Misteri Rezeki Dari Kuburan Akhirnya Terungkap | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Misteri Rezeki Dari Kuburan Akhirnya Terungkap

Subhan mengaku telah menjalaninya sejak 2008 silam. Uang yang dia dapat diyakini halal dan tidak melanggar aturan negara atau agama sekalipun. Kematian seseorang bisa jadi peluang Subhan mendapat rezeki.

"Paling sehari-dua hari kosong. Rata-rata dua atau tiga orang ada yang dikuburkan dalam sehari,"ungkap Subhan kepada forumriaucom Minggu 22/05/2016.

Gergaji dan meteran sebagai alat ukur serta kayu berbentuk papan adalah alat dan bahan baku Subhan menjalani pekerjaannya. Ia terkadang bermurah hati bagi orang yang memesan papan kayu untuk kuburan dengan tanpa mematok harga.

"Kayu papan ini untuk pagar tanah kuburan. Satu kuburan butuh dua lembar papan. Untuk yang tadi, penutup liang lahat, ya harganya suka rela saja,"jawabnya.

Kata Subhan, bahan baku kayu dipesannya dari pemasok asal daerah. Harga papan yang sudah dilumuri cat minyak dipatok Rp.150.000 per lembar. Sebuah kuburan akan butuh dua lembar papan olahan Subhan.

Kebutuhan papan untuk kuburan itu, berlaku begitu Dinas Sosial Kota Pekanbaru membuka lokasi Tempat Pemakaman Umum di jalan Beringin, Kecamatan Payung Sekaki tersebut semenjak 2008 silam. Dinas Sosial memberlakukan larangan semenisasi untuk badan kuburan.

"Ya aturan dinas sosial tidak boleh disemen kuburannya. Batunya hanya batu nisan seperti itu, persegi yang dibuat, baru dibolehkan,"jelas Subhan yang setiap harinya di lokasi TPU itu.

Untuk pesanan membuat batu nisan, Subhan mematok harga paling rendah Rp.300.000, tergantung model dan bahan. Jika pesanan beserta papan dan tanaman rumputnya, harga berkisar 800 ribu sampai satu juta rupiah. Papan pembatas ini bisa tahan hingga satu tahun lebih.

"Batu nisan biasanya sudah disediakan pihak keluarga. Jika ada yang pesan ke saya, harga 300-an. Jika lengkap semua dengan papan, rumput dan batu nisannya 800 sampai sejuta,"ungkap Subhan.***
Oleh: Surya Koto






Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: