Kenali Gynecomastia, Pria Punya Payudara Seperti Wanita | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Kenali Gynecomastia, Pria Punya Payudara Seperti Wanita

Tak hanya kaum hawa, kaum pria ternyata juga bisa mengalami pembesaran pada bagian buah dadanya. Biasanya, semakin berat beban tubuh seorang pria, maka semakin membesar pula ukuran buah dadanya. Namun, Gynecomastia punya tampilan layaknya payudara wanita.

Dalam beberapa kasus, pembesaran buah dada pada pria ini disebabkan oleh gangguan hormonal yang disebut sebagai gynecomastia.

Gynecomastia sendiri adalah masalah pembeasaran pada kelenjar payudara yang bisa terjadi pada salah satu bagian buah dada atau bahkan keduanya pada pria.

Pakar kesehatan dr. Ula Abed Alwahab menyebutkan, pembesaran buah dada pria ini sebenarnya adalah masalah yang tidak perlu dikhawatirkan, mengingat gynecomastia cenderung bersifat jinak.

Penyebab dari gynecomastia sendiri selain karena adanya ketidakseimbangan kadar hormon dalam tubuh, bisa jadi karena penyebab lain yang masih belum diketahui.

Jika yang menjadi penyebabnya adalah gangguan pada hormon, maka biasanya pria mengalami penurunan hormon testosteron sehingga hormon estrogen atau hormon wanita akan jauh lebih mendominasi tubuhnya.

Meskipun gynecomastia bisa disembuhkan, namun ada baiknya penderita masalah ini segera memeriksakan kondisinya ke dokter mengingat ada kemungkinan disebabkan oleh penyakit yang lebih berbahaya.

Seperti penyakit liver, gangguan ginjal, hipertiroid, sindrom klinefelter yang merupakan gangguan kromosom yang dibawa sejak lahir yang ditandai dengan bentuk testis mini dan kadar testosteron yang rendah, hingga kecanduan alkohol yang sudah parah. Masalah ini tentu harus segera disembuhkan, bukan?

Dalam beberapa kasus, anak remaja yang sedang dalam masa pubertas juga bisa mengalami gynecomastia yang biasanya akan segera menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu enam bulan hingga dua tahun.

Selain itu, masalah pembesaran payudara pada pria juga bisa terjadi sejak bayi, dimana penyebabnya adalah adanya residu dari hormon estrogen yang berasal dari tubuh ibunya selama kehamilan. Biasanya, masalah ini juga akan hilang setelah bayi melewati usia satu tahun.(drsc)

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: