Lagi, Anggota TNI Ditebas di Bali | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Lagi, Anggota TNI Ditebas di Bali


Belum tuntas kasus pembunuhan anggota TNI oleh anak anggota DPRD F-PDIP di Bali, kejadian penebasan terhadap anggota TNI kembali terjadi.

Penebasan itu dilakukan terhadap anggota TNI Denma Kodam IX Udayana, Pratu Gede Arya Yasa Mataram (37), warga lingkungan Lumbanan, Sukasada, Buleleng, pada Senin (17/7) lalu sekitar pukul 22.30 WITA.

FORUMRIAU.COM -- Akibat penebasan oleh orang tak dikenal itu, korban mengalami luka sobek di bagian kepala, perut dan tangan. Kejadian penebasan anggota TNI itu pada malam hari di halaman luar warung tuak Bunga yang ada di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Pihak polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap pelaku yang hingga kini masih sebatas dugaan.

Malahan setelah terjadi penebasan anggota TNI itu, suasana warung tuak menjadi sepi yang berbeda jauh dengan biasanya.

Lantas seperti apa perkembangan penyelidikan pihak polisi dalam mengungkap kasus ini?Berdasarkan informasi yang dihimpun di Mapolsek Sukasada, disebutkan bahwa pelaku yang melakukan penebasan itu diduga berinisial G yang akrab dipanggil Cesper yang berasal dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Terungkap, Cesper ini merupakan seorang residivis yang baru 2 bulan lalu keluar dari LP Tabanan.

“Kami sudah mencari Cesper dirumahnya, namun yang bersangkutan tidak
ada” terang salah satu anggota Polsek Sukasada, Rabu (19/7).

Diketahui, bahwa sebelum terjadi peristiwa penebasan, pelaku Cesper ini terlebih dahulu sudah meminum minuman keras di Cafe Sahabat yang jaraknya 700 meter dari lokasi warung tuak Bunga.

Dimungkinkan belum puas minum minuman keras di cafe Sahabat, si Cesper ini kemudian mendatangi warung tuak Bunga dan minum tuak diwarung tersebut.

Ia meminta agar dilayani oleh waitres yang ada di warung tuak Bunga. Namun waitresnya tidak mau melayaninya minum. Sontak saja ia marah dan berteriak mengaku kalau dia itu, seorang pembunuh dari Pegayaman bernama Cesper.

“Waitres tidak mau melayani minum, lalu marah-marah sambil berteriak” ujar pedagang di warung itu.

Tampaknya teriakan dari Cesper yang mengaku berasal dari Desa Pegayaman ini, menarik perhatian Pratu Gede Arya Yasa Mataram.

Kemudian ia bertanya kepada Cesper, ‘apa mengenal Sofi yang merupakan pecatan anggota TNI’. Mendapat pertanyaan seperti itu, lalu Cesper menjawab dan mengaku Sofi itu adalah keluarganya.

“Saya tidak tahu, entah bagaimana ceritanya, maka terjadilah peristiwa penebasan itu” ujar pedagang itu lagi. Kapolsek Sukasada, Kompol. Darmita seijin Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya mengatakan untuk sementara Cesper ini yang diduga pelaku penebasan anggota TNI itu.

”Ini baru sebatas dugaan ya. Namun kalau dilihat dari ciri-cirinya, pelakunya memang mengarah kepada Cesper” tambah Darmita.

Untuk memudahkan penyelidikan lebih lanjut, pihak polisi memanggil Sofi. Hanya saja, Sofi yang diakuinya sebagai keluargaoleh Cesper, ternyata menurut Sofi tidak ada hubungan keluarga dengan Cesper itu.

”Kendala kami, warga Pegayaman terkesan tutup mulut dan menyatakan tidak mengenal Cesper. Sofi sendiri yang tidak terima namanya dibawa-bawa oleh pelaku penebasan akan membantu polisi untuk mencarikan pelaku Cesper yang hingga kini masih baru dugaan saja” ujar Darmita seperti dikutip metrobalicom.

”Kasus penebasan ini,  sekarang penanganannya sudah ada di Polres. Kami dari Polsek hanya sebatas membantu saja” tandasnya.*** foto ilustrasi : radarntt.(*)

Perlu dilihat : Ngeri Panglima TNI Ungkap Penghianat Bangsa

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: