Calon Walikota dan Gerakan Bela Negara di Pekanbaru | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Calon Walikota dan Gerakan Bela Negara di Pekanbaru


Dwi Agus Sumarno (DAS) adalah satu dari sekian bakal calon yang mendaftar dan menyerahkan formulir ke DPC PDIP Pekanbaru. Gebrakan DAS ini tidak bisa dipandang sebelah mata oleh bakal calon (balon) walikota Pekanbaru lainnya.

DAS punya kekuatan massa yang harus diperhitungkan. Membawa bendera Ormas Gerakan Bela Negara (GBN) dan Program Konsultasi Keluarga Dwi (KKD), secara marathon telah dilakukan DAS bersama timnya sejak 2015 silam.

KKD sudah 70 kali melakukan pertemuan di 12 Kecamatan serta 58 Kelurahan di Kota Pekanbaru. Menggandeng ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, kegiatan KKD memaparkan konsep Pekanbaru masa depan. Menurut seorang tim KKD, kegiatan ini mengajak masyarakat jadi keluarga besarnya Dwi Agus Sumarno.

"Warga yang kita kunjungi diberikan kartu anggota (id card) atau KTA, sertifikat yang isinya kesepakatan masyarakat untuk Pekanbaru ke depan di bagian belakangnya. Di bagian depannya foto bersama Pak Dwi dengan masyarakat,"kata Suroso.

Selain itu, tambah Suroso Ramli Ragel, kegiatan GBN yang dilakukan secara marathon oleh DAS sejak 2015 silam, tecatat sebanyak 923 orang yang bergabung di Gerakan Bela Negara (GBN) Kota Pekanbaru. DAS sendiri adalah ketua GBN Kota Pekanbaru.

"Kepengurusannya sebanyak 56 orang tersebar di setiap Kecamatan. Anggota GBN Kota Pekanbaru itu rata-rata 30 orang untuk setiap Kelurahan. Dimana 10 orang tiap keluraan dari 58 kelurahan yang berarti jumlanya 580 orang. Sehingga total anggota GBN Kota Pekanbaru 923 orang yang tersebar di 58 Kelurahan dari 12 Kecamatan di Kota Pekanbaru,"terang Suroso.

Namun perlu dicatat, kata Suroso, GBN merupakan kewajiban warga negara yang tidak sama dengan wajib militer dan juga bukan untuk tujuan politis bagi kepentingan kampanye oleh Dwi Agus Sumarno.

Hal itu dibenarkan oleh Dwi Agus Sumarno kepada wartawan, Rabu 9/3/2016. Menurutnya, sebagai aparatur negara dan juga pernah menjadi Direktur di sekolah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Rokan Hilir (Rohil), Riau, dirinya merasa terpanggil menjalankan GBN sebagai program pemerintah dalam meningkatkan nasionalisme generasi bangsa.

"Sebagai aparatur negara, saya sangat mendukung GBN untuk memperkuat serta meningkatkan persatuan dan kesatuan NKRI. Saat ini negara menyadari pentingnya revolusi mental bangsa dari segala bidang, termasuk jiwa patriot membela negara dari generasi muda saat ini. GBN sejatinya gerakan cinta tanah air tanpa kepentingan politik. Jadi saya pribadi punya kewajiban mengemban dan meneruskan gerakan bela negara ini di Kota Pekanbaru khususnya dan Provinsi Riau,"tegas Dwi.***
Oleh: Surya Koto


Kolom : Surya Koto

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: