Aduh..Dwi Buka Rahasia Saat Menjabat Direktur IPDN | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Aduh..Dwi Buka Rahasia Saat Menjabat Direktur IPDN

Dwi Agus Sumarno akhirnya buka rahasia saat menjabat kepala IPDN di Rokan Hilir (Rohil). Ia mengaku, kuasa jadi direktur sekolah yang lulusannya langsung jadi pegawai negeri sipil (PNS) itu, ada di tangannya sebagai Direktur sekolah.

FORUMRIAU.COM: Menurutnya, status lulus atau tidaknya calon praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu tergantung persetujuan dia sebagai direktur.

"Tak payah jika saya mau luluskan orang jadi murid di IPDN Rohil jika dia mendaftar dan ikut tes. Saya tinggal teken hasil tes mana yang lulus atau tidaknya,"kata Dwi Agus Sumarno ke wartawan, Rabu 2/3/2016.

Pria yang sering disebut namanya dengan singkatan DAS atau Dwik ini mengatakan, kebijakan dan kuasa sebagai direktur IPDN itu serjalan dengan otonomnya kampus praja tersebut yang disebar di beberapa provinsi.

"Biasanya dulu IPDN hanya di pulau Jawa. Sejak ada kebijakan pemerintah untuk membangun kampus di sejumlah provinsi, termasuk di Rohil, Riau, maka kebijakannya juga jadi otonom. Tapi juga tidak mengabaikan pusat kampusnya di Jati Nangor,"jelas Dwi yang kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Provinsi Riau.

Satu hal yang tidak bisa dilupakan seorang Dwi Agus Sumarno saat menjabat di IPDN Rohil waktu silam. Dimana, anaknya sendiri sampai dua kali ikut tes IPDN yang dipimpinnya tak kunjung lulus.

"Saya tanya anak saya, ngapo ndak lulus? Dia jawab nilainya tak cukup. Tahun depan ikut tes lagi, belajar yang baik,"saran Dwi ke anaknya saat itu.

Hal yang sama terulang lagi tahun berikutnya. Dwi lagi-lagi duluan bertanya ke anaknya, mengapa tidak juga lulus masuk IPDN. Alasannya sama dengan tahun lalu, nilai tesnya tidak mencukupi. Akhirnya, Dwi temukan alasan anaknya ikut tes jadi praja IPDN.

"Rupanya, ibunya yang suruh anak saya ikut tes masuk IPDN. Lho, saya kan bisa saja teken dan luluskannya. Saya katakan ke istri saya, anak ini tidak lulus karena nilainya juga belum mencukupi. Kerja tidak ada hubungannya dengan keluarga, kecuali gaji hasil kerja yang bisa dibawa ke rumah. Profesional tidak memandang anak dalam pekerjaan. Apa kata dunia jika anak saya lulus tes jadi praja jika nilainya belum mencukupi,"kenang Dwik yang lama tugas di Dinas PU Kota Pekanbaru semasa Walikota Herman Abdullah ini.

Mengejutkan, pernyataan Dwik itu malah sebaliknya dibuktikan si buah hati. Kini malah anak Dwik lulus sebagai mahasiswa kedoktoren di Universitas Riau di Pekanbaru.

"Berarti anak saya punya kemampuan jadi dokter, bukan praja IPDN yang akan jadi PNS biasa. Tapi jadi pekerja profesional sebagai dokter nantinya,"ujar Dwik tertawa***
Oleh: Surya Koto

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: