Awas! Kenali Produk Perawatan Rambut Pemicu Kanker Ini | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Awas! Kenali Produk Perawatan Rambut Pemicu Kanker Ini

Cukup banyak wanita yang menginginkan rambut yang lurus dan lebih mudah untuk diatur. Untuk mendapatkannya, mereka pun rela menghabiskan cukup banyak uang untuk melakukan smoothing atau pelurusan rambut.

Memang, hasil dari smoothing ini bisa membuat penampilan jauh lebih menarik. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, produk pelurus rambut ternyata bisa memberikan dampak kesehatan yang sangat buruk bagi tubuh.

General Asssitant dari Enviromental Working Group bernama Tina Sigurdsson berkata bahwa sudah cukup banyak hair stylist yang mengaku jika produk pelurus rambut yang mereka gunakan pada klien ternyata bisa membuat masalah pernafasan, iritasi mata, hingga mimisan.

Menurut Sigurdsson, hal ini disebabkan oleh bahan kimia di dalam pelurus rambut yang disebut sebagai formaldehyde.

Biasanya, setelah produk pelurus ini diaplikasikan pada rambut, maka rambut akan segera dicatok dengan suhu yang cukup panas. Pada saat inilah formaldehyde berubah menjadi gas dan bisa memicu iritasi pada mata, tenggorokan, hidung, hingga kulit.

Yang menjadi masalah adalah, telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa bahan kimia formaldehyde ini bisa berubah menjadi zat yang bersifat karsinogen atau bisa memicu penyakit kanker.

Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute (NCI) menyebutan jika para pekerja yang kerap terpapar bahan kimia ini cenderung meningkatkan resiko terkena kematian yang disebabkan oleh penyakit myeloid leukemia.

Bahkan, pakar kesehatan menyebutkan jika formaldehyde adalah penyebab utama dari kanker paru-paru yang menyerang para pekerja industri.

Dengan adanya fakta ini, ada baiknya kini lebih berhati-hati dalam memilih produk pelurus rambut. Periksalah bagian label dan pastikan bahwa produk pelurus rambut ini tidak memiliki bahan kimia formaldehyde sehingga tidak akan meningkatkan resiko terkena penyakit kanker.(drsc)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel pilihan google :

    Terbaru :

    Video Pilihan: