Bahaya..Rp250 Triliun Dikuasai Mafia Migas Cuma 2 Tahun | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Bahaya..Rp250 Triliun Dikuasai Mafia Migas Cuma 2 Tahun





Potensi kerugian negara mencapai Rp.250 triliun akibat permainan mafia Minyak dan Gas (Migas) hanya dalam 2 tahun terakhir. Temuan ini dapat dijadikan tolak ukur permainan mafia di transaksi Migas Nasional selama ini.

FORUMRIAU.COM: Ke depan, pemerintah didukung melakukan perbaikan dalam transaksi ini. Karena, hasil audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) telah mengungkapkan hampir semua aktivitas permainan mafia migas selama kurun waktu 2012 - 2014.

Gerak cepat pemerintah sangat menentukan menuntaskannya agar tidak menimbulkan resistensi dan upaya penghilangan barang bukti.

"Namanya kepegang karena seluruh komunikasi terbuka. Siapa e-mail ke siapa, siapa SMS ke siapa, siapa telepon ke siapa sudah jelas. Perusahaan mana yang diatur tanda kutip sudah jelas,"ungkap Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu dalam sebuah dialog di salah satu televisi nasional di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Berdasarkan hasil audit itu, terungkap adanya sebuah grup usaha yang menguasai kontrak suplai minyak senilai Rp250 triliun. Oleh karenanya, Said berharap pemerintah segera bergerak cepat menuntaskan mafia migas tersebut agar tidak ada resistensi.

Selain itu, Said tak menampik adanya keterlibatan oknum PT Pertamina (Persero) dalam indikasi anomali pada pengadaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Perlu dijaga sekarang jangan sampai resistensi Pertamina dan Petral menghilangkan data ini semua sehingga menyulitkan penyidik," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan audit forensik terhadap Petral Group oleh auditor independen Kordha Menta telah tuntas. Meski demikian, audit tersebut tidak menghitung kerugian negara yang ditimbulkan akibat penyimpangan yang ada.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Kurtubi menilai bahwa audit forensik Petral pada 2012-2014 bisa dijadikan sampel untuk mengungkap mafia migas di tahun-tahun sebelumnya.

"Periode tersebut hanya penggalan sampel yang diasumsikan mewakili populasi periode waktu yang lebih panjang ke belakang, mengingat mafia migas mungkin pemain-pemain berikut bekingnya ya itu-itu juga orangnya," kata Kurtubi.(Frc/470)***
Sumber: rimanews.com
Editor: Surya Koto

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: