Ahok Terancam dan Ditinggal Partai di Pilgub DKI? Ini Kata PDIP | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Ahok Terancam dan Ditinggal Partai di Pilgub DKI? Ini Kata PDIP

PDIP menyebut bahwa elektabilitas tinggi bukan menjadi jaminan sukses bagi seorang calon kepala daerah. Bagaimana dengan kandidat petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang selalu merajai tangga elektabilitas?

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat rapat kerja daerah (Rakerda) DPD PDIP Sulawesi Utara di Manado, Selasa (9/8/2016). Hasto mengatakan bahwa elektabilitas tinggi tanpa disertai kerendahan hati maka tidak akan berarti.

"Menjadi calon kepala daerah bukan sekedar elektabilitas semata. Elektabilitas akan menciptakan kesombongan individual jika tidak disertai pemahaman watak kepemimpinan yang merakyat, rendah hati, dan menyatukan. Atas dasar itulah kekuasaan ditujukan untuk kepentingan kolektif rakyat, bukan kepentingan kapital yang sering kali campur tangan dalam setiap pilkada," kata Hasto dalam keterangan persnya.

Baca Juga: PDIP Minta Calon Kepala Daerah Tak Hanya Pikirkan Elektabilitas

Salah satu Pilkada yang ramai diperbincangkan adalah Pilgub DKI 2017. Di arena kontestasi saat ini, ada Ahok sebagai petahana yang ada di puncak survei elektabilitas meski selalu dibayangi oleh tokoh-tokoh alternatif lain.

Seperti pada survei Indo Barometer yang dipaparkan pada Rabu (27/7/2016) lalu. Ahok masih terkuat, namun ketika diberi pertanyaan terbuka mayoritas warga DKI belum menentukan pilihan.

Baca Juga: Survei Indo Barometer: 35% Warga DKI Pilih Ahok, 54,9% Belum Memutuskan

Indo Barometer juga melakukan hasil survei seputar elektabilitas cagub DKI dengan pertanyaan tertutup. Berikut hasil lengkapnya:

Seandainya pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta dilakukan hari ini, dan dari 14 nama calon berikut, mana yang dipilih jadi Gubernur?

  1. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok): 47,3%
  2. Yusril Ihza Mahendra: 7,1%
  3. Tri Rismaharini: 6,3%
  4. Sandiaga Uno: 4,1%
  5. Sjafrie Sjamsoeddin: 2,0%
  6. Budi Waseso: 2,0%
  7. Tantowi Yahya: 1,3%
  8. Djarot Saiful Hidayat: 0,9%
  9. Agun Gunandjar Sudarsa: 0,4%
  10. Yoyok Riyo Sudibyo: 0,3%
  11. Nurul Arifin: 0,3%
  12. Suyoto: 0,0%
  13. Nusron Wahid: 0%
  14. Fayakhun Andriadi: 0%
  15. Tidak akan memilih: 0,1%
  16. Rahasia: 2,0%
  17. Belum memutuskan: 20,8%
  18. Tidak tahu/tidak jawab: 5,4%

Ada pula survei opinion leader yang diadakan oleh Laboratorium Psikologi Politik UI 'Menakar Kandidat DKI 1'. Survei dilakukan dengan menggunakan metode meminta pendapat orang-orang yang mendalami (Pakar) bidang-bidang tertentu.

Para kandidat gubernur DKI yang disurvei adalah Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini (Risma), Ridwan Kamil, Djarot Syaiful Hidayat, Sandiaga Uno, Soeyoto, Yoyok Rio Sudibyo, Sjafrie Sjamsoeddin dan Yusril Ihza Mahendra.

Hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas top of mind Ahok tetap berada di posisi teratas yakni 47,29 persen. Ahok ditempel Tri Rismaharini dengan elektabilitas 11,33 persen dan Ridwan Kamil 6,90 persen. Elektabilitas Yusril Ihza Mahendra di angka 1,97 persen. Adapun kandidat lainnya di bawah 1 persen.

Seperti terungkap di survei opinion leader, meski elektabilitas Ahok paling atas, namun calon-calon alternatif seperti di antaranya Tri Rismaharini memiliki nilai kompetensi yang lebih tinggi.

Bila melihat pengalaman di Pilkada DKI 2012, elektabilitas tinggi Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli saat survei ternyata tak terbukti ketika pemilihan.

Jadi, akankah keyakinan PDIP soal elektabilitas tinggi yang tak menjamin kemenangan bakal jadi kenyataan?(*)
sumber:detikcom

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: