Perangi Hoax Pendiri Wikipedia Buat Situs Baru Untuk Jurnalis | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Perangi Hoax Pendiri Wikipedia Buat Situs Baru Untuk Jurnalis

Kepedulian situs terkemuka wikipedia terhadap berita hoax menjadikannya punya ide baru untuk membuat situs baru. Ide situs baru ini bertujuan menekan berita hoax dengan kumpulan para jurnalis yang diutamakan.

Pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, meluncurkan proyek media massa jenis baru media ini meski ada kemiripan dengan ensiklopedia daring yang lebih dulu ada.

FORUMRIAU.COM - Dilansir AFP, Senin (25/4/2017), proyek ini dijalankan untuk memerangi hoax di internet. Media ini dijalankan di atas kerja komunitas jurnalis daring dan kerja pembaca sebagai pengecek fakta. Ini sama saja dengan model 'crowdsourcing', menghimpun informasi dari publik, sebagaimana diterapkan di Wikipedia.

"Berita rusak dan kita bisa memperbaiki," kata situs yang dibuka oleh Wales pada Senin, 24/4/2017. Dia menyebut situsnya itu berfokus pada 'jurnalisme berdasarkan bukti'.

Lewat akun Twitter-nya, Wales menyebutnya sebagai "sebuah platform berita baru yang membawa wartawan dan relawan bersama untuk menjadikan artikel berdasarkan fakta dengan dampak yang nyata." Nama media itu adalah Wikitribune.

"Wikitribune bekerja profesional, berdasarkan standar jurnalisme, dan menggabungkan ide radikal dari dunia Wiki, komunitas relawan dapat dan akan menjaga serta mengembangkan artikel," ujarnya.

Layanan berita itu sendiri bakal gratis, tanpa iklan, dan berdasarkan kontribusi dari pengguna sebagaimana cara yang dijalankan Wikimedia Foundation yang menjalankan Wikipedia. Namun media itu nantinya akan meminta $15 per bulan dari pendukung yang berlangganan. Mereka berencana mempekerjakan sedikitnya 10 wartawan untuk mengelola situsnya.

"Saya pikir kita berada di dunia saat orang-orang sangat memperhatikan kepastian tentang informasi berkualitas berdasarkan fakta, jadi saya pikir akan ada permintaan untuk ini," kata Wales.

Berita palsu muncul sebagai isu serius selama setahun belakangan pada kampanye Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS), saat kabar bohong secara nyata beredar viral di media sosial dan berpotensi memengaruhi pemilih.

Perhatian meningkat sejak hoax dan misinformasi memengaruhi Pemilu-pemilu di Eropa. Internet telah mengupayakan tindakan keras terhadap 'peternak klik' dan sistem lainnya yang mengumpulkan pemasukan iklan daring menggunakan berita karangan.

Bisakah berita-berita dengan kontribusi patungan dari publik, seperti yang direncanakan Wales, berhasil melawan hoax?

Jeff Howe, wartawan yang menciptakan istilah 'crowdsourcing' dan saat ini menjadi profesor Universitas Northeastern, mengatakan sistem itu bisa positif untuk industri berita. Namun Howe mengatakan Wikitribune belumlah menemui kepastian apakah bisa menjangkau kelompok-kelompok yang rentan terhadap berita palsu atau tidak.

"Beberapa orang telah mencoreng media arus utama. Saya tidak yakin bila dia (Wales) dapat menjangkau orang-orang dalam margin itu," kata Howe dikutip detikcom.

Deputi Editor Laboratorium Jurnalisme Nieman Universitas Harvard mengatakan berhasil atau tidaknya proyek 'berita patungan' semacam itu masih dinantikan. "Hal baik dapat terjadi ketika orang-orang bekerja untuk mencari tahu masalah di jurnalisme. Di saat yang sama, investigasi crowdsource yang dilakukan secara total bisa menjadi buruk tanpa pengawasan... Investigasi crowdsource sepenuhnya tanpa orang yang mengawasi atau digaji untuk itu bakal berlangsung tak tentu arah."(*)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: