BPJS Tak Efektif, BPK Jadwal Temui Joko Widodo Hari Ini | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

BPJS Tak Efektif, BPK Jadwal Temui Joko Widodo Hari Ini

Selain akan melaporkan hasil temuan kerugian negara sektor minya dan gas, BPK juga akan melaporkan tidak efektifnya kinerja BPJS dalam menjalankan JKN. Selain itu ada juga kerugian negara yang disebut Kepala BPK Harry Azhar Aziz sebesar Rp 710,91 miliar.

FORUMRIAU.COM: Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dijadwalkan menemui Presiden Joko Widodo di Istana siang ini. Sebelumnya BPK juga telah memaparkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2015 di hadapan DPR dan DPD dalam sidang paripurna.

Dalam pemaparan di DPR pada Selasa, 12 April 2016 BPK menyebut ada kekurangan penerimaan pemerintah sebesar Rp 8 triliun. Selain itu ada juga kerugian negara yang disebut Kepala BPK Harry Azhar Aziz sebesar Rp 710,91 miliar.

"Selain berdampak pada kerugian negara, dalam temuan tersebut juga terdapat potensi kerugian negara senilai Rp 1,15 triliun, dan kekurangan penerimaan senilai Rp 8 triliun,"kata Harry Azhar saat itu.

Kekurangan penerimaan negara yang ditemukan BPK paling banyak berasal dari sektor minyak dan gas (Migas). Tetapi Harry tak menjabarkan rincian tujuh wilayah kerja migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang dalam pemeriksaan BPK terdapat temuan itu.

"BPK telah melakukan pemeriksaan atas perhitungan bagi hasil minyak dan gas bumi pada SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi) yang menunjukan terdapat biaya yang dibebankan dalam cost recovery pada tujuh Wilayah Kerja Migas yang digarap Kontraktor Kontrak Kerja Sama senilai Rp 4 triliun. Seharusnya tidak dibebankan cost recovery,"kata Harry.

Selain temuan di sektor Migas, BPK juga mengungkap hasil pemeriksaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan, Kemenkes, dan 3 rumah sakit pemerintah. BPK menyebut program JKN tak sepenuhnya efektif dalam memberikan pelayanan.

Pemaparan tersebut juga disampaikan di hadapan DPD sehari setelah itu. "Kita dengarkan bahwa pemerintah itu masih belum meningkatkan angka kemiskinan sehingga yang saya dengar dari laporan BPK. Tapi untuk daerah sudah cukup bagus,"kata Wakil Ketua DPD GKR Hemas usai pemaparan, Rabu (13/4/2016).

Belum ada keterangan resmi apa yang akan dilaporkan oleh BPK kepada Presiden Jokowi nanti siang. Tak menutup kemungkinan BPK juga akan memaparkan laporan yang sama kepada Presiden nanti.***
Sumber:detikcom

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: