Dewan dan Pemprov Bersitegang Soal Sewa Rumah Anggota DPRD Riau 2016, Berapa Diminta..? | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Dewan dan Pemprov Bersitegang Soal Sewa Rumah Anggota DPRD Riau 2016, Berapa Diminta..?





Biaya sewa rumah yang selama ini cuma Rp.19 juta sebulan untuk tiap anggota DPRD Riau dinilai sangat rendah. Karena itu, anggota dewan meminta tambahan anggaran sewa rumah pada tahun 2016 nanti.

FORUMRIAU.COM: Rendahnya nilai sewa rumah itu disebabkan banyaknya kebutuhan dewan yang harus dipenuhi. Hal itu diakui Abdul Vattah anggota Komisi A DPRD Riau kepada media, Selasa 24/11/2015 di gedung DPRD Riau.

"Jika setiap anggota dewan dari 65 orang minta rumah dinas, malah akan semakin tinggi biayanya. Karena kebutuhan rumah dinas bahkan lebih tinggi nantinya setiap tahun. Pengadaan, pembangunan, meubeler dan perawatan tiap tahunnya. Belum tenaga kerja tiap rumah dinasnya nanti harus ada sekuriti, taman dan lainnya,"terang Vattah.

Menurutnya, nilai Rp.30 juta sebulan yang diminta itu sangat setara dibanding jika membangun rumah dinas.

"Jadi yang kita minta 30 juta sebulan sesuai kebutuhan harus naik jadi Rp.30 juta sebulan untuk setiap anggota dewan. Karena semua kebutuhan yang seharusnya punya rumah hanya cukup dalam 30 juta itu saja,"beber Vattah.

Terpisah, Plt Setdaprov Riau M Yafis mengatakan, permintaan anggota dewan itu sedang dipertimbangkan dengan regulasi yang dapat dipertenggungjawabkan.

"Pertimbangan tetap ada. Kita masih punya rasionalisasi sual jumlahnya dan regulasinya terutama soal Pergubnya harus ada penyesuaian,"kata M Yafis.(Frc/470)***  

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: