Erdogan Pecat 4.000 Lagi Pejabat Turki Terkait Kudeta | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Erdogan Pecat 4.000 Lagi Pejabat Turki Terkait Kudeta

Pemerintah Turki memecat hampir 4.000 pejabat publik lagi dalam tindakan yang disebut sebagai upaya pembersihan terbaru terkait kudeta yang gagal Juli lalu. Pemecatan ini termasuk pada 1.000 orang pegawai kementerian hukum, sekitar 1.000 staf militer dan lebih dari 100 pilot angkatan udara, kata pejabat.

FORUMRIAU.COM - Dalam dekrit terpisah, Turki melarang acara permainan kencan televisi - langkah yang sebelumnya didorong oleh pemerintah. Awal Sabtu lalu, Turki memblokir ensiklopedia online Wikipedia.

Langkah pemecatan terakhir ini menyusul pemecatan sekitar 9.000 polisi dan penahanan 1.000 lebih orang pada Rabu lalu karena dicurigai memiliki kaitan dengan ulama yang kini berada di AS, Fethullah Gulen.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh Gulen menjadi inisiator upaya kudeta tahun lalu, klaim yang dibantah oleh ulama tersebut.

Pemerintah, lewat Official Gazette, mengatakan bahwa mereka yang dipecat dicurigai terkait dengan "organisasi teroris dan struktur yang bisa menjadi ancaman pada keamanan nasional".
Erdogan menang tipis dari referendum 16 April yang kontroversial, karena memperluas kekuasaannya.

Lawannya dalam referendum tersebut mengatakan bahwa pemungutan suara tersebut, yang telah membelah Turki, semakin mendekatkan Erdogan pada kekuasan otoriter.

Pelarangan terhadap acara kencan di televisi dilakukan menyusul peringatakan yang dikeluarkan Maret lalu oleh Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus, karena acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan tradisi dan kebiasaan Turki.

"Ada acara aneh yang akan menghapus institusi keluarga, rasa hormat serta kesuciannya," katanya waktu itu dilansir media BBC.

Mereka yang mengkritik Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) mengkhawatirkan bahwa negara ini menuju ke arah Islam konservatif di bawah Erdogan.

Namun pendukung AKP mengatakan bahwa acara kencan itu menerima ribuan keluhan dan pelarangannya sesuai dengan kepentingan publik.(*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: