Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Riau Memperingati Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Riau Memperingati Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau

Hari jadi Provinsi Riau kembali diperingati. Untuk tahun ini, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Riau digelar untuk HUT Riau ke 59. Gelaran Paripurna Istimewa HUT Riau itu dilakukan pada Selasa 9/8/2016 bertepatan hari jadi Provinsi Riau. Sempena HUT Riau ini, tag line yang diusung adalah Riau Go I.T.

FORUMRIAU.COM: Sedangkan tema paripurna istimewa HUT Riau 2016 ini DPRD Riau mengsung tema  "Kita tingkatkan kinerja pemerintah daerah terhadap pelayanan publik melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis teknology,".

Paripurna peringatan hari jadi Provinsi Riau ke 59 tahun ini dihadiri 1.000 undangan. Agenda khusus dan rutin tiap tahun itu telah dipersiapkan oleh Sekretariat DPRD Riau.

Sehari sebelum dilangsungkan upacara Paripurna Istimewa, sejumlah kelengkapannya disediakan. Sekretariat DPRD Riau menyatakan telah mempersiapkan agenda paripurna istimewa tersebut berikut dengan undangannya.

"Sebanyak 1.000 undangan telah disebar untuk agenda paripurna istimewa HUT Riau tahun ini,"ungkap Skeretaris DPRD Riau, Kaharuddin.

Menurutnya, penyebaran undangan tersebut merata dibagikan ke semua lapisan dan elemen masyarakat Riau.

Selain unsur pemerintahan, muspida dan swasta, undangan dibagikan kepada lembaga adat, lintas tokoh dan agama hingga konsulat antar negara.

"Ini agenda rutin setiap tahunnya. Para tamu yang diundang juga telah tercatat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,"jawab Kaharuddin.

"Ya, unsur pemerintah, muspida, swasta, lintas lembaga, tokoh adat dan konsulat juga,"ungkap Kaharuddin.

Helat hari jadi provinsi Riau yang 59 tahun ini dalam rapat paripurna istimewa tersebut dimeriahkan oleh tampilan seni budaya Melayu.

Musikal Melayu dan tariannya sebagai persembahan acara paripurna istimewa dipersiapkan. Sekretariat DPRD Provinsi Riau telah menggelar gladi resik untuk helat tersebut sebelumnya.

"Persiapan sudah rampung 100 persen. Gladi resiknya juga sudah pas sesuai berita acara,"kata Sekretaris DPRD Riau Kaharuddin.

Dalam gladi resik ada yang menjadi daya tarik sejumlah peserta gladi. Kehadiran Dara (Dare/Gadis) Riau sebagai pengisi seni budaya Melayu akan mewarnai helat HUT Riau 59 tersebut. Mereka sebanyak 5 orang melakukan gladi untuk tari persembahan penyambutan tamu dalam acara.

"Mereka para dare yang menyambut tamu dengan tari budaya Melayu nantinya,"aku Kaharuddin.

Sementara itu, menyusul akan hadirnya 1.000 undangan di sidang Paripurna Istimewa HUT Riau 59, maka jumlah media disesuaikan untuk meliput acara. Untuk itu, Sekretariat DPRD Riau melalui Humas mencetak 'kartu sakti' khusus pers.

Kartu ini digunakan khusus bagi wartawan. Supaya liputan paripurna istimewa HUT Provinsi ke 59 di DPRD Riau lebih tertib dan aman. Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD Riau, Fitra Yazri mengatakan, kartu pers khusus itu sesuai arahan panitia.

"Kita ikut arahan panitia mengingat tamu undangan yang hadir ada 1.000 sesuai undangan. Bisa jadi lebihnya juga dari yang lain,"kata Fitra Yazri.

Menurutnya, jika akses masuk akan padat ke ruang paripurna, sidang istimewa tersebut juga dapat dilihat langsung di televisi swasta lokal.

"Siaran langsung juga tersedia. Masyarakat juga dapat melihat langsung nantinya proses paripurna itu live di RTV,"jelas Fitra Yazri.

Untuk media yang butuh pomotretan juga disediakan foto resmi dari humas sekretariat DPRD Riau. Sehingga momen paripurna istimewa HUT 59 Provinsi Riau itu dapat dipilih sesuai redaksi.

"Setiap momen akan diberikan ke media yang butuh fotonya dari humas,"jelas Fitra.

Kartu sakti dari Sekretariat DPRD Riau untuk liputan khusus ini dibuat sederhana. Karena, kata Fitra, sidang paripurna juga tidak lama.

"Sidang paripurna juga tidak lama, hanya untuk menyesuaikan kapasitas ruangan saja. Usai paripurna, biasanya pintu juga akan dibuka panitia,"jelas Fitra.

Prosesi Sidang Paripurna Istimewa DPRD Dalam Rangka Hari Jadi ke 59 Proinsi Riau:

Pimpinan sidang paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. Unsur pimpinan DPRD Riau Sunaryo dan Manahara mendampingi Noviwaldi. Dalam rapat Istimewa HUT Riau 59 ini juga hadir Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Dalam pembukaan sidang, Noiwaldy menyampaikan hakikat ulang tahun provinsi Riau. Setiap tahun diperingati bukanlah semata-mata peristiwa mengenang berbagai cerita.

Peringatan bukan pula sekedar bergembira atau menghitung usia. Akan tetapi, agar generasi penerus memiliki suatu catatan sejarah terhadap semangat perjuangan.

Catatan itu dari peran para tokoh pembentukan Provinsi Riau. Sangat penting dilakukan upaya pewarisan nilai-nilai historis dan fakta-fakta kesejarahan.

Tentunya sesuai fakta sejarahnya. Sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih generasi penerus kepada para tokoh pejuang.

Pembentuk Provinsi Riau yang kini masih hidup termasuk yang telah tiada sungguh sangat wajar dikenang. Jika ada suatu pengukuhan atas ketokohan mereka oleh suatu lembaga yang memiliki legitimasi, adalah sangat wajar adanya.

"Alhamdulillah pada tanggal 8 Agustus 2011 DPRD provinsi Riau telah mengesahkan sebuah peraturan daerah. Berasal dari inisiatif DPRD tentang tokoh dan pejuang Provinsi Riau. Dengan diundangkannya peraturan daerah tersebut, kita akan mudah mengenal dan mengenang tokoh dan pejuang Riau,"sebut Noviwaldy.

Harapannya, peraturan daerah itu bukan sekedar pemberian penghargaan dan ucapan terima kasih. Namun adanya suatu kejujuran untuk memberi pengakuan atas jasa semangat pengorbanan tanpa pamrih dan keteladanan yang dapat dicontoh oleh generasi penerus.

Sambutan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman):

Selanjutnya, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dalam sambutannya memaparkan perihal Riau Go IT yang merupakan moto tag line.

Provinsi Riau dalam bidang Informasi dan Teknologi (IT) untuk meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada masyarakat.

"Riau Go IT sebagai moto tag line. Adapun wujud nyata pada hari ini melaunching dan memperkenalkan kepada publik dan di goverment untuk meningkatkan layananan, dan transparansi," ucap Andi.

Selain itu, Pemrov Riau bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Karena BRI telah meluncurkan satelitnya dengan nama BRIsat. Tujuan satelit ini memberikan akses internet dan pelayanan IT berbasis masyarakat untuk perangkat desa.

"Kita bisa memanfatkan BRIsat agar perangkat desa bisa merasakan akses Internet. Meningkatkan pelayanan IT  berbasis kepada masyarakat. Selain alokasi dana desa yang dianggarakan ini dapat mengikis kesenjangan antar wilayah,"tutur Andi.

Andi Rachman berharap dengan adanya akses cepat tersebut, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta masyarakat dapat memanfaatkannya dengan cara positif. Untuk itu tidak lupa dilakukan pengawasan.

Ulang tahun Riau ke-59 menjadi momen khusus kebangkitan teknologi telekomunikasi dan informasi di Provinsi Riau.

Pemerintah pun berharap, kebangkitan itu tidak hanya ditandai dengan berbagai program di lingkungan pemerintah yang berbasiskan IT.

Namun juga diharapkan bisa berjalan sinergis dengan kemajuan dan pemahaman masyarakat. Harapannya agar masyarakat dapat manfaatkan teknologi ini secara baik dan positif.

''Pemanfaatan teknologi IT sudah menjadi keharusan dewasa ini. Karena itulah, kita berharap ini bisa menjadi momen kebangkitan IT di Provinsi Riau,'' kata gubernur.

Sebagai awalan, dia menyebutkan, saat ini, Pemprov Riau sudah mulai mengintegrasikan akses informasi publik melalui website Pemprov Riau, riaugoid.

''Seluruh informasi terkait dengan perkembangan daerah, program pemerintah, rencana pembangunan ke depan pun bisa diakses lebih mendalam melalui akses ini,''papar Andi.

Sesuai dengan tagline  Ulang Tahun Riau ke-59, 'Riau Go IT', maka semua website Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan terintegrasi. Dengan satu situs resmi riaugoid, integrasi dimulai 9 Agustus 2016, bertepatan dengan HUT Riau.

Ini bukan sekedar gagahan, namun, dijelaskan Andi Rachman juga harus bisa memberi kemanfaatan bagi masyarakat.

Salah satunya adalah masyarakat bisa mendapatkan informasi apa yang dibutuhkan tanpa harus datang berkali-kali. Apalagi sampai bolak balik untuk mendapat info atau mengurus perizinan.

Untuk menerapkan sistem kerja yang lebih rapi dan tertib, hemat kertas dan ramah lingkungan, Pemprov Riau juga sudah mulai menerapkan aplikasi e-office.

Tampak mendampingi Gubernur Riau Andi Rachman pada kesempatan itu Asisten I Setdaprov Riau, Ahmadsyah Harrofie.

Pemprov Riau juga menyadari bahwa penggunaan IT ini juga berkaitan dengan keamanan data-data. Untuk itu sudah dilakukan antisipasi agar hanya yang berkepentingan yang bisa mengakses data tertentu.

"Kita memiliki admin khusus, yang menangani ini. Serta untuk membuka suatu surat dinas akan ada pasword tertentu, sehingga keamanan dalam pemerintahan lebih terjamin dan terhindar dari duplikasi oleh pihak yang tak bertanggung jawab," ungkap Ahmadsyah menimpali.

Ahmadsyah juga menyebutkan, Pemprov Riau terus berupaya membenahi sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dalam pengelolaan IT di lingkungan kerja.

''Salah satunya, saat ini, setiap SKPD sudah wajib memiliki admin khusus untuk menangani tugas -tugas kedinasan yang berbasis IT,'' kata Ahmadsyah.

Tanggapan DPRD Riau: 
Riau Go I.T Sudah Dibuat Perdanya. Hari jadi provinsi Riau ke 59 tahun ini punya tema dan tagline Riau Go I.T mendapat tanggapan dari DPRD Riau.

Menurut Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, tema Riau Go I.T tahun ini harus diiringi tekad unsur pemerintahan di semua Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

"Ini momen yang tepat untuk memulai pelayanan publik berbasis I.T. Kita harap semua SKPD dapat menyambutnya dan melakukannya,"kata Noviwaldy.

Landasan Riau berbasis Informasi Teknologi ini menurut Noviwaldi bahkan telah dibuatnya Peraturan Daerah (Perda).

Perda IT dibuat sejak tahun 2015 silam. Noiwaldy megaku ia sendiri telah merampungkan draft perda itu sebelum dilakukan pengesahannya pada tahun 2015 silam.

"Karena perda I.T ini sudah dibuat. Saya sendiri menyusunnya bersama anggota lain di dewan sebelum dijadikan perda,"ungkap Noiwaldy.

Dalam perda itu Noviwaldi mengingat adanya keutamaan Perda I.T ini terkait dengan sistim keterbukaan. Dimana Perda Tentang Sistim Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Keterbukaan ini punya sistim monitoring.

"Dalam perda nomor 6 tahun 2015 itu adanya sistim yang terusat untuk keterbukaan informasi publik,"ungkap Noviwaldy.

Dengan tema Riau Go I.T, DPRD Riau mendukung dan menghimbau SKPD dapat menerapkan sitim teknologi informasi ini.

"DPRD Riau sudah membat perdanya. Untuk itu SKPD juga telah dihimau melakukannya dengan momen HUT Riau bertema Riau Go I.T tahun ini,"tutup politisi Demokrat yang akrab dipanggil Dedet ini.

Prosesi sidang paripurna istimewa dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para tokoh pejuang Riau.(adv)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: