Keliru! Anggap Warnet Bernasib Serupa Bisnis Wartel, Baca Fakta Ini.. | forumRiau.com - Berita Referensi Terkini

Keliru! Anggap Warnet Bernasib Serupa Bisnis Wartel, Baca Fakta Ini..


Bagi anda yang telah di bangku pendidikan dan dunia kerja pada tahun 1990 hingga awal tahun 2000-an, akan ingat bisnis jasa telekomunikasi satu ini. Kala itu, PT Telkom selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi satu-satunya pemilik paten usaha waralaba Warung Telekomunikasi (Wartel).

Nyaris di setiap kecamatan jasa Wartel tersedia dan digunakan oleh masyarakat untuk komunikasi jarak jauh. Termasuk anda pernah menggunakannya bukan? Tarifnya pun beragam antara lokal dan roaming nasional lebih mahal.

Memasuki era telepon genggam (Handphone/HP), bisnis Wartel mulai menurun drastis. Keberadaan Wartel bahkan hilang ditelan jaman seiring menjamurnya HP dalam rentang 2002-2005. PT Telkom sendiri tetap sebagai branding jasa telekomunikasi atas perubahan teknologi ini sebagai produsen Sim Card untuk HP. Dengan kartu Hallo, Simpati dan Kartu AS, Telkom memenuhi kebutuhan Sim Card bagi pengguna HP.

Teknologi Informatika global terus mendesak perkembangan HP berbasis jaringan internet. Aneka merek dagang tidak terbendung ketika jaringan internet berafiliasi bersamaan hadirnya Smartphone.

Jaringan internet kian murah dan mudah diakses untuk kebutuhan kantor, maupun perorangan lewat jaringan telepon kabel. Telkom pun menawarkan jaringan internet murah di setiap jaringan telpon yang sudah ada selama ini, baik di kantor maupun orang perorang di setiap rumah. Anda masih ingat paket telkom speedy bukan?

Layanan internet murah itu membuka pasar komputer dan laptop berkembang memenuhi kebutuhan konsumen. Telkom mengambil langkah waralaba jaringan internet dengan menawarkan paket bandwith kantor, rumah bahkan usaha warung internet (warnet) jadi usaha baru penyedia jasa internet.

Waralaba Wartel yang tinggal puing-puing dirubah jadi usaha warnet, tapi bukan waralaba lagi. Karena Telkom hanya menjual paket banwith internet ke pemilik usaha. Tidak lama berdiam, layanan internet melesat pesat dengan hadirnya teknologi WiFi.

Internet WiFi ini bisa dinikmati menggunakan SimCard layaknya jaringan HP. Kehadiran smartphone seperti blackberry yang semula mahal dan esklusif, harus bersaing menghadapi produk smartphone lain dengan harga murah buatan Cina.  

Perkembangan HP berserta aplikasi online tidak terbendung ketika jaringan internet kian dimanfaatkan oleh produk HP Smartphone berteknologi WiFi. PC Komputer, Laptop dan notebook dapat tersambung hanya dengan SimCard paket internet lewat sebuah modem.

Laptop dan PC komputer jadi pilihan pengguna internet selain smartphone. Akan tetapi, berkembangnya aplikasi smarthone beserta sistim operasinya yang cepat untuk internet kian menggeser peran laptop dan komputer.

Saat inilah, tidak sedikit pengamat bisnis berbasis Teknologi Informatika berasumsi, bahwa usaha jasa jaringan internet berupa warnet, juga akan bernasib sama dengan Wartel. Warnet dinilai akan perlahan ditinggal pengguna internet akibat dari mudah dan murahnya smartphone dan laptop.
Penilaian tersebut terbantah oleh hadirnya aplikasi game online di Indonesia pada awal 2010.

Faktor Usaha Warnet Bertahan

1.Permainan game online berbasis internet hadir di Indonesia dan sangat digandrungi hingga kini, salah satunya bernama Point Blank atau PB. Permainan asal Korea yang diluncurkan pada 2009 itu tidak sempurna dimainkan di laptop, apalagi sejenis smartphone dengan jaringan internet terbatas. Sehingga, usaha warnet kian bergairah dan meningkat melayani peminat PB.

2.Game online lainnya yang hadir dan memperkuat usaha warnet adalah jenis permainan di akun media sosial Facebook. Banyak sekali jenis permainan kartu, billiar/pool. Game jenis kartu Texas Holdem Poker sangat populer di facebook.

3.Situs Game Taruhan Real Money secara online juga sangat mendukung usaha jasa layanan warnet. Banyak peminat akun poker dengan real money hanya main di warnet. Alasan utamanya hanya satu, jaringan internet yang nyaris tanpa gangguan. Aman dari pelacakan IP addres.

4.Kebutuhan pelajar dan mahasiswa. Tidak sedikit jasa warnet tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah serta kampus. Dimana ada kampus disitu ada warnet! Mahasiswa dan pelajar tidak akan nyaman browsing, rekap dan printing berbagai tugasnya jika tidak ke warnet.

Itulah sejumlah faktor pendukung usaha warung internet (warnet) yang masih eksis saat ini. Perkembangan teknologi berbasis game online ini telah membantah anggapan usaha Warnet akan bernasib sama dengan jasa Wartel.*** Penulis: Surya Koto        

Bagi artikel ini:

Rekomendasi Google:

    Terbaru :

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid

    Pentingnya umat islam punya pilihan politik menuju Indonesia Bersyariat & Bertauhid
    Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra.SH.MSc : Jadi sekali lagi, islam bukanlah sebuah ideologi.

    Ondeh..Pemko Pekanbaru Bayar Lahan Perkantoran ke Si Aseng Rupanya

    Lahan perkantoran Pemko Pekanbaru yang izinnya cacat hukum, rupanya dibeli ke si Aseng. Hal ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) R...

    Video Pilihan: