Awasi Anak Dari Pedofil dan Istilahya di Media Sosial | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Awasi Anak Dari Pedofil dan Istilahya di Media Sosial



Perkembangan media sosial bisa berdampak positif maupun negatif. Tidak sedikit media sosial menimbulkan dampak negatif, terutama bagi generasi milenial.

Seperti kemunculan grup facebook 'Official Loly Candy's 18+', yang jadi bukti nyata dampak negatif dari media sosial. Sejumlah anak di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual dan pornografi.

Para pelaku menyebarkan foto-foto dan video berkonten pornografi anak di bawah umur di akun grup facebook tersebut. Grup ini memiliki 7 ribu lebih member, yang rata-rata memiliki pemahaman akan orientasi seksual terhadap anak di bawah umur (pedofilia).

Perbincangan 'hangat' administrator dengan para members pun banyak diselipi istilah-istilah khusus. Untuk itu, perlu diwaspadai istilah-istilah child pornography atau pornografi anak agar anak-anak di bawah umur tidak terjerumus di dalamnya.

"Mereka memang memiliki istilah-istilah tersendiri dalam berkomunikasi di grup Facebook tersebut, dan members sudah memahami artinya istilah-istilah tersebut," terang Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat kepada detikcom, Senin (20/3/2017).

Beberapa istilah tersebut, di antaranya adalah 'loly'. Loly adalah sebutan bagi anak di bawah umur yang dijadikan sebagai objek atau korban kekerasan seksual oleh pedofil.

Ada juga istilah jjk/jejak: istilah untuk video atau gambar yang harus dishare kepada yang lain. Istilah yang dipakai di kalangan pedofil dalam pornografi anak seperti 7yo atau 5yo: 7 years old/5 years old, artinya adalah usia loly.

Untuk itu, para orang tua diimbau untuk mewaspadai hal ini. Orang tua diimbau mengawasi aktivitas anak di media sosial agar tidak terpapar pengaruh-pengaruh negatif.

"Di satu sisi teknologi internet itu memang diperlukan, akan tetapi kita harus lebig bijak dan bisa memilah-milih mana yang baik untuk perkembangan anak kita. Alangkah baiknya kalau orang tua membimbing anak ketika menggunakan media sosial, sehingga bisa menangkal hal-hal yang negatif," terangnya.(*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel pilihan google :

    Terbaru :

    Video Pilihan: