Penyeludupan Air Mani Pria Cina Digagalkan Polisi | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Penyeludupan Air Mani Pria Cina Digagalkan Polisi

Perdagangan gelap air mani antar negara berhasil digagalkan. Kepolisian menangkap seorang pria yang berupaya untuk menyelundupkan enam botol kecil berisi air mani manusia untuk dibawa ke Laos, Thailand.

FORUMRIAU.COM - Upaya itu digagalkan setelah pihak berwenang menemukan sebuah tangki nitrogen yang berisi enam botol kecil ketika akan melintasi perbatasan lewat kota di Thailand sebelah utara, Nong Khai.

Pria itu mengaku bahwa air mani disuplai untuk sebuah klinik kesuburan perempuan di ibu kota Laos, Vientiane.

Laos menghadapi peningkatan bisnis dalam kehamilan dengan bantuan setelah negara tetangga, Thailand dan Kamboja melarangnya. Menurut polisi, air mani yang disita berasal dari pria Cina dan Vietnam.

Tersangka penyelundup -warga Thailand berusia 25 tahun- mengatakan kepada polisi dia sudah melakukan 'perjalanan serupa' sebanyak 12 kali sepanjang tahun lalu setelah mengumpulkan air mani dari klinik-klinik di Bangkok untuk dibawa ke klinik di Laos.

Dia juga mengatakan melakukan beberapa pengiriman air mani ke sebuah rumah sakit di Kamboja, seperti dilaporkan koran Bangkok Post.

Tahun 2015, Thailand melarang warga asing membayar perempuan di negara itu untuk menjadi ibu pengganti menyusul munculnya beberapa masalah dalam bisnis yang pernah tumbuh subur di sana.

Salah satu masalah adalah rebutan untuk membesarkan bayi yang dikandung karena ibu pengganti belakangan tak ingin menyerahkan bayinya.

Dalam satu kasus yang menghebohkan, pihak berwenang menemukan sembilan bayi di sebuah apartemen di Bangkok dengan ayah seorang pria Jepang yang menggunakan perempuan-perempuan Thailand sebagai ibu pengganti.

Sementara Kamboja melarang praktik ibu pengganti mulai tahun lalu.

Larangan di kedua negara itu tampaknya berkaitan dengan meningkatnya agen-agen untuk kehamilan dengan bantuan dan klinik kesuburan perempuan di Laos, seperti dilaporkan kantor berita AFP.(*) sumber : detikcom/AFP/BBC

Gratis ikut di:

Bagi artikel ini:

Artikel Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Video Pilihan: