Meski Belasan Tahun Berteman, Masih Belum Sepaham? Baca Faktornya Disini... | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Meski Belasan Tahun Berteman, Masih Belum Sepaham? Baca Faktornya Disini...



Tahukah Anda....Menyatukan persepsi atau pandangan bersama untuk membangun suatu kesuksesan itu jadi sulit diantara sesama. Jangankan teman, dalam satu keluarga sedarah saja sangat langka dijumpai.

Anda bisa lihat di sebuah keluarga. Anak pertama jadi perwira, kedua jadi pengusaha, ketiga karyawan swasta, ke empat ibu rumah tangga. Pertanyaannya, mengapa tidak ada satu pandangan bersama membuat usaha untuk keluarga dengan niat membantu anak ketiga dan keempat yang dinilai kurang beruntung nasibnya?  

Beberapa tahun terakhir, saya mulai bertanya-tanya dalam hati. Jikalah memang berkawan senasib seperjuangan, sudah adakah suatu sarikat yang menghasilkan sejak kita berkenalan? Saya ungkapkan ini pada sejumlah kawan yang nyaris tiap hari bertahun-tahun berkumpul bersama.

"Kita sudah kenal 10 atau 15 tahun, coba jawab, sudah adakah kita membuat sesuatu bersama yang membuat hidup ini berbeda?"

Ini terpaksa saya lontarkan. Jika dipikir, pernyataan dan pertanyaan ini sebagai pukulan keras bagi kawan-kawan dan saya sendiri. Bahwa, kita ini mengaku sahabat, saling bantu dan saling setuju satu sama lainnya. Tapi, untuk membangun suatu sarikat/usaha yang bermanfaat dunia bahkan akhirat juga belum terwujud. Begitu susahkah satu pandangan/persepsi selama belasan tahun kita beteman?

Sungguh, sebenarnya 10-15 tahun bukan waktu yang sedikit. Jika saja dalam 10 tahun lalu ada satu persepsi saja menghasilkan Rp.100 juta setahun, maka Rp.1 Miliar pada tahun kesepuluhnya dengan bunga deposito Rp.7 juta sebulan pada hari ini sudah dimiliki, walaupun itu dalam wujud satu rekening bersama.

Saya mencatat, ada beberapa faktor terjadinya dis-perspektif ini:

1.Sikap saling percaya satu sama lain belum terwujud.
Tidak percaya dalam artian untuk mewujudkan suatu usaha yang akan dijalankan. Terkadang, wacana, ide yang dilontarkan kawan hanya ditanggapi gurauan dalam meja kopi harian. Bahkan, sesama kawan malah meragukannya karena berteman terlalu dekat dan terlanjur menilai sangat tahu terbatasnya kemampuan teman. Padahal, suatu organisasi punya ahli dan fungsi yang saling mengisi kekurangan masing-masing.  

2.Sifat ego diri masing-masing. Memang sifat ini selalu ada di setiap manusia. Namun dalam hal persepsi suatu usaha, sifat ini meningkat satu sama lainnya. Jika di sebuah perusahaan, ego ini dapat dilihat dari seorang karyawan yang sesumbar menyatakan dirinya lebih baik dari karyawan lain.

3.Kurang Pemahaman
Jika faktor pertama dan kedua terlewati, tapi masih belum satu persepsi, bisa jadi faktor kurang pemahaman organisasi/sarikat yang belum terpenuhi. Sering dijumpai, ketika membuat suatu organisasi, kelompok atau bidang usaha, satu sama lainnya mulai menghitung jabatan dan posisi. Jika saya jadi Direktur, dia jadi komisaris. Jika saya jadi Ketua, dia jadi Sekretaris. Tanpa pemahaman dan kesepahaman, pikiran ini akhirnya membuat batas dan kembali mendatangkan ego dan saling tidak percaya tersebut diatas. Pada akhirnya jadi faktor gagal terbentuknya organisasi. Padahal, posisi itu hanyalah sebuah syarat administrasi tiada arti, jika anda sudah saling sepakat dan percaya satu sama lain.

4.Proteksi Diri
Sifat proteksi atau melindungi diri ini juga ada pada setiap manusia. Namun, jika dalam 5 tahun bersama, sudah saling tahu sanak saudara, masihkah ada rasa proteksi diri ini untuk usaha bersama? Padahal, suatu usaha tidak lepas dari tata administrasi dan akta secara hukum negara yang dapat dijalani dan jadi pegangan bersama.

5.Takut Memulai
Empat faktor diatas menjadi akumulasi anda dan kawan-kawan jadi takut memulai suatu usaha bersama. Padahal, kunci kesuksesan yang dipegang orang-orang sukses selama ini hanya tiga A yaitu, action, action dan action. Jadi mulailah dari sekarang tanpa harus berpikir panjang jika itu suatu kebaikan.

Demikian beberapa faktor dis-perspektif yang kerap terjadi antara anda dan teman bahkan dengan keluarga sendiri. Sehingga, menyatukan perspektif itu seakan sulit terjadi walaupun anda sudah pulahan tahun berteman dekat selama ini. Walahualam....*** Penulis: Surya Koto  

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: