Aduh, Bayi 5 Bulan Positif Narkoba Karena Orang Tua | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Aduh, Bayi 5 Bulan Positif Narkoba Karena Orang Tua

Seorang bayi usia 5 bulan positif narkoba jenis sabu. Keadaannya gelisah dan sering menangis karena narkoba tersebut. Beruntung BNN dapat mengetahui dan bisa memberikan perawatan rehabilitasi. Bayi itu dipastikan terkena narkoba akibat kedua orang tuanya yang pengguna narkoba.

FORUMRIAU.COM: Kondisi bayi berumur 5 bulan yang positif narkoba di Kalimantan Tengah itu kini sudah mulai membaik. Tim BNN Provinsi Kalteng terus memantau kondisi bayi tersebut.

"Untuk penanganannya dipantau oleh tim medis BNNP maupun BNNK, baik itu termasuk ada dokter, psikolog, tenaga ahli lainnya. Saat ini sudah terlihat perkembangan yang cukup baik, perilakunya sudah baik," kata Kepala BNN Kalteng Kombes Sumirat Dwiyanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/1/2017).

Sumirat menjelaskan, bayi tersebut sebelumnya terlihat sering rewel, menangis, dan gelisah. Saat ini kondinya sudah cenderung tenang. "Sekarang sudah ceria lagi," ujarnya.

Sementara itu, Sumirat mengatakan, pihaknya memberlakukan rawat jalan terhadap ibu si bayi yang positif narkoba. Bayi tersebut saat ini bersama ibunya.

"Sama ibunya, sama keluarganya. Di sana ada saudara-sauradanya di rumahnya. Memang istrinya kita lakukan rawat jalan mengingat kita gak mau memisahkan anak sama ibunya," ucapnya.

"Kita lakukan setiap hari memantau perkembangan anaknya. Ibunya sering datang ke BNN, kalau enggak bawa anaknya, kami yang langsung datang ke rumahnya," ujarnya.

Saat disinggung butuh berapa lama bayi tersebut kembali normal. Sumirat menuturkan narkotika jenis sabu maksimal 3 hari sampai 7 hari sudah hilang dari dalam tubuh dan tergantung paparannya.

"Kalau dilihat seperti ini kan dia sudah cepat sekali ceria, satu pertumbuhan yang bagus. Mudah-mudahan dia tidak terpengaruh banyak terkait psikologisnya dia," tuturnya.

Sumirat menjelaskan, bayi tersebut positif narkoba merupakan akumulasi dari orang tuanya yang menggunakan sabu.

"Tidak hanya karena ASI, bapaknya sama ibunya dan temannya itu kan kalau menggunakan sering di dalam satu ruangan yang bayinya ada di situ, itu kan bisa dipaparkan dari udara kan. Kalau ada orang ramai-ramai pakai sabu terus kita ada di situ bisa juga kita kena juga, sama kayak rokok kan," tuturnya.

Sumirat berharap kondisi bayi semakin baik ke depan dan terhindar dari pengaruh narkoba tersebut. "Kalau ibunya belum stabil, masih labil. Paling enggak dua atau tiga bulan ibunya harus kita rehabilitasi rawat jalan," ujarnya. (*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: