Zhong dan Tuduhan Demo Bayaran Akhirnya Terungkap | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Zhong dan Tuduhan Demo Bayaran Akhirnya Terungkap

Calon Gubernur DKI Jakarta 2017, Zhong Wan Xeu alias Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama menyebut adanya massa bayaran dalam sejumlah aksi massa, akhirnya terungkap.

Aksi massa bayaran yang dimaksud itu terbuktinya bukan yang seperti dituduhkan Zhong terhadap Aksi Bela Islam (ABI) #121, #411 dan aksi bela islam super damai 2016 silam.  

Karena tuduhan Zhong tanpa bukti, hal itu berbalik arah telah dilaporkannya Zhong oleh sejumlah kelompok dan pribadi. Zhong dilaporkan oleh ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) dan Kuasa Hukum GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Nasinal), DR.Kapitra Ampera SH.MH.

Namun, tuduhan Zhong adanya massa demo bayaran akhirnya mulai terungkap oleh indikasi massa bayaran ini pada Rabu 8 Februari 2017. Dimana puluhan massa atas nama Aliansi Santri Indonesia demo ke kantor Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU). Mereka membawa spanduk menolak Sekjen PB NU Helmy Faishal Zaini.

Penolakan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini itu mereka lakukan dengan alasan berpihaknya PB NU ke salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2017 ini.

Meski PBNU punya hak sendiri menentukan pasangan calon yang akan dipilih, namun masa Aliansi Santri Indonesia itu tetap melakukan orasi di kantor PB NU Jakarta. Tidak lama melakukan orasi, massa yang mengaku Aliansi Santri Indonesia ini ditemui oleh Wasekjen PBNU Isfah Abidal Azis.

Isfah menanyakan kepada para massa apakah mereka benar dari perwakilan santri. Namun massa tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

"Mereka massa bayaran. Dan ini bagi kami, bagi NU, kami harus mempertahankan marwah dan hakikat NU. Kami simpulkan mereka massa bayaran," ujar Wasekjen PBNU Isfah Abidal Aziz di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017) dikutip detikcom.

"Kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan, harus disampaikan dengan cara yang baik, dengan tradisi dan kultur yang biasa berlaku di Nahdlatul Ulama, monggo silakan datang dengan baik-baik ke NU. Saya rasa mereka bukan santri dan tidak pernah di pesantren, tidak bisa menyebutkan mereka dari pesantren mana," kata Isfah.

"Ada beberapa hal terkait prinsip elemen santri yang kami tanyakan, tapi nggak bisa menjawab, artinya ya hanya mengaku-ngaku sebagai santri," lanjutnya.

Kesimpulan PB NU itu menguat dari tampilan massa yang datang melakukan aksi tersebut. Dimana para prianya tanpa peci ataupun sarung layaknya tradisi santri. Bahkan ada yang pakai baju kotak-kotak dan yang perempuannya tanpa menutup aurat.

Karena penampilan mereka lebih cenderung sebagai pendukung Zhong Wan Xeu alias Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama lebih ketara dibanding sebagai santri, PB NU akhirnya menolak.

Kejadian ini membuktikan perkataan calon Gubernur DKI Jakarta Zhong alias Ahok, adanya massa bayaran untuk kepentingan politik tertentu, terutama untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.
(*)Foto: massa bayaran yang demo ke PB NU.
Perlu dibaca:

Resmi Tolak Ahok, PW NU DKI Jakarta Umumkan Untuk Semua

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: