Jokowi Dikritik Pedesnya Meme Cabe Menjalar ke Tarif Pajak

| 12.1.17

Pernyataan presiden Joko Widodo jangan beli cabe terkait meroketnya harga cabe mendapat kritikan masyarakat. Meroketnya harga cabe menyusul naiknya tarif pajak yang diluncurkan pemerintah awal tahun 2017 itu, spontan mendapat kritikan keras dari rakyat.

FORUMRIAU.COM: Melalui media sosial, rakyat melakukan kritik dengan membuat meme yang santun dengan menampilkan pertanyaan kembali kepada pemerintah.

Pertanyaan itu berkaitan dengan pernyataan presiden yang menyatakan jangan membeli cabe jika harga cabe mahal. Seperti diberitakan, harga cabe melambung tinggi mencapai 120.000 rupiah hanya dalam hitungan hari setelah naiknya tarif pajak kendaraan yang diumumkan pemerintah pada 6 Januari 2017.

Akibatnya, hingga hari ini Kamis 12 Januari 2017 sejumlah harga kebutuhan pokok naik terutama jenis sayuran seperti cabe dan cabe rawit mencapai lebih Rp.100.000 per kilonya.

Awal naiknya cabai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung melakukan blusukan ke Pasar Induk Kajen di Pekalongan, Jawa Tengah. Jokowi dalam blusukannya juga mengecek harga cabai rawit merah yang mencapai Rp 100.000/kg.

Usai blusukan, Jokowi memaparkan, harga cabai rawit merah memang paling mahal. Karena harga cabai merah Rp 50.000/kg dan cabai hijau Rp 45.000-Rp 50.000/kg.

"Yang namanya harga itu tergantung supply and demand. Karena ini musiman yang pertama, yang kedua juga pada 2016 kemarin memang jelek untuk cabai. Sehingga banyak yang busuk dan gagal panen. Sehingga suplainya kurang. Kan itu fluktuatif dalam hal harga kan biasa," papar Jokowi usai blusukan, Senin (9/1/2017) dikutip detikcom.

Lalu bagaimana upaya pemerintah menyikapi kondisi ini?

"Kita ini kan cabai ya nggak usah beli cabai rawit. Belinya cabai yang hijau yang merah juga pedes, sama saja. Itu kan fluktuatif, fluktuatif," jelas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan soal usaha pemerintah lewat Menteri Pertanian, yang berencana membagi-bagi bibit cabai usia 60 hari ke ibu-ibu PKK.

"Ini tergantung suplai, kalau suplai banyak harga turun. Tapi kalau pertaniannya gagal dan busuk ya pasti suplainya kurang," jelas Jokowi.(*) foto:istimewa/fb
Perlu dibaca:

Pakar:Tidak Ada Dasar Hukum Buku Jokowi Undercover Dikembalikan Pembeli

Pilihan
«

Video

Index »