Awas..Permen Nikotin Lebih Bahaya Dari Rokok | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Awas..Permen Nikotin Lebih Bahaya Dari Rokok

Jumlah pecandu rokok di Indonesia semakin meningkat. Bagaimana tidak, kita bahkan bisa dengan mudah menemukan anak-anak remaja atau bahkan yang masih berada pada usia sekolah dasar sudah merokok, meskipun harus bersembunyi agar tidak diketahui oleh orang tuanya.

Padahal, menemukan orang dewasa yang tidak merokok saja sudah cukup sulit untuk dilakukan. Pakar kesehatan bahkan berkata jika dalam beberapa tahun ke depan, jumlah orang dengan usia produktif yang merokok di Indonesia sangatlah banyak dan bisa membahayakan perekonomian Negara.

Tak hanya rokok konvensional, kini juga banyak orang yang menyukai pengganti rokok layaknya rokok elektronik dan yang kini mulai ngetrend di kalangan anak muda adalah permen karet nikotin.

Sebagaimana rokok elektronik, banyak orang yang berkata jika permen karet nikotin bisa menjadi pengganti rokok dan bahkan salah satu cara untuk berhenti merokok.

Apakah memang permen karet rokok ini baik bagi kesehatan?

Pakar kesehatan menyebutkan meskipun permen karet secara umum lebih baik jika dibandingkan dengan rokok, namun permen karet nikotin, meskipun hanya memiliki nikotin dengan jumlah kecil dan diyakini mampu menurunkan minat untuk merokok, sebenarnya memiliki efek kesehatan yang kurang baik bagi tubuh.

Tidak bisa disamakan begitu saja layaknya mengkonsumsi permen karet biasa.

American Lung Association bahkan menyebutkan, tidak boleh mengkonsumsi permen karet ini selama lebih dari tiga bulan dan jumlah permen karet nikotin yang boleh dikonsumsi dalam sehari maksimal adalah 24 buah.

Jika mengkonsumsi permen karet ini lebih dari tiga bulan, maka akan beresiko mengalami iritasi pada kulit dan masalah kulit sensitif, kerontokan pada rambut, resistensi insulin, masalah pada saluran pencernaan, detak jantung yang semakin tidak teratur dan juga beresiko mengalami tekanan darah tinggi.(drsc)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: