Foto Anak Tewas Kelaparan Warga Papua Menyapa Dunia | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Foto Anak Tewas Kelaparan Warga Papua Menyapa Dunia

Foto Anak Tewas Kelaparan Warga Papua Menyapa Dunia

Pulau Papua atau Irian Jaya yang berada di paling Timur Indonesia kini kembali menyapa dunia. Selama ini, negeri Papua dikenal dengan panorama dan hasil alamnya yang berlimpah menawan mata dunia. Namun kini, Papua menyapa dunia dengan kabar duka.

FORUMRIAU.COM - Duka Papua ini beredar di media situs dan website resmi skala kantor berita dunia. Sedikitnya dilaporkan telah 68 orang tewas akibat kelaparan dan wabah penyakit campak dan gizi buruk (busung lapar) yang melanda warga wilayah Kabupaten Asmat.

Wabah campak dan gizi buruk di Papua ternyata tidak hanya terjadi di Kabupaten Asmat, tapi juga di wilayah Pegunungan Bintang yang berjarak 286 km dari Agats, ibukota Asmat.

Sementara jumlah korban terus meningkat. Hampir 100 orang meninggal di dua kabupaten tersebut, kebanyakan anak-anak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bintang, Provinsi Papua menyebutkan sebanyak 28 orang dilaporkan meninggal dunia di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Bintang, lantaran mengalami dehidrasi berat akibat diare, campak dan gizi buruk atau kelaparan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyebut, tim pemerintah berusaha keras menangani masalah ini.

"Tim kita sedang turun, lagi memastikan sebabnya apa, gimana kondisi riilnya disana," kata Oscar kepada BBC Indonesia, Senin (22/01/2018).

"Dua hari lalu dari dinas kesehatan setempat sudah turun sebetulnya. Kemarin juga bantuan-bantuan dari TNI dan Kementerian Kesehatan juga sudah bergerak kesana," ujarnya pula seperti dimuat kantor berita BBC Indonesia.

Data terakhir mencatat jumlah korban meninggal di Kabupaten Asmat mencapai 68 orang. Satu orang di antaranya meninggal Senin hari ini akibat campak ,kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat.

Sementara 67 lain sudah meninggal sebelumnya, semuanya anak-anak: 64 anak meninggal akibat campak dan 3 anak meninggal karena gizi buruk.

Seiring dengan meluasnya wabah dan semakin bertambahnya korban akibat campak dan gizi buruk, Harry menuturkan kementerian menaikkan status di wilayah ini sebagai bencana rawan pangan -atau bencana kelaparan.

"Untuk kedaruratan kamu sudah kirim bantuan yang dibutuhkan sesuai asesment dengan Dinsos, yaitu ada beras 3 ton, kemudian 8.000 paket makanan siap saji," ujar Harry Hikmat kepada Ayomi Amindoni dari BBC Indonesia.

Foto Anak Tewas Kelaparan
Di media sosial, foto anak-anak Papua dalam keadaan kritis dan bahkan meninggal banyak beredar. Terdapat foto seorang anak di dalam tumpukan kayu yang diratapi oleh orang tuanya.

Tumpukan kayu itu diyakini adalah bahan bakar untuk prosesi kremasi (pembakaran) jenazah anak yang meninggal.

Siooooo Bapa Jantung Hati Eeee

Pembangunan Lebih Penting Dari Kesehatan k?

Hasil tanah kami telah kau keruk kenapa jiwa kami lagi kau telantarkan?

apakah kau ada disini hanyalah untuk hasil bumi itu?

Jika semua di lakukan untuk meningkat ekonomi rakyat lantas kenapa masi ada gizi buruk?

Biarkan kami menikmati subsidi yg Tuhan berikan.

Demikian judul dan status sebuah akun facebook warga Papua yang beredar di media sosial terkait wabah kelaparan dan penyakit menular di Papua.(*)

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: