Rakornis Partai Golkar, Waketum Akui Riau Limbung Suara Golkar | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini -->

Rakornis Partai Golkar, Waketum Akui Riau Limbung Suara Golkar

Rakornis Partai Golkar, Waketum Akui Riau Limbung Suara Golkar


FORUMRIAU.COM - PEKANBARU, Partai Golkar melakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pemenangan Pilkada 2020 untuk menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati di sembilan daerah di Provinsi Riau pada 9 Desember 2020 mendatang.

Bahkan giat tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai golkar Ahmad Doli Kurnia, yang langsung menargetkan setiap calon yang diusung oleh partai Golkar harus memenangkan Pilkada dimasing-masing daerah. 

Pasalnya menurut Ahmad Doli, Provinsi Riau merupakan lumbungnya suara golkar, untuk itu target pilkada 2020 ini, partai goklar harus menang dan menguasai disembilan kabupaten kota. 

Demikian disampaikan Ahmad Doli Kurnia saat membuka secara resmi Rakornis Pemenangan Pemilu 2020 di Hotel Premiere Pekanbaru, Senin (5/10/2020).

"Kita solid bukan hanya judul, tetapi perlu kerja keras dan langkah kongkrit. Riau lumbung partai Golkar hendaknya bisa menang pada pelaksanaan Pilkada di Sembilan Kabupaten dan kota. Target kemenangan bukan saja 60 Persen tetapi bagaikan bisa mencapai 80 persen," ujar H Ahmad Doli.

Ahmas Doli juga menyampaikan beberapa strategi sukses dalam menghadapi Pilkada 2020 ini, diantaranya sukses melakukan transformasi, sukses mengimplementasi visi misi, sukses membangun demokrasi. 

"Kita harus totalitas mendukung kepada calon yang diusung, maka kita targetkan untuk Riau harus menang setidaknya 80 persen suara ke golkar. Karena jika kita ingin menang Pileg dan Pilpres maka kita harus memang sekarang menang di Pilkada, jangan pura-pura memang," tegas Ahmad Doli. 

Sementara Syamsuar, Ketua DPD I Golkar juga tampak hadir dan memberikan sambutan dan memberikan kiat-kiat kepada Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang diusung Partai Golkar yang akan mengikuti kontestasi di Pilkada serentak tahun 2020. 

"Untuk mencapai kemenangan itu perlu kerja keras dan strategi bagaimana partai Golkar bisa menang nantinya. Kita harus memiliki strategi untuk bisa menang walaupun dalam situasi Covid-19 ini. Paling tidak target kemenangan kita di Provinsi Riau ini harus bisa mencapai 60 Persen," ungkap Syamsuar.

Untuk berhasil menguasai Pilkada, Syamsuar juga mengingatkan kepada calon yang diusung agar mengatur startegi menggaet hati masyarakat. 

"Paling tak sedap tak menangni, saya dah merasakan, bahkan saya pernah diisukan strok karena kalah. Untuk itu, saya berharap hal tersebut tak terulang kepada kawan-kawan. Salah satu kuncinya untuk menang, banyak-banyak berjalan semakin makin banyak jalan semakin banyak ketemu orang. Ditenganmh kondisi wabah Covid-19 memang ketika harus tetap menjalankan protokol kesehatan karena kita harus tetap berjuang," ujar Syamsuar. 

Sementara itu,  Sekretaris BAPILU DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Ida Yulita Susanti, SH mengatakan, Pelaksanaan Rapat koordinasi Teknis(Rakornis) Partai Golkar Provinsi Riau dalam rangka mensolidkan potensi kader untuk memenangkan partai Golkar pada Pilkada di (9) Sembilan Kabupaten dan kota serta untuk menghadapi pelaksanaan pemilu dan Pilpres 2024.

"Dengan Rakornis partai Golkar bisa menghasilkan potensi bagi kader dalam menyerap ilmu baru, karena banyak peraturan-peraturan KPU yang berubah karena dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Bahkan dalam pelaksanaan Rakonis yang kita laksanakan ini juga mengikuti protokol kesehatan," ungkap Ida Yulita Susanti.

Dalam Rakornis juga dihadiri fungsionaris DPD Partai Golkar Riau, anggota Fraksi Golkar DPRD Riau dan DPRD Kabupaten/Kota se-Riau. Kemudian, ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Riau dan Ketua Ormas pendiri, didirikan dan sayap yakni Soksi, MKGR, Kosgoro, AMPI, HWK, Satkar Ulama, MDI, Al-Hidayah, AMPG dan KPPG

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...