Ini Kata Ahli Soal Kemoterapi Bikin Rambut Jadi Botak | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Ini Kata Ahli Soal Kemoterapi Bikin Rambut Jadi Botak



Para penderita kanker adalah orang-orang yang sangat tidak beruntung di dunia ini. Bagaimana tidak, penyakit yang sangat mematikan ini termasuk cukup sulit untuk disembuhkan. Banyak penderita kanker yang bahkan harus melalui berbagai tahapan dan jenis pengobatan demi terbebas dari penyakit ini.

Salah satu terapi yang diyakini cukup efektif dalam mengatasi kanker adalah kemoterapi. Sayangnya, kemoterapi ini bisa memberikan efek samping berupa kerontokan yang sangat parah hingga akhirnya memicu kebotakan. Sebenarnya, bagaimana cara kemoterapi ini menyebabkan kebotakan?

Pakar kesehatan spesialis kanker bernama dr. Wim Panggarbesi, SpB(K) On yang berasal dari rumah sakit Mitra Keluarga di Bekasi menyebutkan jika kemoterapi ternyata menggunakan bahan-bahan yang bisa merusak sel yang sedang melakukan pembelahan.

Salah satu dari sel yang sedang melakukan pembelahan ini adalah sel-sel kanker yang memang melakukannya agar bisa menyebar dengan cepat. Sayangnya, bahan yang disebut sebagai antimitosis atau anti pembelahan diri pada kemoterapi ini tak hanya menyerang sel kanker, namun juga pada berbagai sel tubuh termasuk sel rambut.

Menurut dr. Wim, sel rambut termasuk dalam sel tubuh yang sangat aktif dalam membelah diri. Karena alasan inilah jika kita mencukur kumis, keesokan harinya kumis bisa langsung segera tumbuh. Dengan adanya kandungan antimitosis dari kemoterapi ini, sel-sel rambut ini akhirnya rusak dan memicu kerontokan yang cukup parah.

Memang, efek dari kerontokan rambut karena kemoterapi ini tidak berlangsung dengan cepat, namun secara perlahan-lahan. Hanya saja, karena kemoterapi ini pula, rambut tak lagi tumbuh kembali.

Apakah penderita kanker harus selalu melakukan kemoterapi yang bisa memicu kebotakan ini untuk menyembuhkan penyakitnya?

Dr. Wim menyebutkan jika ada cukup banyak pengobatan lain yang bisa dilakukan oleh penderita kanker layaknya dengan pembedahan, terapi target, hingga radioterapi. Dengan memilih terapi yang tepat, maka diharapkan penyakit ini pun bisa segera disembuhkan.(drsc)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel pilihan google :

    Terbaru :

    Video Pilihan: