Aduh, Bantuan Beasiswa RAPP Tidak Transparan Ditolak Ikatan Mahasiswa di Riau | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Aduh, Bantuan Beasiswa RAPP Tidak Transparan Ditolak Ikatan Mahasiswa di Riau

Bantuan beasiswa yang dinilai tidak transparan ditolak oleh Ikatan mahasiswa. Padahal, bantuan ini untuk pertama kalinya melibatkan langsung para kelompok mahasiswa di Riau.

FORUMRIAU.COM: Hal itu ditegaskan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUSI) kepada media Jumat 28/10/2016. Penolakan itu dilakukan setelah adanya kesepakatan internal IPMAKUSI dengan beberapa pertimbangan.

Rilis yang diterima redaksi forumriau.com, perimbangan tersebut antara lain, pertama soal kuota pemberian bantuan yang tidak porposional dari RAPP.

Dalam pembagian kuota, Kuansing merupakan Kabupaten kedua dalam kawasan PT. RAPP. Akan tetapi kuota yang dirasa kurang proporsional yang hanya 10 kuota dianggap sangat kurang untuk berikan bantuan pendidikan.

"Kami menolak karena kuota yang diberikan tidak memenuhi koata proporsional untuk memberikan bantuan pendidikan sementara melihat kondisi luas lahan PT. RAPP di Kuansing. Selain itu juga tidak memenuhi unsur keadilan selama ini yang tidak pernah memberikan bantuan kepada mahasiswa," dalam rilisnya.

Pertimbangan kedua penolakan itu karena adanya indikasi tidak transparannya pengelolaan bantuan yang akan disalurkan RAPP tersebut.

Masuk ke alasan kedua, ada temuan indikasi dikelola tidak transparan dan tidak terbuka. Melanggar prinsip keterbukaan dan transparansi.

Adanya indikasi orang dalam. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan konsep bantuan Beasiswa yang seleksi terbuka dan tepat sasaran, dari dasar tersebut IPMAKUSI Pekanbaru memutuskan untuk tidak menerima bantuan Beasiswa yang digagas PT. RAPP.

"Bukan hanya karena persoalan kuota, yang sama sekali tidak berimbang menurut kami, selain itu adanya potensi ketidak transparansi perusahaan, jelas itu akan menimbulkan masalah kelak bagi institusi IPMAKUSI Pekanbaru," ungkap Kabag Kesejahteraan IPMAKUSI, Yuasril.

"Dalam Rapat harian bersama Ketum dan kawan kawan internal kepengurusan, ditambah setelah adanya potensi ketidakterbukaan perusahaan, dan proporsionalitas. Kami menolak sebagai bentuk kekecewaan. Dan kami tidak ingin di kemudian hari ini menimbulkan masalah di kemudian hari nanti. Dan kami juga tidak mempersoalkan kalau ada Kabupaten yang lain menerima, silakan yang penting kita sudah sepakat untuk menolak, sebab untuk memulai hal yang benar kami memandang prinsip dan cara yang benar harus mulai dilakukan sejak sekarang," tutup Ketua Harian IPMAKUSI Pekanbaru, Remon Eka Azani.(*)



Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: