Seperti Apa Pejabat 'Pembunuh' Rupiah Selama Ini? Ikuti Pengakuan Menteri Berikut

forumriau.com 22.11.15
forumriau.com
Minggu, 22 November 2015




Ribut-ribut rekaman Setya Novanto akhirnya menyibak kedok dugaan 'pungli' aset emas negara yang dikelola PT Freeport Indonesia selama ini. Jika emas negara ini tidak ada dikeberi oleh lobi ilegal pejabat, maka ekonomi Indonesia sejak dulu tetap stabil. Kini, rupiah bisa mencapai Rp.2000/USD jika emas di Papua itu dikelola 100% oleh negara. Kontrak karya PT.Freeport merugikan pemerintah saat ini tak lepas dari korupnya pejabat di masa lalu.

FORUMRIAU.COM: "Selama ini bangsa kita dirugikan. Bayar royalti kecil, limbah dibuang seenaknya, tidak ada divestasi. Itu bisa terjadi karena pejabat-pejabat Indonesia yang elitnya itu gampang disogok, gampang dilobi, jadi juru bicara kepentingan asing,"kata Menteri Koordonator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli ke wartawan di Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Kata Rizal, PT Freeport Indonesia harus memenuhi sejumlah syarat jika masih mau melanjutkan kontraknya. Kewajiban Freeport yakni penambahan jumlah royalti, pembangunan smelter, penanganan limbah, dan memperbaiki lingkungan yang rusak akibat dampak tambang dianggap belum dipenuhi.

Jika kelima poin tersebut tak dipenuhi, kata Rizal, sebaiknya Freeport angkat kaki dari Indonesia. Menurutnya, justru kepergian Freeport jadi 'durian runtuh' bagi pemerintah.

"Kalau seandainya Freeport ngotot nggak mau penuhi, kembalikan kontrak karyanya. Karena Indonesia akan dapat duren runtuh, kenapa? Karna cadangan emas di Freeport itu," jelas Rizal.

Rizal menegaskan, 'durian runtuh' tersebut bahkan bisa menyulap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi hanya Rp 2.000.

"Saudara kebayang nggak, cadangan devisa emas Bank Indonesia (BI) hanya 100 ribu kg, China hanya beberapa juta kg, Freeport cadangan emasnya itu 16 juta kg. Bayangin setengahnya saja kita masukin ke dalam cadangan devisa BI, rupiah menguat ke berapa? Bisa menguat ke Rp 2.000 per dolar," ujarnya.(Frc/SK)*** Rls:detikfinance editor: Surya Koto

Thanks for reading Seperti Apa Pejabat 'Pembunuh' Rupiah Selama Ini? Ikuti Pengakuan Menteri Berikut | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Show comments