Cerita Dibalik TKA China Ilegal di Gardu PLTU Tenayanraya Pekanbaru Akhirnya Terungkap | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Cerita Dibalik TKA China Ilegal di Gardu PLTU Tenayanraya Pekanbaru Akhirnya Terungkap

Kasus tenaga kerja asing (TKA) yang selama ini beredar di warga Pekanbaru akhirnya terungkap. Meski TKA yang sejak adanya pembangunan gardu PLTU di kawasan Kecamatan Tenayan Raya sejak 2012 telah ada, namun kepastian ilegal atau tidaknya baru terungkap pada 2017 ini.

FORUMRIAU.COM: Sejak 2012 silam, redaksi forumriaucom telah menerima laporan dari seorang sumber soal tenaga kerja asal China tersebut. Sebagai pekerja sub kontraktor pengadaan barang, kepada forumriaucom, sumber menyebutkan, bahwa mereka melihat pekerja asing asal China di lokasi proyek PLN Tenayan Raya itu setiap mereka masuk mengerjakan proyeknya.

"Jika ada pemeriksaan resmi, mereka disembunyikan di sebuah barak. Barak itu ada di seberang air dan di sebuah lahan yang tidak akan dilihat oleh petugas. Yang sembunyi itu saya rasa ilegal, karena yang beberapa manajemennya juga China, tetap menerima kunjungan petugas,"kata sumber yang minta namanya disembunyikan.

Dengan adanya dua pos pintu penjagaan untuk masuk ke lokasi proyek, dimana jarak antara dua pintu pos itu sekitar 1 Km, merupakan peluang waktu bagi para TKA ilegal untuk bersembunyi sebelum petugas datang.

"Selama ini mereka aman karena jika ada pemeriksaan mau masuk dari dua pintu masuk, maka mereka bersembunyi sebelum petugas sampai di lokasi proyek. Pintu masuk itu jaraknya satu kilometer ke pintu berikutnya dan dilakukan pemeriksaan dulu,"jelasnya.

Meski diduga sejak 2012 pekerja China TKA ilegal itu sudah masuk lokasi proyek, namun petugas imigrasi Pekanbaru akhirnya berhasil mengamankan diantara mereka pada 2017 ini.

Sebanyak 35 dari 45 tenaga kerja asing (TKA) asal Republik Rakyat China (RRC) yang bekerja di PLTU Tenayan Raya Pekanbaru diboyong ke Kantor Imigrasi Pekanbaru, Jalan Teratai, Selasa (17/1/2017) malam.

"Yang 35 orang ini tidak memiliki dokumen, diantaranya tidak bisa menunjukkan paspor," kata Kepala Divisi Keimigrasian Wilayah Riau, Sutrisno dikutip GoRiaucom di Kantor Imigrasi Pekanbaru.

Dikatakannya, sebanyak 35 TKA tersebut sama sekali tidak memiliki dokumen apapun. Sehingga, pihak imigrasi pun belum bisa memastikan kebenaran identitas puluhan warga yang mengaku berasal dari Negara Tirai Bambu itu.

"Tidak ada datanya, bagaimana mau memastikan. Mereka sih ngaku asalnya dari RRC tapi tidak ada buktinya," tukasnya.

Sementara itu, Managemen PLN Riaukepri sejak kabar itu dikonfirmasi tidak pernah menjelaskan dan seperti mengelak jika hal tersebut ditanya oleh wartawan.(*)
Perlu dibaca:

HEBOH:Jokowi dan Ahok Lakukan Hoax, Pakar Bongkar Faktanya Berikut Ini

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: