Terungkap 'Dosa' Firdaus MT dan Spekulasi Pilkada 2017 Jadi Alasan Demokrat Menolaknya | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Terungkap 'Dosa' Firdaus MT dan Spekulasi Pilkada 2017 Jadi Alasan Demokrat Menolaknya

Firdaus MT nama yang populis di mata dan telinga warga kota Pekanbaru saat ini. Hasil survei internal dan independen sejumlah lembaga mencatat, tingkat popularitas Firdaus MT mencapai 99% di tengah warga Pekanbaru. Tapi, porsentase populisnya Firdaus MT terbagi dua dalam survei, populis ditolak warga atau populis akan diterima kembali jadi walikota.

Ironi memang, hasil populis itu lebih besar di porsentase penolakan mencapai 70 persen lebih. Rata-rata warga tidak menginginkan Firdaus MT jadi walikota Pekanbaru periode berikutnya. Alasan umum warga menolak Firdaus MT jadi Walikota kembali, karena tidak puas atas pemerintahan Pemko Pekanbaru.

Isu penolakan itu dilatarbelakangi oleh tingkat sentimen korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang tinggi di masa 5 tahun kepemimpinan Firdaus MT berjalan saat ini.

Soal korupsi, sentimen yang mencuat dimulai dari masalah lahan pembangunan komplek perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya. Menyusul penyelewengan dana bantuan sosial yang telah dilaporkan ke KPK oleh sejumlah LSM. Berikutnya kesenjangan tata kelola sampah yang sarat akan korupsi.

Terlalu banyak masalah KKN jika dirinci dalam masa pemerintahan Firdaus MT selama ia menjabat. Pada dasarnya, sumber korupnya roda pemerintahan yang diacungkan ke Firdaus MT didasari sikap nepotisme itu sendiri.

Tata kelola sampah menjadi titik klimaks praktek KKN yang selama ini ditudingkan. Dalam anggaran sampah ini, terpapar jelas upaya manipulasi anggaran daerah dalam tahapannya. Perusahaan PT.MIG sebagai pemenang tender merasa dikebiri. Mereka terpaksa buka mulut atas tekanan proyek sampah itu.

Di hadapan media, manajemen PT.MIG membuka draf kontraknya, dimana dari 8 kecamatan yang dianggarkan lebih dari Rp.52 miliar terdapat beban kerja 600 ton angkutan sampah dalam sehari. Padahal secara statistik, jumlah warga 8 kecamatan itu hanya memproduksi sampah 300 ton dalam sehari.

Terjadi penggelembungan anggaran 100% dalam kontrak tersebut. Sialnya, PT.MIG merasa malah jadi sapi peras dalam peggelembungan anggaran tersebut.

Lain lagi masalah internal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru sendiri. Mereka merasa dibodohi dengan alasan kas daerah kosong hingga belum mampu membayar gaji ke-13 pegawai Pemko itu.

Padahal, gaji 13 anggarannya bersumber dari APBN pemerintah pusat, disalurkan ke kas daerah Pemko Pekanbaru. Loh, alasan kas daerah kosong malah dibesarkan ke media massa oleh Pemko Pekanbaru dan belum membayar gaji 13 PNS itu yang seharusnya cair sebelum libur lebaran kemarin.

Banyak yang geleng-geleng kepala atas tingkah laku dan kebijakan Pemko Pekanbaru yang dipimpin Walikota Firdaus MT saat ini. Istilah kata dan gelarpun yang kurang sedap sudah habis dilekatkan sejumlah warga terhadap Firdaus MT.

Ironi memang, jika semua hal itu tetap dilakukan Firdaus yang akan kembali maju di Pilkada 2017 mendatang.

Partai Demokrat sendiri bahkan hangat menegaskan tidak akan lagi mendukung Firdaus MT untuk Pilkada Pekanbaru 2017 mendatang.

Plt Ketua DPW Demokrat Riau Drs Achmad MSi sesumbar menyatakan alasannya menolak Firdaus MT. Kepada kadernya secara internal, Achmad menegaskan rasionalitas Partai Demokrat menolak Firdaus antara lain:
  1. Janji Firdaus MT sebagai Ketua DPC Demokrat Pekanbaru untuk mengemban pembangunan gedung Kantor DPW Demokrat tidak kunjung terlaksana.
  2. Komitmen Firdaus MT memenangkan Calon Gubenur Riau dari Demokrat, Drs Achmad MSi pada Pilkada Gubernur 2013 silam tidak terlaksana. Bahkan nepotisme Firdaus jelas ketara dituding membela calon lain atas dasar sentimen daerahnya, Firdaus disebut malah mendukung Herman Abdullah.
  3.  Upaya Firdaus MT memenangkan Pimilu Legislatif untuk DPRD Pekanbaru juga dinilai gagal hingga menjatuhkan jumlah kursi Demokrat di DPRD Pekanbaru.
  4.  Pola dan cara memimpin pemerintahan Kota Pekanbaru oleh Firdaus MT yang dirundung masalah saat ini juga menjadi beban berat bagi partai Demokrat.
  5. Dugaan kasus korupsi Firdaus MT yang telah masuk laporannya ke sejumlah lembaga dan institusi penegak hukum menjadi bom waktu dan bomerang bagi partai pengusung Firdaus, apalagi Demokrat sendiri.
Dengan alasan tersebut, tertib partai Demokrat secara mutlak terpenuhi menolak Firdaus MT. Sementara, partai lain masih menimbang atas dukungan yang akan diberikan.

Bisa jadi, spekulasi politik Pilkada Pekanbaru atas 'dosa' politik Firdaus MT sebagai incumbent mencuat ke permukaan akan ada didukung partai. Namun Firdaus kini bagai makan buah simalakama. 

Karena, meskipun maju dan menang di Pilkada mendatang, dikuatirkan wakil yang mendampingi Firdaus MT akan cepat menjabat Plt Walikota di kemudian hari. Weleh...weleh..(*)
Kolom: Surya Koto

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: