Lucu, Wartawan Korban Pemukulan Dipanggil Jadi Saksi | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Lucu, Wartawan Korban Pemukulan Dipanggil Jadi Saksi



Ada-ada saja ulah Polsek Tampan, Kota Pekanbaru, Riau. Laporan korban pemukulan yang telah dilakukan BAP pada 25/8/2014 tahun lalu, kembali diundang tahun ini.

FORUMRIAU.COM: Lucunya, undangan penyidikan untuk korban, malah dijadikan sebagai saksi. Wartawan Harian Berita Terkini, Irwansyah, sebagai korban pemukulan oleh Satpam, Pegawai dan Karyawan Kampus UIN Suska Pekanbaru, Riau, membenarkan undangan itu sebagai suatu kelucuan.

"Saya dikasih undangan lagi oleh Polsek Tampan. Padahal, saya sudah di BAP pada waktu melapor, 25 Agustus 2014 lalu. Lucunya, kini saya dikasih undangan lagi untuk BAP, malah saya dijadikan saksi, padahal saya kan korban. Jadi korbannya siapa coba?"kata Irwansyah kepada media, Jumat 6/03/2015 di Pekanbaru.

Surat panggilan itu juga ditujukan kepada korban pengeroyokan dan perampasan HP, serta pencurian kartu memori BlackBerry wartawan Forum Riau, Suryadi. Surat Panggilan atas Nama Kapolsek Tampan, Kompol Suparman Sik dan Penyidik Afrianto, Nomor SPgl/54/III/2015/Reskrim itu, juga meminta Suryadi yang jadi korban perampasan dan pencurian, malah sebagai saksi.

Menurut Suryadi, surat panggilan itu diakuinya sebagai sesuatu yang mengherankan. Karena, kata Suryadi, dirinya adalah korban kekerasan, perampasan dan pencurian yang telah di BAP saat melapor, malah dipanggil lagi tahun ini sebagai saksi.

Padahal, ia dan Irwansyah sudah menjalani BAP pada saat melapor Senin 25 Agustus 2014 silam itu.
"Lucu memang, kami sebagai korban telah diperiksa pada waktu itu. Kini malah dipanggil sebagai saksi. Jadi korbannya siapa,"kata Suryadi sembari tertawa.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Irwansyah dan Suryadi adalah wartawan yang telah menjadi korban pemukulan oleh sekuriti, pegawai dan karyawan Kampus UIN Suska Pekanbaru, Riau. Waktu itu, dua orang wartawan tersebut bermaksud melakukan konfirmasi atas pengerjaan salah satu gedung di kampus.

Dalam keterangan Roni, selaku panitia lelang, waktu itu mengaku gedung yang di belakang rektorat itu sudah 5 tahun menerima anggaran. Tapi hingga 2014 silam, gedung itu juga tidak selesai.
Roni mengaku sejak 2006 silam bangunan tersebut telah dianggarkan tiap tahunnya. Pertama dari APBN, tahun berikutnya dari APBD tahun jamak. Namun gedung itu tak kunjung selesai hingga sekarang. Total anggaran sejak 2006 itu diperkirakan mencapai ratusan miliar dan tak jelas realisasinya.

"Pada 2013 lalu, anggarannya 13 miliar. Kata Roni selaku panitia lelang itu, tahun 2014 akan selesai dibangun, namun kenyataannya tidak. Makanya kami kembali tanyakan waktu itu langsung ke ibu Kafriah selaku PPTK nya. Namun mereka sengaja membuat ribut dengan balik bertanya macam-macam soal status kami. Kami lihatkan identitas Pers. Diduga, mereka sengaja menyuruh satpam mengusir kami, terjadilah pemukulan tersebut,"terang Suryadi ke media.(Frc/470*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: