LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Al Quran dan Hadis | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini -->

LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Al Quran dan Hadis



LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Al Quran dan Hadis 

FORUMRIAU.COM - PEKANBARU: Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bekerja sama dengan Tafaqquh menaja kajian Tunjuk Ajar Melayu (TAM) dalam perspektif Al Quran dan hadis dengan menghadirkan penceramah Datuk Ustaz Dr. Musthafa Umar, Lc., MA, di Balai Adat Melayu Riau, Jl. P. Diponegoro Pekanbaru, Rabu (3/11/2021). 

Kajian TAM dalam perspektif Al Quran dan hadis ini merupakan kajian perdana dengan  penceramah Datuk Ustaz Dr. Musthafa Umar, Lc. MA yang juga dihadiri Tim Kajian TAM Dalam Perspektif Al Qur'an & Hadis yang di-SK- kan oleh LAMR serta dihadiri para jemaah dari beberapa daerah. 

Kajian yang dilaksanakan di Balai Adat Melayu Riau akan dilaksanakan sebulan sekali pada setiap hari Rabu pekan pertama. 

"Dan tidak tertutup kemungkinan frekuensi kajian tersebut akan ditambah, kami melihat betapa antusiasnya masyarakat," kata Datuk Gamal Abdul Nasir selaku Sekretaris Tim Kajian. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar mengataka kajian TAM ini adalah persembahan LAMR kepada orang Melayu bahwa TAM merupakan karya besar anak Melayu yaitu Allahuyarham Dr (Ps) H. Tenas Effendy dimana Tunjuk Ajarnya sudah mendunia dan sesuai dengan Al Quran dan hadis. 

"Bahkan di Malaysia buku TAM sangat laku, sehingga sekarang susah kita mau mencari buku TAM di toko buku di Indonesia. Ini membuktikan bahwa TAM sangat patut dijadikan suluh di dalam mengarungi kehidupan," ungkap Datuk Seri Syahril. 

Sementara itu Dr. H. Mustafa Umar menilai karya Dr (Ps) H. Tenas Effendy merupakan karya yang luar biasa dan tidak akan mampu untuk menirunya. 

"Kita hanya bisa mempelajari menelaah, mengkaji dari perspektif Islam," kata Datuk. 

Datuk Gamal berharap kajian akan menghasilkan buku dan  video ceramah. 

"Semoga ini menjadi kenang-kenangan bagi anak kemenakan untuk meneruskan kehidupan yang bermakna di masa akan datang," ujarnya. (Ril)

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :