Kapan Bupati Meranti Diperiksa Soal Korupsi YMB? Ini Jawab Kejari | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Kapan Bupati Meranti Diperiksa Soal Korupsi YMB? Ini Jawab Kejari

Penyaluran dana bantuan sosial ke yayasan akan menjerat Bupati Meranti Irwan. Kasus ini berkasnya sudah di tangan Kejaksaan Negeri Meranti. Dalam berkas pemeriksaan itu, terdapat nama Bupati Meranti Drs H Irwan MSi.

FORUMRIAU.COM: Namun, Bupati Irwan belum dipanggil Kejari untuk dimintai keterangan. Kasus ini muncul karena dugaan mark up anggaran belanja peralatan kantor oleh Yayasan Meranti Bangkit (YMB).

Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti Roy Modino, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/8/2016) memastikan akan memeriksa semua nama yang ada dalam berkas pemeriksaan.

"Pokoknya semua nama yang ada kita panggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi," kata Roy Modino kepada wartawan.

Pihak Kejari ingin melihat kemana aliran dana bersumber dari dana hibah tahun 2011 yang telah digelontorkan ke Yayasan Meranti Bangkit, untuk keperluan Universitas Kepulauan Meranti sebesar Rp800 juta.

Keterkaitan Irwan dalam kasus dugaan mark up anggaran pembelian meubeller kantor untuk Universitas Kepulauan Meranti itu diduga adanya persetujuan penyaluran dana hibah tahun 2011 ke Yayasan Meranti Bangkit.

Bahkan nama Bupati Irwan ada di SK tim verifikasi proposal, serta tertuang juga namanya dalam kepengurusan Yayasan Meranti Bangkit yang saat ini mendapat masalah.

"Ibaratnya, dari, oleh, dan untuk (bupati, red)," kata Robby, penyidik di Pidana Kusus Kejari Kepulauan Meranti, dikutip goriaucom

Meski telah ada nama Irwan di berkas, namun Kejari belum memastikan kapan bupati dua periode itu akan dipanggil untuk dimintai keterangannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus Universitas Kepulauan Meranti ini mencuat setelah adanya dugaan mark up pembelian sejumlah peralatan kantor. Pembelian itu menggunakan dana berasal dari Bansos APBD Kepulauan Meranti tahun 2011 sebesar Rp800 juta.

Saat uang bantuan hibah ini masuk ke rekening yayasan, diduga digunakan beberapa orang dengan alasan untuk membelikan beberapa keperluan kantor (Universitas Kepulauan Meranti, red).

Namun, saat hendak dibuat surat pertanggungjawabannya, beberapa orang yang kemarin menggunakan uang tidak bisa menunjukkan bukt-bukti seperti kwitansi. Akibatnya, guna menutupi kekurangan anggaran itu, pihak yayasan nekad membuat SPJ yang diduga fiktif.(*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: