Heboh, Habib Ungkap Fakta Hukum Ahok Menista Agama | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Heboh, Habib Ungkap Fakta Hukum Ahok Menista Agama

Keterangan habib Rizieq Syihab sebagai saksi ahli di sidang ke 12 kasus penistaan agama membuktikan kalimat terdakwa sebagai penista agama. Dalam hal ini, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan sengaja membuat pernyataan, di depan umum, khususnya pada umat islam di Kepulauan Seribu.

FORUMRIAU.COM: Dimana, Ahok menyatakan dan mengutip kitab umat lain dan menyampaikannya di depan umum. Bahkan, Ahok yang bukan beragama islam telah berani menyampaikan kitab umat islam sebagai sumber kebohongan.

Hal itu terungkap dalam keterangan Habib Rizieq Syihab sebagai saksi ahli menerjemahkan kalimat yang diungkapkan Ahok di tempat kejadian perkara. Habib dalam sidang pada Selasa 28/2/2017 itu meminta rekaman hasil labforensik Mabes Polri sesuai BAP diputar ulang pada menit 24 menit yang berbunyi seperti berikut. 

"Jadi jangan percaya sama orang. Bisa saja kan dalam hati kecil bapak ibu nggak pilih saya..ya kan. Dibohongin pakai surat al maidah 51 macam-macam itu...itu hak bapak ibu yah..jadi kalau bapak ibu perasaan nggak bisa milih nih..karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu,".
  1. Jadi jangan percaya sama orang
  2. nggak pilih saya
  3. dibohongi pakai surat al maidah 51
  4. macam-macam itu
  5. karena saya takut masuk neraka
  6. dibodohin gitu
Menurut Habib, kalimat ke-1 membuat fakta bahwa terdakwa Ahok menyatakan semua orang akan berbohong, dalam hal ini siapa saja bisa berbohong menggunakan alquran surat almaidah ayat 51.

"Siapapun yang mengatakan kalimat ini, berarti telah mengajak masyarakat agar jangan percaya kepada siapa pun juga yang menggunakan surat al maidah ayat 51, untuk tidak memilih non muslim sebagai pemimpin. Jadi terdakwa dengan kalimatnya ini, mengajak masyarakat untuk tidak percaya, jangan percaya sama orang. Jadi masyarakat kepulauan seribu diajak, diserukan supaya tidak percaya kepada siapa pun yang menggunakan surat al maidah ayat 51...,"terang Rizieq.

"Yang kedua, kata-kata nggak pilih saya, itu berarti kontek-kontek pilkada,"kata Rizieq.

"Kemudian yang ketiga, kalimat dibohongi pakai surat al maidah ayat 51. Maka saya garis bawahi, pertama muncul pertanyaan siapa yang dibohongi? Tentu, tentu maksudnya adalah orang islam yang hadir mendengarkan pidato terdakwa tersebut, yang dipanggil oleh terdakwa dengan kalimat bapak dan ibu. Jadi bapak dan ibu dibohongi pakai surat almaidah surat 51. Jadi maksud yang dibohongi disini adalah orang islam yang hadir saat situ. Yang kedua (saya garis bawahi), tentu maksudnya, kalau bertanya dibohongi pakai surat al maidah 51, berarti surat al maidah dijadikan sebagai alat kebohongan. Bahkan bukan hanya sekedar alat kebohongan, dijadikan sebagai sumber kebohongan. Ini yang kita nyatakan sebagai penodaan agama,"terang Rizieq.

"Kemudian yang berikutnya, siapa yang membohongi umat islam? Dari uraian kalimatnya, tentu maksudnya orang yang menggunakan surat almaidah ayat 51, siapa pun dia. Karena dalam pidato terdakwa tidak menyebut si A atau si B. Dia mengatakan, jangan mau, jangan percaya sama orang dibohongi pakai surat almaidah 51," jela Rizeq.

Berikut ini keterangan lengkap suara Habib Rizieq Syihab dalam sidang kesaksian kasu penistaan agama yang terdakwanya adalah Ahok.

(*)
Perlu dibaca:

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel pilihan google :

    Terbaru :

    Video Pilihan: