Mengapa Septina 'Buang Badan' Soal Dana Fiktif di DPRD Riau? | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Mengapa Septina 'Buang Badan' Soal Dana Fiktif di DPRD Riau?

Menyusul pernyataan Sekretaris DPRD Riau Kaharuddin yang menyatakan anggaran keamanan gedung DPRD Riau adalah anggaran fiktif selama ini, sejumlah anggota dewan bungkam saat ditanya soal tersebut. Bahkan Septina Primawati selaku ketua di lembaga dewan yang terhormat ini 'buang badan' saat diminta keterangan soal ini.

FORUMRIAU.COM: Seperti yang diberitakan sebelumya, bahwa Sekretaris DPRD Riau mengakui gedung DPRD Riau sejak lama telah punya anggara keamanan gedung. Pada 2017 disetujui dianggarkan untuk keamanan atau sekuriti gedung senilai Rp.6 miliar. Setelah dilakukan lelang, jumlah ini dimenangkan dengan angka Rp.5,6 miliar (Lima Ribu Enam Ratus Juta Rupiah) oleh PT. Karya Satria Abadi (KSA).

Namun anggaran ini menuai kritik dari masyarakat terutama dari LSM FITRA (Forum Indonesia Transparansi Anggaran) Riau dan KIB (Koalisi Indonesia Bersih) Riau.  Mereka menilai terlalu besar anggaran keamanan DPRD Riau jika dibanding dengan anggaran keamanan gedung DPR RI yang berjumlah 550 anggota dewan. Sementara gedung DPRD Riau hanya seluas 4 Ha dengan anggota cuma 65 orang dewan.

"Benar itu, tidak wajar dan pemborosan uang keamanan DPRD Riau sampai 5,6 miliar tahun 2017 ini, jika kita bandingkan rasionalisasinya dengan anggaran yang sama untuk keamanan gedung DPR RI," kata ketua LSM KIB Riau  Haryadi kepada wartawan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator FITRA Riau Usman kepada forumriaucom saat dipertanyakan rasionalisasi anggaran keamanan gedung DPRD Riau 2017 senilai Rp.5,6 miliar itu.

"Tidak wajar itu, mengada-ada namanya anggaran sebesar itu," kata Usman.

Menurut Usman, ketua DPRD Riau seharusnya segera melakukan taggapan serius soal ini.

"Mestinya ketua DPRD segera merespon apa yang sedang berkembang dan sedang terjadi atas temuan dugaan korupsi itu. Jika ibu Septina tidak bersikap, publik akan mengira karena ada skenario besar oleh Ketua DPRD dan jajarannya. Untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap DPRD, saya kira ibu Septina segera mengambil sikap dan memberikan kesempatan penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan," jawab Usman selaku koordinator FITRA Riau, Sabtu 4/3/2017.

Sementara, Septina Primawati belum menjawab agar pihak penegakkan hukum untuk melakukan pemeriksaan atas dugaan dana fiktif dan penggelembungan anggaran untuk tenaga keamanan gedung DPRD Riau 2017 tersebut. Septina hanya melempar agar jawaban kembali kepada Sekretaris DPRD Riau Kaharuddin.(*)
Perlu dibaca:

FWL Riau Dukung KPK Usut Anggaran Fiktif di DPRD Riau

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel pilihan google :

    Terbaru :

    Video Pilihan: