh. Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu pada saudara-saudara di sana bahwa kita sudah NKRI. Ini kan negara NKRI, harus kita pertahankan," ujar Tito di Aula Asrama Haji, Jl WR Supratman, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/5/2017).

Tito mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif terhadap warga Minahasa. Selain itu, dia menilai warga Minahasa mendeklarasikan merdeka hanya spontan.

"Kita lakukan langkah-langkah persuasif kepada saudara-saudara kita untuk mengimbau, mungkin mereka hanya reaksi spontan saja, emosional. Makanya kita harus sama-sama jaga keutuhan negara kita, konflik tidak boleh terjadi," kata dia dikutip detikcom.

Menurutnya, para pendiri bangsa sudah mewariskan NKRI kepada generasi penerus. Karena itu, persatuan harus terus dijaga.

"Sehingga saya mengimbau masalah primordialisme kesukuan, keagamaan, kekerasan tidak perlu dipermasalahkan lagi. Karena para pemimpin pendiri bangsa kita dari 1928-1945 sudah menepikan, meminggirkan perbedaan itu jadi bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa," tutup dia.

Video Dokumenter Tokoh Minahasa dalam sejarah kemerdekaan Indonesia:

(*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel pilihan google :

    Terbaru :

    Video Pilihan: