Awas Daging Katak Beracun dan Tewaskan Seorang Pria | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Awas Daging Katak Beracun dan Tewaskan Seorang Pria

Selain di Indonesia, masyarakat negara lain ternyata juga suka mengkonsumsi daging katak. Di tanah air sendiri, daging katak masih menjadi kontroversi untuk dikonsumsi.

Tak hanya soal halal atau haram, bentuk katak yang dianggap menjijikkan membuat cukup banyak orang yang menganggap daging katak sebaiknya tidak dikonsumsi.

Di Korea sendiri, baru-baru ini muncul kasus yang cukup menghebohkan dimana seorang pria yang berasal dari kota Daejeon meninggal dunia setelah makan katak.

Sebelumnya, pria ini bersama dengan teman-temannya berhasil menangkap katak di sebuah waduk di salah satu kota terbesar di Korea tersebut.

Pria yang berusia 57 tahun namun tidak diketahui namanya ini ternyata tidak tahu jika katak yang kemudian dimasak itu ternyata termasuk dalam jenis katak beracun.

Ia justru menganggap katak ini sebagai katak jenis bullfrog yang memang kerap dijadikan makanan lezat di Negeri Ginseng tersebut.

Setelah mengkonsumsi daging katak tersebut, pria ini pun segera mengalami muntah-muntah yang cukup parah sehingga segera dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, keesokan harinya sang pria akhirnya meninggal dunia.

Dilansir dari media setempat Yonhap, diketahui bahwa polisi menemukan kandungan bufotenin pada sisa makanan yang dikonsumsi oleh pria itu.

Sebagai informasi, bufotenin adalah sejenis racun yang ada dalam katak. Dari kelima katak yang ditangkap, diketahui bahwa beberapa diantaranya ternyata adalah yang memiliki kandungan racun bufotenin dan sayangnya bentuknya memang mirip dengan jenis katak bullfrog yang biasa dimakan.

Tak hanya pria itu, rekan-rekannya juga sebenarnya mengalami gejala keracunan namun mereka cukup beruntung karena bisa bertahan hidup.

Pakar kesehatan dr. Fajar Pradhana Putra menyebutkan bahwa andai keracunan makanan, ada baiknya segera mengkonsumsi susu yang diyakini bisa mengikat racun dan menurunkan efek keracunan tersebut.

Setelah minumsusu, biasanya akan muntah lagi dan racun yang menyebabkan keracunan ini akan ikut terbuang dengan muntahan tersebut. Selanjutnya untuk segera meminta bantuan tenaga medis atau dokter agar bisa mendapatkan obat atau penanganan medis yang tepat.(drsc)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: