Ajaib Daun Nanas Jadi Rp.200.000 Perkilogram | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Ajaib Daun Nanas Jadi Rp.200.000 Perkilogram

Ajaib Daun Nanas Jadi Rp.200.000 Perkilogram
Petani nanas kini mendapat penghasilan tambahan jika ingin melakoni ekonomi kreatif ini. Daun nanas yang berduri dan biasanya hanya jadi sampah, sekarang dapat diolah bernilai ekonomi tinggi.

Pengolahan daun nanas jadi bahan baku dan bahan jadi benang ini disosialisasikan PLUT Provinsi Riau menggandeng hasil temuan Pasca Sarjana Magister Fakultas Teknik Kimia Universitas Riau.

FORUMRIAU.COM - Kepala PLUT KUMKM Provinsi Riau Asyari SH di tengah pengenalan industri kecil itu, pada kelompok KUMKM se Riau mengatakan, produk olahan daun nanas ada beberapa tingkat.

Pertama produk setengah jadi dalam bentuk bahan sebelum jadi benang, ini harganya sudah mencapai Rp.200.000 perkilo.

Produk kedua adalah jika bahan baku pertama itu dijadikan benang, maka harganya lebih mahal lagi. Sementara untuk produk lainnya, benang akan menjadi tenunan yang tentunya punya daya jual yang lebih tinggi.

"Sementara ini kita bersama pasca sarjana Magister Universitas Riau Teknik Kimia masih dalam tahap pengenalan industri kreatif ini. Ke depan PLUT KUMKM Disdagkop Riau akan mencari solusi bagi yang berminat. Yang hadir sekarang ini adalah kelompok UKM, Koperasi dan Kelompok Tani dari Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan dan lainnya sebanyak 23 orang mewakili," terang Asyari SH, Senin 23 Oktober 2017, di Gedung PLUT KUMKM Provinsi Riau, Jalan Garuda, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang merupakan unit Dinas Perdagangan Koperasi Provinsi Riau, sangat menyambut baik program kerjasama yang dibuat oleh Pasca Sarjana Magister Teknik Kimia Universitas Riau tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) Provinsi Riau Dra.Yulwiriati Moesa melalui Kepala PLUT KUMKM menyatakan, akan meningkatkan pengenalan kegiatan bernilai tambah ekonomis pengolah daun nanas menjadi serat untuk bahan benang dan tenun tersebut.

Dalam kegiatan pelatihan pengolahan limbah nanas jadi serat itu, Asyari SH menyampaikan bahwa PLUT KUMKM Disdagkop Riau adalah wadahnya tempat pelaku usaha kecil, menengah dan mikro.

"Dengan platihan ini, kita harap pelaku usaha dapat memanfaatkan temuan dan teknologi yang relatif terjangkau, hasil temuan pakar-pakarnya dari Universitas Riau. Bekal pengetahuan pengolahan, tentunya menjadi minat dan akan meningkat untuk menjalani usahanya. Sehingga usaha mikro akan meningkat jadi usaha kecil dan selanjutnya jadi usaha menengah. Karena PLUT KUMKM Disdagkop Riau, perannya meningkatkan kelas pelaku usaha dilengkapi fasilitas yang dibutuhkan pelaku usaha," terang Asyari.

Fasilitas yang disediakan untuk pelaku usaha dari PLUT KUMKM Disdagkop Riau, sesuai program pemerintah dinamakan dengan Klinik Bisnis.

Dimana, pelaku usaha dapat menimba kemampuan konsultan yang disediakan untuk berkonsultasi masalah peningkatan usahanya.

"Sebagai klinik bisnis dan pusat pelayanan, PLUT KUMKM Disdagkop Riau setiap hari melayani KUMKM berkonsultasi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Seperti bidang produksi, bidang pemasaran, bidang pengembangan Teknologi Informasi (IT) untuk pemasaran online, bidang SDM, Pembiayaan, dan bidang pengembangan kerjasama. Setiap hari kerja buka praktek dan gratis konsultasi, silahkan datang," tegas Asyari SH.

Adapun proses Limbah Nanas Jadi Serat yang dapat dicatat dalam pelatihan tersebut diatas tahapannya antara lain:

1. Pertama sediakan alat dan bahan.
Alatnya antara lain adalah mesin press penggiling daun nanas serta alat pembuntal benang. Sediakan daun nanas. Masukkan 5 sampai 10 lembar daun nanas ke dalam mesin press.
2. Setelah daun nanas dimasukkan ke dalam mesin press, maka ditarik kembali keluar dan daun nanas otomatis akan berubah jadi serat. Lakukan press ini bolak balik dari ujung hingga pangkal daun nanas jadi serat seluruhnya.
3. Berikutnya daun nanas yang telah jadi serat, maka tahapan selanjutnya adalah proses pengeringan. Serat yang baru saja diolah mesin press masih dalam keadaan basah. Untuk itu, perlu dikeringkan dengan cara dijemur selama tiga hari, atau dilakukan dengan menggunakan mesin oven yang diatur tingkat panasnya.

4. Bahan serat daun nanas yang telah kering ini sudah punya nilai jual dengan harga mencapai Rp.200.000 sekilonya (Satu Kilogram/10 ons).
5. Bahan serat daun nanas kering itu  saat ini telah ditampung di salah satu provinsi Produsen Kain tenun, yaitu Provinsi Jawa Barat, guna diolah menjadi benang serta untuk membuat kain.

Untuk itu, pengrajin atau pelaku usaha KUMKM di Riau, menurut Asyari SH dapat melakukan konsultasi ke kantor PLUT KUMKM Disdagkop Riau, yang beralamat di jalan Garuda, Tampan, Kota Pekanbaru, dimana setiap hari kerja dibuka gratis melayani konsultasi di Klinik Bisnis.(*)
Penulis: Surya Koto | Sumber: PLUT KUMKM Disdagkop Riau dan Pasca Sarjana Magister Teknik Kimia Universitas Riau 2017

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: